Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mengenal Miftah Farid, Guru TK Juara I Nasional Apresiasi GTK 2025 Ciptakan Gerobak Pintar Menstimulasi 6 Keterampilan Literasi Dasar

Indah Susanti • Selasa, 2 Desember 2025 | 23:24 WIB
JUARA: Fafa menunjukkan piagam juara I Nasional ajang Guru TK Terinovatif
JUARA: Fafa menunjukkan piagam juara I Nasional ajang Guru TK Terinovatif

KUDUS - Miftah Farid guru TK yang berada di Desa Kuwukan, Kecamatan Dawe mampu menunjukkan karyanya dengan menciptakan Gerobak Pintar dan menjadi juara I Nasional ajang Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) 2025.

Kreativitas tanpa batas yang dimiliki Miftah Farid patut diacungi jempol. Usianya yang masih muda, Fafa sapaan akrabnya tahun ini meraih juara I Tingkat Provinsi Jateng ajang Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) 2025.

Tahun 2024 Fafa juga menyabet guru berprestasi, dengan membuat inovasi Alat Permainan Edukatif (APE) tabungan mesin ATM yang dibuatnya. Ia meraih juara I Guru Kreatif Nasional dalam Askrindo Paud Indonesia Award 2024.

Bakat yang dimiliki Fafa, disalurkan dengan membuat APE sendiri. Meski, menjadi guru TK di pinggir kota, tapi prestasi yang ditorehkan tak kalah dengan guru-guru yang ada di wilayah perkotaan, bahkan kelasnya sampai nasional.

Fafa juga kreatif dalam membuat modul pembelajaran yang simple dan menarik. Tak heran, ia sering dijadikan narasumber sampai ke Jakarta. Fafa, awal menjadi guru hanya lulusan SMK, baru-baru ini ia lulus dan menyandang gelar S1 sesuai dengan profesinya saat ini.

”Sekarang ini saya akan melanjutkan studi S2. Saya tidak mengejar status atau gelar jadi pegawai. Tapi, saya ikhlas mendidik anak-anak yang berada di wilayah desa dengan pola pikir yang maju dan tidak gaptek,” ungkapnya.

Fafa bercerita, saat membuat replika mesin ATM membawa berkah, banyak tawaran dari perusahaan mainan untuk mengadopsi replika mesin ATM itu. Sementara itu, kepiawaiannya membuat replica ATM itu, karena dia lulusan SMK jurusak elektronika. Namun, setelah lulus dia justru tertarik menjadi guru pendidikan anak usia dini (PAUD) pada sekitar 2020 lalu.

Terinspirasi dari ibunya yang juga guru TK Pertiwi di Desa Kuwukan, Dawe.

Kini, dia melanjutkan studi ke jenjang perkuliahan dengan mengambil jurusan keguruan PAUD, agar linier dengan pekerjaannya.

”Alhamdulillah, sekarang ini sudah menginjak semester akhir. Saya juga memanfaatkan media sosial (medsos) untuk menggambarkan cara mengajar di TK Pertiwi Kuwukan.

Tujuannya sharing. Tanggapan dari komentar-komentar di Instagram saya positif. Ada yang memberikan masukan juga,” ujar guru berusia 28 tahun.

Kemudian, produk terbarunya yang mengantarkannya kembali menjadi juara I Nasional, yakni membuat Gerobak Pintar.

Event Apresiasi GTK tingkat nasional tahun 2025 dilaksanakan berjenjang dari tingkat provinsi, juara I tiap provinsi per kategori maju mewakili provinsi ketingkat nasional.

”Saya juara I kategori Guru TK Transformatif, setelah melalui berbagi penilaian dan wawancara, Alhammdulillah juara nasional,” jelasnya.

Ia membawa inovasi media pembelajaran kontekstual melalui GENTAR (gerobak pintar) yang dapat menstimulasi enam keterampilan literasi dasar pada anak, yaitu literasi baca tulis, numerasi, sains, finansial, digital dan budaya. Dapat dicapai dengan cara anak bermain melalui gerobak pintar tersebut.

Fafa menjelaskan, cara belajarnya melalui role play /bermain peran. Saat anak-anak bermain, guru dapat memberikan stimulasi atau dukungan supaya kompetensi yang diharapkan muncul.

Contoh, ketika guru ingin menstimulasi literasi budaya, yaitu guru memberikan kalimat pemantik ”Anak-anak bagaimana caranya ketika kita sedang berbelanja ? apa yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan” dengan memberikan pertanyaan demikian maka anak akan menjawab yang menjadi tujuan dari kegiatan tersebut. Peran guru sebagai fasilitator yang mendampingi anak dalam belajar dengan gerobak pintar.

Karya yang ia buat, sudah diciptakan dalam waktu satu tahun sebelum lomba, dan sudah mengalami beberapa inovasi guna menyesuaikan minat belajar anak, dengan bermitra bersama orang tua murid.

”Dalam proses pembuatannya, langkah yang saya lakukan tidak hanya berdampak bagi  saya sendiri, tetapi bagi anak dan juga lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Ia bisa membawa nama Kudus di tingkat nasional, ajang bergengsi yang menjadi agenda rutin tiap tahun ini, semua guru di provinsi selalu mempersiapkan karya terbaiknya, namun menjadi terbaik nomor satu sebuah kebanggaaan bisa menjadi terbaik dari yang sudah baik, dan Fafa  bisa berhasil di tingkat nasional membawa nama Provinsi Jawa Tengah. (san)

Editor : Mahendra Aditya
#guru berprestasi #guru kreatif #ajang Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan #Askrindo PAUD Indonesia Awards #Kudus