Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Prabowo Tetapkan Marsinah dan 9 Tokoh Lain sebagai Pahlawan Nasional 2025

Ali Mustofa • Senin, 10 November 2025 | 20:58 WIB
Marsinah.
Marsinah.

RADAR KUDUS – Presiden Prabowo Subianto resmi menetapkan sepuluh tokoh sebagai Pahlawan Nasional dalam upacara kenegaraan di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025) pagi.

Para tokoh yang dianugerahi gelar tersebut berasal dari latar belakang berbeda, mulai dari mantan kepala negara, tokoh agama, pegiat pendidikan, hingga aktivis gerakan buruh.

Upacara penganugerahan berlangsung khidmat dan dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, para menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga tinggi negara seperti Ketua MPR Ahmad Muzani, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, serta Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin.

Baca Juga: Prabowo Tetapkan 10 Pahlawan Nasional Baru, Termasuk Gus Dur dan Soeharto

Keluarga para tokoh yang mendapat gelar pahlawan juga hadir bersama para gubernur dari daerah asal masing-masing.

Di ruang utama Istana, deretan foto para tokoh yang diangkat sebagai Pahlawan Nasional terpampang berdampingan.

Potret Marsinah, Presiden ke-2 RI Soeharto, dan Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid tampak ditempatkan pada baris terdepan.

Salah satu tokoh yang menjadi perhatian adalah Marsinah, aktivis buruh perempuan asal Jawa Timur.

Gelar Pahlawan Nasional untuk Marsinah dibacakan oleh Sekretaris Militer Presiden Brigjen TNI Wahyu Yudhayana, sebelum diserahkan langsung oleh Presiden Prabowo kepada ahli warisnya.

Marsinah adalah buruh pabrik arloji PT Catur Putra Surya (CPS) di Porong, Sidoarjo.

Lahir pada 10 April 1969 di Nganjuk, ia tumbuh dalam keluarga sederhana dan sejak muda sudah bekerja demi membantu ekonomi keluarga.

Baca Juga: Dominan di Etihad, Manchester City Bungkam Liverpool Tiga Gol Tanpa Balas

Selain bekerja di pabrik, ia sempat berjualan nasi bungkus untuk menambah penghasilan.

Tragedi yang menimpa Marsinah berawal dari aksi mogok kerja pada awal Mei 1993.

Setelah tuntutan buruh dikabulkan, kecuali soal pembubaran Unit Kerja SPSI, sejumlah buruh dipanggil aparat dan ditekan untuk mengundurkan diri.

Marsinah yang mengetahui hal itu mengirimkan surat kepada teman-temannya dan menyatakan siap membawa persoalan tersebut kepada keluarganya yang bekerja di institusi hukum.

Namun tak lama kemudian, Marsinah menghilang. Tiga hari setelah hilangnya, jasadnya ditemukan di kawasan hutan di Nganjuk dengan tanda-tanda penyiksaan.

Baca Juga: Madura United Akhiri Era Alfredo Vera, Pelatih Pengganti Sudah Tiba di Indonesia

Kasus ini kemudian mencatatkan nama Marsinah sebagai simbol perjuangan buruh dan menjadi salah satu catatan kelam pelanggaran HAM di Indonesia.

Di Istana Negara, suasana haru terasa kuat ketika keluarga Marsinah menerima gelar tersebut.

Marsini, kakak kandung Marsinah, menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden dan seluruh pihak yang selama ini memperjuangkan pengakuan bagi adiknya.

Marsini menceritakan kembali keteguhan hati adiknya yang sejak kecil hidup penuh keterbatasan. Ia menyatakan kebanggaannya karena perjuangan Marsinah akhirnya diakui oleh negara, sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat Nganjuk.

Wijiati, adik Marsinah lainnya, juga tak kuasa menahan air mata saat prosesi berlangsung.

Momen ketika ia mencium foto Marsinah setelah acara selesai menambah haru para hadirin.

Dalam pesannya, Marsini meminta agar semangat perjuangan buruh yang diperjuangkan Marsinah tidak berhenti sampai di sini.

Ia berharap nilai keberanian, keadilan, dan solidaritas yang diperjuangkan Marsinah terus menjadi inspirasi bagi para pekerja di seluruh Indonesia.

Selain Marsinah, negara juga menetapkan Soeharto, Gus Dur, Mochtar Kusumaatmadja, dan sejumlah tokoh lain sebagai Pahlawan Nasional tahun 2025.

Upacara penganugerahan tersebut menegaskan bahwa jasa para tokoh bangsa dari berbagai latar belakang tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah Indonesia.

Editor : Ali Mustofa
#gus dur #Presiden Prabowo #aktivis buruh #marsinah #pahlawan nasional #abdurrahman wahid