Kapan Puncak Hujan Meteor Leonid 2025? Ini Jadwal Lengkap untuk Indonesia
Iwan Arfianto• Minggu, 16 November 2025 | 23:12 WIB
ILUSTRASI: Hujan Meteor.
Jakarta – Fenomena hujan meteor Leonid kembali menghiasi langit pada pertengahan November.
Pengamat langit di Tanah Air berkesempatan menikmati lintasan meteor-meteor cepat ini tanpa perlengkapan khusus, asalkan mengetahui jadwal terbaik untuk melihatnya.
Para astronom mencatat bahwa Leonid termasuk salah satu hujan meteor yang paling dinantikan karena kecepatan dan jumlah meteor yang bisa tampak jelas di malam tertentu.
Kapan Puncak Leonid Terjadi?
Menurut data pengamatan dari situs astronomi In the Sky, hujan meteor Leonid berlangsung mulai awal November hingga awal Desember.
Untuk tahun 2025, periode aktivitas tertinggi akan terjadi pada malam 17 menuju 18 November.
Puncak global Leonid tercatat terjadi pada 18 November dini hari waktu universal (UTC).
Jika dikonversi ke waktu Indonesia, terutama WIB, momen terbaik diprediksi jatuh pada sekitar pukul 01.00–02.00 WIB.
Waktu setelah tengah malam hingga menjelang subuh merupakan saat paling ideal untuk menyimak Leonid, karena titik radiannya di rasi Leo berada semakin tinggi di langit.
Bagi pengamat di Indonesia, disarankan mulai menyiapkan pengamatan sejak pukul 01.00 WIB dan melanjutkannya hingga mendekati fajar.
Dari Mana Asal Hujan Meteor Leonid?
NASA menjelaskan bahwa hujan meteor Leonid terbentuk ketika Bumi melintasi jejak debu dari komet 55P/Tempel-Tuttle.
Komet ini mengelilingi Matahari setiap 33 tahun, meninggalkan partikel halus yang kemudian terbakar saat memasuki atmosfer Bumi.
Keunikan Leonid terletak pada kecepatannya.
Meteor-meteor Leonid dapat menembus atmosfer hingga 71 km per detik, membuatnya menjadi salah satu hujan meteor tercepat yang dapat diamati manusia.
Titik asal datangnya meteor berada di rasi Leo.
Namun untuk menyaksikannya, pengamat tidak harus menatap langsung ke arah rasi tersebut karena meteor dapat melesat di berbagai area langit.
Tips Melihat Hujan Meteor Leonid di Indonesia
Untuk memaksimalkan peluang melihat meteor, berikut panduan yang bisa diikuti:
1. Cari lokasi minim cahaya
Arahkan pengamatan dari area yang jauh dari lampu kota, gedung tinggi, atau permukiman padat.
2. Mulai pengamatan setelah tengah malam
Waktu terbaik antara 01.00 – 04.00 WIB, bersamaan dengan puncak aktivitas meteornya.
3. Adaptasi mata dengan gelap
Butuh sekitar 20–30 menit agar mata dapat menangkap cahaya meteor yang redup.
4. Tak perlu teleskop atau teropong
Leonid lebih nyaman dilihat dengan mata telanjang karena jalur meteornya luas dan cepat.
5. Cek ramalan cuaca
Langit cerah tanpa awan akan sangat menentukan keberhasilan pengamatan.
Fenomena Leonid menjadi salah satu atraksi langit yang paling mudah dinikmati setiap tahun.
Jika kondisi cuaca mendukung, pengamat di Indonesia memiliki peluang besar untuk melihat meteor berkecepatan tinggi melintas di langit dini hari.