RADAR KUDUS - Real Madrid harus menelan hasil pahit saat bertandang ke Estadio Martinez Valero.
Dominasi sepanjang pertandingan tak cukup menyelamatkan mereka dari hasil imbang 2-2 kontra Elche—sebuah skor yang terasa seperti kekalahan terselubung bagi pasukan Xabi Alonso.
Sejak peluit awal, Madrid tampil agresif. Kylian Mbappé memimpin barisan depan dengan serangkaian teror yang membuat lini belakang Elche harus bekerja ekstra keras.
Namun kenyataan di lapangan berkata lain: Elche justru tampil tanpa gentar di hadapan pendukungnya sendiri.
Rafa Mir beberapa kali memaksa Courtois berjibaku. Namun meski Madrid memegang bola lebih banyak, gol tetap tak hadir sampai babak pertama berakhir.
Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain Arsenal vs Tottenham: Gabriel Magelhaes Absen, Piero Hincapie Main?
Kejutan dari Elche
Memasuki paruh kedua, Elche tampil lebih percaya diri. Kebuntuan pecah pada menit ke-53 ketika Aleix Febas menuntaskan umpan terukur dari German Valera dan menjebol gawang Courtois. Stadion meledak oleh sorakan tuan rumah.
Madrid berusaha mengubah alur lewat pergantian pemain. Upaya itu akhirnya berbuah gol penyeimbang pada menit ke-78. Dean Huijsen memanfaatkan kemelut dari sepak pojok untuk mengamankan skor menjadi 1-1.
Namun Elche belum selesai. Hanya enam menit berselang, Alvaro Rodriguez mengoyak jala Madrid dan membawa timnya kembali unggul 2-1, membuat pendukung Los Blancos terhenyak.
Baca Juga: 19 Pemain Cedera! Derby Arsenal vs Spurs Tak Tampil Kekuatan Penuh?
Bellingham Penyelamat, Tapi Belum Cukup
Mental Madrid diuji keras. Beruntung, Jude Bellingham kembali menjadi pembeda. Pada menit ke-87, umpan Mbappé berhasil dituntaskannya menjadi gol, mengubah skor menjadi 2-2.
Babak akhir laga berlangsung liar—serangan saling berbalas, kartu merah untuk Victor Chust di masa tambahan waktu, dan tekanan bertubi-tubi dari Madrid. Tetapi hingga peluit panjang berbunyi, skor tak lagi berubah.
Los Blancos harus pulang dengan satu poin yang terasa sangat mahal harganya.
Dampak di Klasemen: Madrid Mulai Terasa Dikejar
Hasil imbang ini menahan laju Real Madrid di puncak klasemen LaLiga. Dengan koleksi 32 poin, pasukan Xabi Alonso kini hanya unggul satu angka dari Barcelona. Keunggulan yang sebelumnya nyaman kini berubah rapuh.
Sementara itu, Elche boleh berbangga. Dengan mental baja dan performa yang disiplin, mereka bertahan di posisi ke-11 dengan 16 poin. Bukan hasil buruk bagi sebuah tim yang menghadapi raksasa Liga Spanyol.
Statistik Pemain: Duel Sengit di Semua Lini
Elche:
Inaki Pena; David Affengruber, Victor Chust, Alvaro Nunez; German Valera (Leo Petrot 83’), Hector Fort (Adria Pedrosa 66’), Marc Aguado (Federico Redondo 83’), Aleix Febas; Grady Diangana (Martim Neto 66’), Andre Silva (Alvaro Rodriguez 79’), Rafa Mir.
Real Madrid:
Thibaut Courtois; Dean Huijsen, Alvaro Carreras (Brahim Diaz 88’), Raul Asencio; Dani Ceballos (Eduardo Camavinga 57’), Arda Güler (Gonzalo Garcia 64’); Jude Bellingham; Fran Garcia (Federico Valverde 57’); Trent Alexander-Arnold, Kylian Mbappé, Rodrygo (Vinicius Junior 57’).
Madrid Butuh Evaluasi Serius
Hasil imbang ini mempertegas satu hal: Madrid memiliki kualitas, tetapi belum cukup tajam mengunci kemenangan di laga-laga berat. Dominasi tidak selalu setara dengan tiga angka.
Xabi Alonso harus bekerja lebih keras memperkuat fokus tim, terutama dalam menghadapi tekanan dari tim-tim yang tampil tanpa rasa takut seperti Elche. LaLiga masih panjang, tetapi rentetan hasil seperti ini bisa merusak momentum.
Editor : Mahendra Aditya