Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

TBS Kudus Teguhkan Khidmah di Usia Seabad

Zainal Abidin RK • Sabtu, 29 November 2025 | 02:33 WIB
Tasyakuran yang berlangsung di kompleks Yayasan TBS ini dihadiri sekitar 800 tamu undangan, mulai dari para rama kiai, pengurus pondok, jajaran Forkopimda, para rektor perguruan tinggi, Ketua PCNU
Tasyakuran yang berlangsung di kompleks Yayasan TBS ini dihadiri sekitar 800 tamu undangan, mulai dari para rama kiai, pengurus pondok, jajaran Forkopimda, para rektor perguruan tinggi, Ketua PCNU

KUDUS — Madrasah Tasywiquth Thullab Salafiyah (TBS) Kudus menggelar acara tasyakuran puncak Hari Lahir (Harlah) ke-100 pada Jumat (28/11), menandai satu abad kiprah lembaga pendidikan salafiyah yang telah menjadi rujukan keilmuan dan karakter di Kota Kretek.

Mengusung tema “Meneguh Pondasi Membangun Peradaban”, agenda ini menjadi puncak rangkaian peringatan satu abad TBS yang sebelumnya berlangsung sepanjang November.

Tasyakuran yang berlangsung di kompleks Yayasan TBS ini dihadiri sekitar 800 tamu undangan, mulai dari para rama kiai, pengurus pondok, jajaran Forkopimda, para rektor perguruan tinggi, Ketua PCNU Kudus, Ketua PDM Muhammadiyah Kudus, Kemenag, para guru, santri, hingga alumni.

Kehadiran lintas tokoh tersebut menjadi simbol eratnya hubungan TBS dengan masyarakat, ulama, pemerintah, dan pemangku pendidikan.

Bupati Kudus Sam'ani Intakoris yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Kudus, Revlisianto Subekti, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas kontribusi TBS yang dinilai konsisten menjaga nilai salafiyah sekaligus adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Madrasah TBS adalah rumah ilmu yang penuh berkah. Para guru dan kiai bukan hanya mendidik dengan kata, tetapi dengan keteladanan. Ilmu berpadu dengan adab dan akal, disinari oleh iman,” ujarnya.

Ia berharap di era kemajuan teknologi dan sosial, TBS tetap teguh menjaga nilai-nilai salaf, memperkuat peran sosial, serta meneguhkan khidmah bagi umat dan bangsa.

Pemkab, lanjutnya, berkomitmen mendukung langkah strategis TBS sebagai mitra pembangunan daerah.

“Mari kita kuatkan sinergi untuk meningkatkan kualitas SDM santri demi menyukseskan pembangunan Kudus.

Harapannya lahir generasi cerdas, berilmu, berkarimah, berkarakter, dan memegang nilai Ahlussunnah wal Jamaah,” tegasnya.

Photo
Photo

Dalam momentum satu abad ini, Pemkab Kudus juga memberikan hadiah istimewa berupa penetapan nama jalan KH Abdul Mukhid, salah satu pendiri TBS.

Jalan sepanjang sekitar 500 meter yang membentang dari Kajeksan (perempatan Sucen) hingga Kaliputu (SMA Taman Siswa) itu diresmikan sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan pendiri TBS yang telah mengabdikan hidupnya bagi pendidikan.

“Penamaan jalan ini diharapkan menjadi pengingat sejarah dan meneguhkan semangat melestarikan perjuangan TBS hingga memasuki usia seabad,” tambah Revlisianto.

Ketua Umum Panitia Harlah 100 Tahun TBS, Arif Musta’in, menjelaskan bahwa puncak peringatan ini bertepatan dengan tanggal berdirinya TBS, 7 Jumadil Akhir 1347 H, yang berketepatan dengan 28 November 2025.

Sebelumnya pada bulan Agustus melounching tema Meneguhkan pondasi membangun peradaban sampai 28 November 2025

“Hari ini adalah puncak tasyakuran satu abad TBS. Pemkab Kudus memberikan hadiah nama jalan KH Abdul Muhid, yang merupakan bentuk apresiasi terhadap pendiri madrasah kami yang telah ‘ngopeni’ pendidikan selama 100 tahun,” katanya.

Arif juga memaparkan bahwa TBS kini telah berkembang menjadi lembaga pendidikan berjenjang lengkap, mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA, hingga Ma’had Aly.

Pada momentum harlah ini, panitia turut meluncurkan buku refleksi 100 tahun TBS yang ditulis oleh akademisi dari berbagai universitas dalam dan luar negeri yang terdiri dari 100 artikel.

Sebanyak 2.000 eksemplar buku dicetak, berisi telaah kiprah TBS serta testimoni para alumni dan tokoh.

Tim redaksi menetapkan delapan penulis utama testimoni 100 Tahun TBS, yakni Prof. Dr. Azmil bin Hasim (Malaysia) artikel nomor 7, K. Muhammad Mujab artikel nomor 6, Dr. Hj. Alai Najib artikel nomor 13, KH Noor Muslihan artikel nomor 47, Prayitno artikel nomor 28, Prof. Dr. Hilal Majdi M.Pd artikel nomor 11, Dr. H. Noor Aflah artikel nomor 20, dan Prof. Madya Dato’ Dr. Muhammad Aiman al-Akiti (Malaysia) artikel nomor 25.

Delapan nama tersebut ditautkan dalam simbol angka perjalanan TBS, yakni 7-6-1347 dan 28-11-2025, yang kemudian dirangkai sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah perjalanan madrasah.

Melalui tasyakuran puncak harlah ini, TBS meneguhkan kembali komitmen melahirkan generasi beradab, berilmu, dan berperan bagi peradaban. Satu abad telah dilalui, namun semangat pengabdian yang diwariskan para pendiri diyakini terus menjadi cahaya bagi perjalanan TBS di masa depan. (dik)

Editor : Zainal Abidin RK