Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Gunung Semeru Erupsi Empat Kali dalam Sehari, Kolom Abu Capai 600 Meter

Iwan Arfianto • Senin, 3 November 2025 | 18:46 WIB
 Foto erupsi Gunung Semeru 
 Foto erupsi Gunung Semeru 

LUMAJANG – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Jawa Timur kembali meningkat.

Gunung yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang itu tercatat mengalami empat kali erupsi pada Rabu (3/9/2025), dengan ketinggian kolom abu mencapai 600 meter dari puncak kawah.

Menurut laporan Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, erupsi pertama terjadi pada pukul 01.02 WIB.

Saat itu, tinggi kolom letusan tidak teramati secara visual karena tertutup kabut tebal.

“Erupsi pertama berlangsung pada pukul 01.02 WIB, dan hingga laporan dibuat, aktivitas erupsi masih terus terjadi,” kata Liswanto dalam laporan tertulis di aplikasi MAGMA Indonesia.

Erupsi kedua terjadi pada pukul 01.46 WIB, dengan kolom abu teramati setinggi 600 meter di atas puncak gunung.

Arah sebaran abu condong ke barat daya. Aktivitas vulkanik kemudian berlanjut menjelang pagi, tepatnya pada pukul 05.54 WIB, ketika erupsi ketiga kembali terjadi dengan tinggi kolom letusan stabil di kisaran 600 meter.

Menjelang siang, petugas pos pengamatan lainnya, Mukdas Sofian, melaporkan terjadinya erupsi keempat pada pukul 12.26 WIB.

Kali ini, visual kolom letusan tidak teramati karena cuaca di sekitar puncak tertutup kabut tebal.

Berdasarkan data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), status aktivitas Gunung Semeru saat ini masih berada pada Level II (Waspada).

Masyarakat diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah puncak, serta menghindari area sepanjang Besuk Kobokan sejauh 8 kilometer dari puncak gunung.

PVMBG juga memperingatkan potensi awan panas guguran, lava pijar, serta lahar hujan di sungai-sungai yang berhulu di puncak Semeru, seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, dan Besuk Kembar.

“Masyarakat di sepanjang aliran sungai dan anak sungai yang berhulu di Gunung Semeru diimbau untuk tetap waspada, terutama saat turun hujan, karena material vulkanik masih mudah terbawa arus,” ujar Mukdas dalam laporannya.

Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) merupakan gunung api paling aktif di Pulau Jawa.

Aktivitas erupsi dengan intensitas ringan hingga sedang kerap terjadi hampir setiap bulan, menjadikan pemantauan terus dilakukan secara intensif oleh petugas di lapangan.

Editor : Ali Mustofa
#aktivitas vulkanik #gunung semeru #Erupsi semeru