RADAR KUDUS – Data terbaru yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Senin mencatat bahwa jumlah korban jiwa akibat banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kembali meningkat menjadi 442 orang.
Kepala BNPB Suharyanto menyampaikan dari Jakarta bahwa hingga saat ini, total korban yang masih dinyatakan hilang di tiga provinsi tersebut mencapai 402 orang.
Dari Pos Pendukung Nasional di Tapanuli Utara, ia menjelaskan bahwa di wilayah Sumatera Utara jumlah korban meninggal bertambah menjadi 217 orang setelah sejumlah jenazah yang sebelumnya hilang berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan.
Baca Juga: Dua Sahabat di Perjalanan Hidup: Perasaan yang Membimbing, Percaya Diri yang Menguatkan
Para korban ditemukan di berbagai wilayah, seperti Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Pakpak Barat, Kota Padang Sidempuan, Deli Serdang, hingga Nias.
Selain itu, tercatat pula 209 warga yang masih dalam pencarian setelah laporan kehilangan terus berdatangan dari posko-posko darurat di tingkat provinsi.
Suharyanto menambahkan bahwa ribuan penduduk yang terdampak kini mengungsi di sejumlah lokasi.
Di antaranya 3.600 jiwa di Tapanuli Utara, 1.659 jiwa di Tapanuli Tengah, 4.661 jiwa di Tapanuli Selatan, 4.456 jiwa di Kota Sibolga, 2.200 jiwa di Humbang Hasundutan, serta 1.378 jiwa di Mandailing Natal.
Di Aceh, data menunjukkan 96 penduduk meninggal dunia, sementara 75 orang masih dinyatakan hilang.
Bencana ini melanda 11 kabupaten/kota, termasuk Bener Meriah, Aceh Tengah, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur, Lhokseumawe, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Subulussalam, dan Nagan Raya. Jumlah pengungsi diperkirakan mencapai 62.000 kepala keluarga.
Baca Juga: Sembilan Tangga Kehidupan ala Pertanian: Percaya Diri sebagai Pondasi Pertumbuhan Hidup
Sementara itu, di Sumatera Barat jumlah korban meninggal tercatat 129 orang, dengan 118 warga masih hilang serta 16 orang mengalami luka-luka.
Para korban tersebar di Kabupaten Agam, Kota Padang Panjang, Kota Padang, Tanah Datar, Padang Pariaman, Pasaman Barat, Pasaman, Solok, Kota Solok, dan Pesisir Selatan. Total pengungsi di provinsi ini mencapai 77.918 jiwa.
BNPB menegaskan bahwa seluruh unsur pemerintah daerah bersama TNI–Polri, Basarnas, berbagai kementerian/lembaga, serta relawan terus bekerja maksimal untuk mempercepat proses pencarian korban.
Serta memenuhi kebutuhan dasar para penyintas, dan membuka jalur menuju daerah-daerah yang masih terisolasi hingga memasuki hari ketujuh status darurat bencana.