RADAR KUDUS - Pendopo Kabumian, Kebumen, menjadi saksi momen penuh penghormatan ketika Pemerintah Kabupaten Kebumen menyerahkan tali asih kepada 116 pegawai negeri yang memasuki masa pensiun.
Acara yang digelar Kamis (20/11/2025) ini berlangsung khidmat, sederhana, namun sarat makna karena menghadirkan perjalanan panjang para abdi negara yang telah puluhan tahun mengabdikan diri.
Para penerima tali asih berasal dari tiga kelompok waktu masa pensiun: TMT 1 Oktober (39 orang), TMT 1 November (45 orang), dan TMT 1 Desember (32 orang). Totalnya, 116 PNS resmi melepas tugas dan kembali ke masyarakat sebagai purna bakti yang penuh pengalaman.
Deretan Nama yang Melepas Seragam PNS
Beberapa purna tugas hadir dengan penuh kebanggaan dan rasa haru. Di antaranya:
-
Puguh Supriyanto, Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Disperkimhub
-
Dra. Dewi Handokowati, Guru SMPN 4 Gombong
-
Nasrudin, Sekcam Poncowarno
-
Dra. Seha Rahayu, M.M., Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos P3A
Mereka adalah contoh wajah dedikasi yang memberikan warna pembangunan Kabupaten Kebumen dari berbagai sektor.
Bupati Lilis: Mereka Adalah “Pahlawan Kabupaten”
Dalam sambutannya, Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh purna tugas. Ia menyebut para pensiunan sebagai pahlawan yang selama ini menjadi pondasi birokrasi.
“Ucapan selamat memasuki masa pensiun bukan sekadar seremonial,” ujarnya, “tapi penghormatan atas puluhan tahun tenaga, pikiran, dan kesabaran yang telah diberikan.”
Bupati menegaskan bahwa perjalanan seorang PNS tidak selalu mulus. Banyak hari berat, banyak tugas tak terduga, hingga berbagai tekanan yang harus dijalani dengan penuh tanggung jawab. Menurutnya, pengabdian mereka telah meninggalkan jejak kuat yang akan terus dikenang masyarakat.
Harapan untuk Masa Pensiun yang Tetap Aktif
Bupati juga memberikan pesan agar masa pensiun tidak dijalani dengan pasif. Ia mendorong para purna tugas untuk tetap bersosialisasi melalui PWRI, komunitas lansia, serta berbagai kelompok yang bisa menjaga kesehatan jasmani dan mental.
“Masa pensiun harus menjadi ruang baru untuk menemukan kebahagiaan, bukan berhenti beraktivitas,” ujarnya.
Baginya, setelah melepas status PNS, seseorang tetap memiliki potensi besar untuk berkontribusi di lingkungan masing-masing. Pengalaman puluhan tahun bekerja dalam pelayanan publik dapat menjadi inspirasi sekaligus bekal untuk pengabdian baru, meski tidak lagi terikat dengan struktur pemerintahan.
“Warisan Berharga” untuk Generasi PNS Berikutnya
Dalam momen tersebut, Bupati Lilis menekankan satu hal penting: integritas dan disiplin para pensiunan merupakan warisan tak ternilai bagi generasi birokrat berikutnya.
“Cara Bapak dan Ibu menjaga amanah adalah cahaya bagi para PNS muda,” tegasnya.
Ia menilai bahwa pembangunan daerah bukan hanya soal program besar, tapi juga keteladanan kecil yang dilakukan setiap hari oleh para abdi negara. Dari meja pelayanan desa hingga ruang-ruang strategis kabupaten, jejak para pensiunan akan tetap menjadi bagian dari perjalanan Kebumen.
Mengakhiri sambutan, Bupati memberikan petuah yang menjadi penanda akhir sebuah era sekaligus awal baru bagi para pensiunan.
“Tugas boleh selesai, status boleh berubah, tetapi kebaikan yang Bapak-Ibu tinggalkan akan terus hidup,” katanya.
Ia berharap masa pensiun menjadi fase yang membawa kesehatan, ketenangan, dan kebahagiaan bagi seluruh purna tugas yang hari itu dilepas secara terhormat.
Editor : Mahendra Aditya