RADAR KUDUS - Polemik Bandara PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Sulawesi Tengah memicu perang kata-kata antara mantan presiden Joko Widodo (Jokowi) dan partai yang dulu menaunginya, PDIP.
Pasca klarifikasi Jokowi yang membantah pernah meresmikan bandara tersebut, PDIP melayangkan kritik tajam dengan sindiran yang pedas.
Akar Polemik: Klarifikasi Jokowi Soal Bandara IMIP
Beredarnya isu yang menyatakan Jokowi-lah yang meresmikan bandara milik PT IMIP memaksa sang mantan presiden untuk buka suara.
Jokowi dengan tegas membantah klaim tersebut. Ia menyatakan bahwa selama masa jabatannya, hanya Bandara Maleo Morowali milik pemerintah yang pernah ia resmikan.
"Tidak, tidak. Saya tidak pernah meresmikan Bandara IMIP di Morowali. Seingat saya, yang saya resmikan adalah Bandara Maleo di Morowali dan itu dibangun oleh pemerintah," tegas Jokowi seperti dikutip Kompas.com. Ia juga menambahkan bahwa bandara IMIP adalah milik swasta dan cenderung menyayangkan semua hal yang dinilai buruk selalu dikaitkan dengan dirinya.
Serangan Balik PDIP: Analogi "Mal dan Toilet" yang Menggigit
Klarifikasi Jokowi itu langsung disambut kritik pedas dari Jubir PDIP, Guntur Romli. Guntur menilai pernyataan Jokowi merupakan upaya "cuci tangan" dari polemik yang sedang terjadi. Menurutnya, logika yang dipakai Jokowi terkesan menggelikan.
"Pernyataan Pak Jokowi itu merupakan bentuk cuci tangan yang menggelikan," ujar Guntur dalam wawancara di Kompas TV. Ia lalu menggunakan analogi yang tajam untuk menggambarkan ketidaklogisan pernyataan Jokowi. "Ibarat meresmikan mal tapi tidak meresmikan toiletnya."
Analoginya sederhana namun menusuk: bagaimana mungkin seseorang meresmikan sebuah perusahaan besar (PT IMIP), namun mengklaim tidak meresmikan fasilitas pendukung yang integral di dalam kompleks perusahaan tersebut, seperti bandara?
Bagi PDIP, meresmikan PT IMIP pada tahun 2015 berarti juga mengesahkan seluruh fasilitas yang ada di dalamnya, termasuk bandara yang dibangun untuk menunjang logistik dan mobilitas bisnis.
Baca Juga: Bandara IMIP Kehilangan Status Internasional: Kemenhub Resmi Cabut Izin Terbang ke Luar Negeri
Persimpangan Ingatan versus Catatan Publik
Debat ini seolah berada di persimpangan antara klaim ingatan pribadi Jokowi dan catatan historis pemberitaan yang dirujuk PDIP. Guntur Romli menyatakan bahwa data-data pemberitaan lampau jelas menyebutkan Jokowi yang meresmikan PT IMIP.
Oleh karena itu, pembedaan antara perusahaan dan bandaranya dianggap sebagai pemisahan yang artifisial dan sulit diterima.
"...PT IMIP itu kan diresmikan oleh Jokowi tahun 2015 dan salah satu fasilitas dari PT tersebut adalah bandara," tegas Guntur, menegaskan bahwa keduanya adalah satu paket yang tak terpisahkan.
Dampak dan Implikasi Politik
Polemik ini menambah daftar ketegangan antara Jokowi dan PDIP pasca-berakhirnya masa jabatannya. Tudingan "cuci tangan" dari PDIP bukan hanya soal satu bandara, tetapi juga menyentuh isu tanggung jawab dan akuntabilitas atas berbagai kebijakan dan proyek yang lahir di era pemerintahan Jokowi.
Di sisi lain, penegasan Jokowi yang berulang kali menyebut "proyek swasta" dan "bukan pemerintah" terlihat sebagai upaya untuk menarik garis batas yang jelas antara kebijakan negara dan inisiatif korporasi.
Sindiran "mal dan toilet" dari PDIP mungkin akan terus bergaung, sementara klarifikasi Jokowi berusaha mengakhiri polemik.
Namun, di tengah ruang publik yang panas, kebenaran tunggal sulit ditemukan. Yang jelas, kedua belah pihak sedang berusaha menguasai narasi dan memenangkan opini publik dalam memperebutkan penafsiran atas satu landasan pacu di Morowali.
Editor : Mahendra Aditya