Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Jumlah Periset Masih Rendah, BRIN Usulkan Rekrutmen Besar-Besaran Tahun 2026

Ali Mustofa • Selasa, 25 November 2025 | 22:42 WIB
Photo
Photo

RADAR KUDUS – Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, mengungkapkan bahwa institusinya tengah menyiapkan peluang formasi periset dalam seleksi CPNS 2026 sebagai langkah untuk mengatasi kekurangan tenaga peneliti di Indonesia.

Arif menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Sidang Terbuka Majelis Pengukuhan Profesor Riset BRIN di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan bahwa BRIN akan mengajukan penambahan formasi kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).

“Kami akan mendorong Kementerian PANRB untuk menambah kuota periset, khususnya di bidang-bidang strategis yang sangat dibutuhkan saat ini,” ujar Arif.

Menurutnya, jumlah periset di Indonesia saat ini masih jauh dari ideal, yakni sekitar 300 peneliti per satu juta penduduk.

Angka ini masih tertinggal jauh dari negara-negara maju yang dapat mencapai hingga 4.000 periset untuk jumlah penduduk yang sama.

Ia menyebut sejumlah sektor prioritas yang membutuhkan banyak tenaga baru, seperti pemuliaan tanaman, nanoteknologi, genomik, antariksa, sains material, dan teknologi keberlanjutan.

Selain itu, ilmu sosial juga dikatakan penting karena banyak riset tidak dapat berdiri sendiri tanpa kajian sosial, ekonomi, dan konteks pedesaan.

“Semua bidang itu penting, namun relevansinya tergantung pada sektor yang dituju. Misalnya bidang pangan, tetap membutuhkan kontribusi dari ahli satelit, material science, hingga engineering untuk menghasilkan inovasi pertanian yang kuat,” jelas Arif.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas disiplin merupakan kunci agar penelitian benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dengan semakin kompleksnya tantangan, kebutuhan akan peneliti yang mumpuni menjadi semakin mendesak.

Arif menambahkan, BRIN terus memperkuat ekosistem riset agar mampu menarik lebih banyak talenta muda untuk berkecimpung sebagai periset.

“Karena itu, proses talent spotting untuk menemukan peneliti unggul harus ditingkatkan. Kita harus menciptakan lingkungan riset yang membuat orang nyaman, tertarik, dan ingin berkarier sebagai peneliti,” pungkasnya.

 

Editor : Ali Mustofa
#peneliti #kementerian panrb #periset #BRIN #CPNS 2026