SURABAYA – Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus kembali menegaskan komitmennya menjaga kepercayaan publik setelah munculnya laporan gangguan mesin kendaraan usai pengisian bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU Jawa Timur.
Hingga Rabu (5/11), sebanyak 782 laporan kendaraan mogok atau brebet telah tertangani di bengkel rekanan resmi Pertamina.
Region Manager Retail Sales Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Deny Sukendar, menyampaikan bahwa mayoritas kendaraan yang mengalami kendala tidak memerlukan perbaikan besar.
“Sebagian besar cukup dilakukan pembersihan tangki dan penggantian bahan bakar. Hasilnya langsung normal kembali,” ujarnya saat ditemui di bengkel rekanan Manyar, Surabaya, Kamis (6/11).
Respons Cepat dan Transparan
Deny menegaskan bahwa langkah cepat Pertamina bukan sekadar memperbaiki kendaraan bermasalah, tetapi juga bentuk tanggung jawab moral perusahaan kepada masyarakat.
“Kami terus memastikan kualitas bensin di setiap SPBU tetap dalam standar terbaik. Pemeriksaan meliputi kadar air, density, hingga proses distribusi dari terminal ke SPBU,” jelasnya.
Pertamina, lanjut Deny, juga menggandeng Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk melakukan monitoring bersama. Investigasi teknis tengah dilakukan untuk memastikan penyebab gangguan pada mesin kendaraan.
“Kami minta maaf atas ketidaknyamanan masyarakat. Ini bagian dari tanggung jawab kami sebagai penyedia energi nasional,” tambahnya.
BBM Dipastikan Aman dan Sesuai Standar
Pertamina memastikan bahwa seluruh produk BBM yang disalurkan sudah melalui serangkaian uji kualitas dan pengawasan ketat.
Proses tersebut dimulai dari terminal pengiriman hingga SPBU resmi yang beroperasi di bawah standar operasional prosedur (SOP) Pertamina.
“Distribusi BBM tetap berjalan normal. Kami menjamin suplai energi masyarakat tidak terganggu,” ujar Deny. Ia menekankan bahwa setiap tahapan pengiriman BBM kini mendapat pemantauan langsung agar kejadian serupa tidak terulang.
Langkah ini sekaligus menjadi bukti komitmen Pertamina Patra Niaga dalam menjaga mutu dan keamanan produk di tengah tingginya mobilitas masyarakat, khususnya di wilayah Jawa Timur yang memiliki konsumsi BBM terbesar di kawasan Jatimbalinus.
Layanan Posko Aduan dan Bengkel Rekanan
Sebagai bentuk keterbukaan informasi publik, Pertamina membuka posko layanan aduan masyarakat di setiap SPBU.
Konsumen yang mengalami kendala setelah pengisian BBM dapat langsung melapor di SPBU tempat terakhir mereka mengisi bahan bakar atau menghubungi Pertamina Call Center 135.
Selain itu, Pertamina juga telah menunjuk 32 bengkel rekanan resmi di berbagai wilayah Jawa Timur untuk menangani keluhan konsumen.
Dari total tersebut, 23 bengkel khusus sepeda motor dan 9 bengkel mobil siap siaga menerima laporan 24 jam.
“Semua bengkel telah kami arahkan untuk bertindak cepat, transparan, dan profesional. Tujuan kami satu: memastikan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas BBM Pertamina tetap terjaga,” tutur Deny.
Evaluasi Menyeluruh dan Antisipasi
Pihak Pertamina juga tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap rantai distribusi BBM, mulai dari penyimpanan hingga sistem logistik.
Hal ini dilakukan untuk menutup potensi kesalahan teknis yang dapat memengaruhi kualitas bahan bakar.
Keterlibatan pemerintah daerah menjadi langkah strategis dalam memastikan pengawasan berjalan optimal.
“Kami ingin semua pihak turut menjaga kualitas BBM, karena ini menyangkut keselamatan dan kenyamanan masyarakat luas,” jelas Deny.
Tak hanya itu, Pertamina juga menyiapkan prosedur tanggap darurat jika terjadi keluhan serupa di kemudian hari.
Prosedur ini mencakup respon cepat di lapangan, pengecekan kualitas langsung, hingga penanganan teknis gratis di bengkel rekanan.
Kepercayaan Publik Jadi Taruhan
Fenomena “kendaraan brebet” yang sempat viral di berbagai daerah Jawa Timur beberapa waktu lalu sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengguna kendaraan pribadi.
Namun, langkah cepat dan terbuka yang diambil Pertamina berhasil meredam kepanikan publik.
Deny menilai, kepercayaan konsumen adalah aset terbesar Pertamina. Karena itu, setiap laporan dari masyarakat diperlakukan serius dan dijadikan bahan evaluasi sistemik.
“Kami ingin masyarakat tahu bahwa setiap keluhan mereka tidak akan diabaikan. Ada tanggung jawab moral yang kami pegang,” tegasnya.
Dengan langkah-langkah pemantauan berlapis dan koordinasi lintas lembaga, Pertamina berharap kasus serupa dapat diminimalisir ke depannya.
“Kami tidak ingin ada lagi masyarakat yang dirugikan. Ke depan, pengawasan akan semakin ketat,” pungkas Deny.
Dampak dan Harapan ke Depan
Kasus 782 kendaraan yang sempat brebet menjadi momentum penting bagi Pertamina untuk memperkuat pengawasan di seluruh rantai distribusi.
Masyarakat pun diimbau tetap melapor jika mengalami gangguan, agar evaluasi dan penanganan bisa dilakukan cepat dan tepat.
Di tengah meningkatnya kebutuhan energi, transparansi dan tanggung jawab menjadi kunci menjaga stabilitas kepercayaan publik.
Langkah tegas Pertamina di Jawa Timur menjadi contoh bahwa perusahaan energi nasional ini tak sekadar menjual bahan bakar, tapi juga menjaga keamanan dan kepercayaan konsumen Indonesia.
Editor : Mahendra Aditya