Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Detik-Detik Penjarahan di Sibolga: 16 Pelaku Tertangkap, Barang Bukti Menumpuk!

Mahendra Aditya Restiawan • Selasa, 2 Desember 2025 | 02:53 WIB

 

Terbongkar! 16 Penjarah Minimarket di Sibolga Ternyata Sudah Mengincar Sejak Sehari Sebelum Banjir
Terbongkar! 16 Penjarah Minimarket di Sibolga Ternyata Sudah Mengincar Sejak Sehari Sebelum Banjir

RADAR KUDUS - Kota Sibolga, Sumatra Utara, yang sebelumnya sibuk menata diri di tengah musibah banjir dan longsor, kembali diguncang situasi darurat pada akhir November 2025.

Bukan hanya soal penanganan bencana, tetapi munculnya gelombang penjarahan di berbagai minimarket yang membuat suasana kota semakin tegang.

Di tengah warga yang berjuang mendapatkan bantuan logistik, aparat kepolisian menciduk 16 orang yang kedapatan menjarah sejumlah gerai ritel modern. Penangkapan dilakukan pada Sabtu (29/11) setelah beberapa aksi terekam dan dilaporkan warga sekitar.

Kasat Reskrim Polres Sibolga, AKP Rustam E. Silaban, memastikan bahwa seluruh pelaku kini telah diamankan beserta barang bukti hasil penjarahan.

Baca Juga: Tragedi Banjir-Longsor Sumut: Korban Terus Bertambah, 240 Warga Tewas, 182 Hilang

Minimarket Jadi Sasaran: Aksi Terjadi Pagi Hari Saat Kota Masih Kacau

Penjarahan tidak terjadi di satu titik saja, tetapi menyasar berbagai gerai di pusat kota hingga kawasan sibuk lalu lintas. Minimarket yang dibobol di antaranya:

Aksi sebagian besar dilakukan pagi hari ketika situasi kota masih lumpuh akibat banjir, bantuan belum merata, dan jalur logistik banyak yang terputus.

Menurut polisi, para pelaku ditangkap di lokasi berbeda, sebagian sudah membawa barang curian keluar minimarket, sebagian lainnya sedang beraksi ketika petugas tiba di lokasi.

Daftar Pelaku & Barang Rampasan: Dari Snack hingga Susu

Berikut daftar terperinci para pelaku beserta barang bukti yang diamankan polisi:

Motif para pelaku diduga kuat karena putus asa akibat logistik belum sampai ke wilayah terdampak, banyak yang mengaku belum menerima bantuan apa pun sejak banjir besar melanda beberapa hari sebelumnya.

Namun polisi tetap menegaskan bahwa kondisi bencana bukan alasan pembenar untuk tindakan kriminal.

Polisi dan TNI Pertebal Pengamanan, Cegah Penjarahan Massal

Aksi penjarahan ini memicu kekhawatiran akan potensi kerusuhan lebih besar, terlebih setelah warga sempat mendatangi Gudang Bulog Sarudik di perbatasan Tapanuli Tengah–Sibolga. Situasi tersebut hampir melebar menjadi penjarahan massal jika tidak segera dihalau.

Pihak kepolisian dan TNI langsung bergerak:

“Kota Sibolga saat ini berada dalam pengawasan ketat aparat gabungan. Kami minta warga tidak terprovokasi,” ujar Kasi Humas Polres Sibolga, Suyatno.

Pengamanan tambahan juga diminta dari Korem 023/KS, Kodim 0211/TT, dan TNI AL Sibolga untuk memastikan situasi tidak kembali memburuk.

Baca Juga: ‘Saya Tak Mengira Sebesar Ini’ — Pengakuan Mengejutkan Kepala BNPB Soal Banjir Sumatra

Bencana Memang Berat, Tapi Penjarahan Bukan Solusi

Di tengah situasi darurat, pemerintah daerah sebenarnya sudah membuka jalur distribusi bantuan dengan dukungan helikopter dan tim SAR. Namun terputusnya akses membuat sebagian wilayah terlambat mendapat suplai, dan hal ini memperparah tekanan psikologis warga.

Meski demikian, polisi mengingatkan bahwa tindakan penjarahan bukan hanya merugikan pihak usaha, tetapi juga mengganggu proses pemulihan kota yang sedang bekerja keras bangkit dari bencana.

Pihak berwenang berjanji mempercepat pendistribusian bantuan agar warga tidak kembali mengambil jalan pintas yang melanggar hukum.

Editor : Mahendra Aditya
#Penjarahan Barang #Video Viral Penjarahan #Pelaku Penjarahan Minimarket Sibolga #banjir #banjir sumut #Banjir Sumatra Utara #Penjarahan di Sibolga #Banjir Sumatra 2025 #Penjarahan di Tapanuli Tengah #Penjarahan minimarket