Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Lampu Jalan Raib Disikat Pencuri, Bandung Kian Berbahaya—Pemkot Kerahkan CCTV Hingga ke Gang

Mahendra Aditya Restiawan • Selasa, 2 Desember 2025 | 00:33 WIB
Ilustrasi CCTV
Ilustrasi CCTV

RADAR KUDUS - Kota Bandung yang selama ini identik dengan keramaian dan lampu-lampu kota yang hangat, belakangan justru menghadapi masalah serius.

Sejumlah ruas jalan berubah gelap gulita, bukan karena gangguan listrik, tetapi karena lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang dicabut satu per satu oleh pelaku pencurian.

Kondisi ini bukan hanya menimbulkan keresahan, tetapi juga memunculkan risiko keselamatan warga yang melintas pada malam hari.

Fenomena ini telah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir dan makin meluas, meninggalkan bekas-bekas tiang lampu yang kosong dan kabel yang terputus. Situasi inilah yang mendorong Pemerintah Kota Bandung mengambil langkah agresif untuk menghentikan aksi pencurian yang sudah merugikan dan membahayakan.

Gelap dan Berbahaya: Dampak Pencurian PJU bagi Warga

Ketika lampu jalan hilang, bukan hanya estetika kota yang terganggu. Banyak warga mengeluhkan meningkatnya kerawanan di malam hari. Jalanan gelap rawan kecelakaan, rawan tindakan kriminal, dan membuat masyarakat tak lagi nyaman beraktivitas setelah senja.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyebutkan bahwa aksi pencurian yang terorganisir ini bukan tindakan sembarangan.
“Kalau bisa mencuri lampu PJU sampai unitnya sekalian, berarti pelakunya bukan amatir. Ini aksi yang rapi dan punya peralatan,” ujarnya dalam kegiatan Siskamling Siaga Bencana di Babakan Sari, 26 November 2025.

Pemkot Bandung memandang pencurian ini sebagai ancaman serius bagi ketertiban kota. Selain menimbulkan kerugian finansial yang tidak kecil, hilangnya PJU juga membuka peluang kecelakaan dan tindak kriminal.

Respons Cepat: Patroli Diperketat, Pemeriksaan Ditambah

Menanggapi eskalasi kasus ini, Pemkot Bandung tidak tinggal diam. Pemerintah menerapkan strategi pengamanan berlapis di wilayah-wilayah rawan pencurian.

Pertama, Pemkot mengerahkan patroli tambahan melalui kecamatan dan kelurahan. Petugas daerah diminta lebih aktif memantau kondisi fasilitas publik terutama di malam hari.

“Kami meningkatkan patroli untuk mencegah kejadian berulang,” kata Farhan.

Selain patroli, Pemkot juga mempertebal upaya pengawasan langsung terhadap fasilitas PJU dan Penerangan Jalan Lingkungan (PJL). Bila sebelumnya pemeriksaan dilakukan berkala, kini inspeksi rutin dilakukan lebih ketat agar kerusakan atau kehilangan bisa terdeteksi cepat.

“Pengamanan bukan sekadar pemasangan ulang. Pemeriksaan sekarang juga kami tambah dan intensifkan,” ungkap Farhan.

Perluasan CCTV di Lokasi-Lokasi Rawan

Langkah kedua yang dilakukan Pemkot Bandung adalah memperluas titik pemantauan berbasis CCTV. Saat ini sudah ada sekitar 500 titik CCTV yang aktif di berbagai sudut kota. Namun, dengan meningkatnya tindak kriminal, skala pengawasan akan diperbesar.

Farhan menuturkan bahwa pemantauan visual tidak lagi mengandalkan jaringan Kota Bandung semata. Sistem CCTV akan diintegrasikan dengan milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar monitoring keamanan terpusat dan lebih efisien.

“Integrasi dengan CCTV provinsi sedang berjalan, sehingga pengawasan bisa lebih menyeluruh,” jelasnya.

Dengan integrasi tersebut, kamera bisa membaca pergerakan mencurigakan di area yang sebelumnya tidak terjangkau.

Pemkot juga sedang memetakan titik-titik rawan untuk memastikan kamera terpasang di lokasi strategis: jalan protokol, area permukiman yang padat, hingga persimpangan yang minim penerangan.

Pencurian Diusut Tuntas: Laporan Sudah Masuk, Pelaku Diburu

Farhan memastikan kasus pencurian PJU ini tidak dibiarkan menggantung. Pemerintah telah melaporkannya secara resmi dan bekerja sama dengan aparat untuk menangkap pelaku.

“Aksi pencuriannya berulang. Sudah pasti dilaporkan. Kita tinggal tunggu pelakunya tertangkap,” ujarnya yakin.

Keberadaan CCTV baru diharapkan mempercepat investigasi. Tiap rekaman adalah jejak yang dapat mengungkap pola aksi, waktu pencurian, hingga kendaraan atau wajah pelaku.

Melalui kombinasi patroli darat dan pemantauan digital, pemerintah optimistis pelaku dapat segera diidentifikasi.

Mengapa Lampu PJU Jadi Target Pencurian?

Di balik maraknya kasus ini, ada motif yang cukup jelas: nilai ekonomis. Lampu PJU memiliki komponen bernilai tinggi, termasuk kabel tembaga dan unit lampunya. Komponen-komponen tersebut mudah dijual dan memiliki permintaan tinggi.

Sayangnya, kerugian kota jauh lebih besar daripada keuntungan sesaat pelaku. Pemasangan ulang PJU membutuhkan anggaran signifikan, belum lagi waktu pengerjaan dan risiko yang ditanggung warga selama lampu belum terpasang kembali.

Kasus pencurian lampu PJU menjadi alarm serius bagi Kota Bandung. Namun Pemkot telah bergerak cepat dengan memperketat patroli, memperluas jaringan CCTV, dan memperkuat pemeriksaan rutin.

Upaya ini diharapkan bukan hanya mengurangi angka pencurian, tetapi juga mengembalikan rasa aman warga.

Dengan sistem pengawasan yang lebih rapat dan kerja sama antarlembaga, Bandung berupaya memastikan bahwa kegelapan ini hanya sementara—dan kota akan kembali terang seperti sediakala.

Editor : Mahendra Aditya
#CCTV Kota Bandung #Pencurian lampu PJU Bandung #bandung #cctv bandung #lpju