Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Viral Hina Viking & Sunda, Resbob Meratap dalam Klarifikasi: “Saya Tak Ingat, Mari tinggalkan Alkohol"

Mahendra Aditya Restiawan • Sabtu, 13 Desember 2025 | 00:18 WIB
Adimas Firdaus alias Resbobb klarifikasi dan meminta maaf melalui postingan di IG
Adimas Firdaus alias Resbobb klarifikasi dan meminta maaf melalui postingan di IG

RADAR KUDUS - Gelombang amarah publik terhadap Adimas Firdaus—streamer YouTube yang lebih dikenal dengan nama Resbob—akhirnya membuat dirinya muncul memberikan klarifikasi terbuka.

Setelah ucapannya yang dianggap menghina kelompok suporter Persib Bandung, Viking, serta masyarakat Sunda meledak di jagat maya, ia mengunggah video permintaan maaf yang memancing reaksi baru dari warganet.

Dalam rekaman yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Adimas berusaha menjelaskan bahwa dirinya tidak sadar ketika melontarkan kata-kata bernada penghinaan tersebut. Ia berdalih sedang dalam kondisi terpengaruh alkohol saat melakukan siaran langsung.

Klarifikasi itu muncul di tengah derasnya kecaman dari berbagai pihak, termasuk komunitas Viking dan masyarakat Jawa Barat.

Baca Juga: Makin Panas! Kasus Resbobb Bikin Jabar Bergejolak, Wagub Jawa Barat Erwan: “Ini Ancaman Persatuan Bangsa!

“Saya Tidak Ingat, Alkohol Membuat Mulut Saya Celaka”

Dalam video klarifikasi tersebut, Resbob berulang kali menyebut dirinya tidak ingat pernah mengeluarkan kata-kata yang viral itu.

Di rekaman itu pula, ia tampak duduk bersama seorang penumpang di dalam mobil—setting yang sama seperti live yang memicu kontroversi.

“Ketidaksadaran membuat saya celaka dalam ucapan. Sampai sekarang saya tidak ingat sama sekali bahwa mulut saya mengatakan hal tersebut,” tulisnya dalam narasi panjang yang ia sertakan. “Mari tinggalkan alkohol. Najis, dan membuat mulut orang menjadi celaka.”

Ia mengakui bahwa kejadian ini menjadi pelajaran besar. Menurutnya, apa yang ia alami sekarang adalah konsekuensi langsung dari hilangnya kesadaran akibat konsumsi alkohol.

Pesan itu ia arahkan bukan hanya kepada dirinya sendiri, tetapi juga kepada publik yang menonton klarifikasi tersebut.

Dalam klarifikasinya, Adimas mengaku sulit menerima bahwa kata-kata penghinaan tersebut bisa keluar dari mulutnya. Ia menyebut pernyataan itu “tidak masuk akal” dan bertentangan dengan latar belakang hidupnya.

Ia mengatakan, meski lahir dari ibu kandung bersuku Minang, sejak kecil ia dibesarkan oleh ibu sambung yang berasal dari Tasikmalaya, Jawa Barat.

Selain itu, ia mengaku tumbuh di bawah bimbingan seorang kiai yang juga bersuku Sunda.

“Kata-kata itu tidak mungkin saya ucapkan, terutama terkait suku Sunda. Saya dibesarkan oleh ibu sambung berdarah Sunda sejak umur dua tahun,” ujarnya.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa ia ingin menegaskan kedekatan emosional dan nilai budaya yang selama ini ia pelajari dari keluarga serta lingkungan terdekatnya.

Meski begitu, publik tetap menuntut pertanggungjawaban atas konten yang telah terlanjur tersebar luas.

Memohon Maaf kepada Keluarga, Guru, dan Masyarakat Sunda

Resbob menutup klarifikasinya dengan permohonan maaf yang panjang, terutama kepada orang-orang terdekatnya yang merasa terpukul oleh ucapan tersebut. “Saya sadar ucapan saya itu sensitif. Itu di luar kesadaran saya,” katanya.

Ia menyampaikan permintaan maaf kepada ibunya, keluarga besarnya, guru yang membimbingnya, serta seluruh masyarakat Sunda.

Namun meski klarifikasi sudah disampaikan, publik menilai proses hukum tetap harus berjalan. Permohonan maaf tidak serta merta menghapus dampak sosial yang sudah muncul.

Baca Juga: Resbob Menghina Viking dan Sunda, Respons Sule: Ingat Itu Ya… Anda Rendah di Pandangan Manusia

Laporan Polisi Tetap Berjalan, Viking Tidak Menarik Pengaduan

Pada Kamis malam, Viking Persib Club secara resmi melaporkan akun Resbob ke Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Barat. Laporan itu dibuat oleh kuasa hukum Viking, Ferdy Rizki, setelah mendapat mandat langsung dari ketua umum organisasi tersebut.

“Kami sudah membuat laporan terkait ujaran kebencian yang viral. Kami percaya kepolisian akan memproses secara profesional,” kata Ferdy.

Langkah ini menegaskan bahwa klarifikasi—sekeras apa pun—tidak menghentikan proses hukum. Laporan Viking menjadi dasar penting untuk memulai penyelidikan yang lebih mendalam.

Polisi Sudah Profiling Akun Resbob, Penyidikan Dipercepat

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, memastikan bahwa pihaknya telah melakukan profiling terhadap akun pelaku. “Kami sudah menyelidiki dan memprofiling akun pelaku hate speech terhadap Viking dan warga Jabar,” ujarnya.

Hendra menyebut bahwa penyidik tengah mendalami bukti-bukti yang masuk, sambil menunggu kelengkapan laporan dari pelapor. Ia memastikan proses hukum akan berjalan sesuai prosedur.

Proses ini memperlihatkan bahwa aparat tak ingin kecolongan, mengingat kasus ujaran kebencian yang menyangkut SARA bisa berpotensi memicu ketegangan sosial yang lebih besar jika tidak ditangani dengan cepat.

Baca Juga: Tanggapan Sule Tentang Resbob yang Menghinda Viking dan Sunda: Semoga Selamat Dunia Akhirat

Wagub Jabar Ingatkan Publik: Fokus pada Pelaku, Jangan Serang Suku Tertentu

Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, yang sebelumnya mengekspresikan kemarahan terhadap ucapan Resbob, kembali mengimbau masyarakat agar tetap tenang.

Ia meminta publik tidak menyerang kelompok tertentu dan mengingatkan bahwa setiap suku memiliki individu baik dan buruk.

“Jangan dendam kepada sukunya. Fokus pada oknumnya. Hukum harus berjalan agar ada efek jera,” ujarnya.

Erwan menekankan pentingnya menjaga keseimbangan emosi kolektif masyarakat Jawa Barat, terlebih dalam isu sensitif yang menyangkut identitas budaya.

Pelajaran Besar dari Kasus Resbob: Etika Digital Bukan Mainan

Kasus ini kembali membuka mata publik bahwa media sosial bukan tempat untuk bermain-main dengan ujaran kebencian. Satu kalimat dapat menghancurkan reputasi, memicu konflik, dan menyeret seseorang ke jalur hukum.

Permintaan maaf Resbob mungkin menenangkan sebagian orang, namun tidak menghapus fakta bahwa ucapannya telah melukai identitas kultural yang sangat dijaga oleh masyarakat Sunda.

Di era digital, kesadaran adalah modal utama—dan alkohol, seperti yang diakui sendiri oleh Resbob, hanya membuat manusia kehilangan kendali atas dirinya.

Editor : Mahendra Aditya
#Resbob minta maaf #viking persib club lapor polisi #resbob hina suku sunda #resbob #viking #Resbob klarifikasi #viking persib #resbobb menghina suku sunda #Resbobb #sunda #viking persib bandung #Resbob viral