Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kebakaran di Tai Po Hong Kong: 9 WNI Meninggal, Proses Identifikasi Masih Berlangsung

Ali Mustofa • Kamis, 4 Desember 2025 | 21:10 WIB
Pemadam Kebakaran Hong Kong saat memadamkan api di Tai Po, Rabu (26/11).
Pemadam Kebakaran Hong Kong saat memadamkan api di Tai Po, Rabu (26/11).

RADAR KUDUS - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyampaikan bahwa sebanyak 125 Warga Negara Indonesia (WNI) telah dipastikan selamat dalam insiden kebakaran hebat yang melanda kompleks apartemen Wang Fuk Court di Tai Po, Hong Kong, pada pekan lalu.

Dalam keterangan tertulis yang dirilis Kamis (3/12/2025), Kemlu menjelaskan bahwa dari perkiraan 140 WNI yang bermukim di kawasan tersebut, 125 berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.

Kemlu juga menegaskan bahwa jumlah WNI yang menjadi korban meninggal tidak berubah, yakni tetap 9 orang.

Baca Juga: Kenaikan Harga BBM Terbaru: Ini Daftar Tarif Pertamina per 4 Desember 2025

Selain itu, hanya satu WNI yang masih menjalani perawatan di rumah sakit akibat luka yang dialami.

Dengan data terbaru tersebut, masih ada 5 WNI yang belum ditemukan dan belum dapat dipastikan kondisinya.

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Hong Kong menyebutkan bahwa seluruh WNI yang tinggal di Wang Fuk Court merupakan pekerja migran di sektor domestik.

Kebakaran besar yang terjadi pada Rabu (26/11) itu menelan sedikitnya 159 korban jiwa, melukai 79 orang, dan membuat 31 lainnya dinyatakan hilang.

Pihak berwenang Hong Kong telah menahan 21 orang dari perusahaan kontraktor utama, sub-kontraktor pemasangan perancah dan alarm kebakaran, serta konsultan teknis, sehubungan dengan penyelidikan kasus tersebut.

Tim penyidik menduga bahwa keberadaan perancah bambu dan plastik penutup jendela mempercepat penyebaran api sehingga beberapa lantai dapat terbakar hanya dalam beberapa menit.

Pada Minggu (30/11), juru bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, memastikan bahwa KJRI Hong Kong telah membentuk tim khusus untuk mengoordinasikan kebutuhan keluarga korban, termasuk proses pemulangan jenazah WNI.

Baca Juga: Dipecat Tak Hormat, AKBP Basuki Akui Hubungan Pribadi dengan Korban di Persidangan

Yvonne menjelaskan bahwa tim tersebut bertugas menyalurkan semua informasi yang dibutuhkan keluarga serta merespons pertanyaan seputar penanganan korban.

Terkait identifikasi jenazah, ia menyebutkan bahwa sebagian korban WNI sudah dapat dikenali, namun proses identifikasi untuk korban lainnya kemungkinan memerlukan pengambilan sampel DNA.

Karena proses identifikasi dan koordinasi dengan otoritas setempat masih berlangsung, Yvonne belum dapat memastikan kapan jenazah para WNI tersebut bisa dipulangkan ke Indonesia.

Editor : Ali Mustofa
#jenazah #kebakaran #kemlu #rumah sakit #hong kong #wni