Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Jawa Timur Kuasai Kuota Haji 2026, Pemerintah Samakan Masa Tunggu Jadi 26 Tahun

Iwan Arfianto • Rabu, 29 Oktober 2025 | 19:25 WIB

 

BARU: Arab Saudi mengeluarkan peraturan baru terkait ibadah haji tahun 2025. (FOTO: MUI)
BARU: Arab Saudi mengeluarkan peraturan baru terkait ibadah haji tahun 2025. (FOTO: MUI)

JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI resmi menetapkan pembagian kuota haji reguler tahun 2026 untuk seluruh provinsi di Indonesia.

Dalam pembagian terbaru ini, Jawa Timur kembali menjadi provinsi dengan jumlah jemaah terbanyak, mencapai 42.409 orang.

Total kuota haji Indonesia tahun 2026 ditetapkan sebanyak 221.000 jemaah, yang terdiri dari 203.320 jemaah haji reguler dan 17.680 jemaah haji khusus.

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan pembagian kuota tahun depan dilakukan dengan mempertimbangkan proporsi jumlah pendaftar di setiap provinsi.

“Prinsipnya, pembagian kuota ini berlandaskan asas keadilan. Daerah dengan daftar tunggu lebih panjang otomatis mendapatkan porsi lebih besar,” ujar Dahnil dalam rapat bersama Komisi VIII DPR, Selasa (28/10/2025).

Baca Juga: Disiplin Jadi Kunci Sukses: Deretan Artis Korea Ini Buktikan Dulunya Berasal dari Dunia Atlet!

5 Provinsi dengan Kuota Terbesar

Berdasarkan data resmi Kemenhaj, lima provinsi dengan kuota haji reguler terbanyak tahun 2026 adalah:

Jawa Timur – 42.409 jemaah

Jawa Tengah – 34.122 jemaah

Jawa Barat – 29.643 jemaah

Sulawesi Selatan – 9.670 jemaah

Banten – 9.124 jemaah

Provinsi dengan Kuota Paling Sedikit

Sebaliknya, sejumlah provinsi di wilayah timur Indonesia masih mendapatkan kuota terbatas. Lima provinsi dengan kuota paling sedikit antara lain:

Sulawesi Utara – 402 jemaah

Papua Barat – 447 jemaah

Kalimantan Utara – 489 jemaah

Nusa Tenggara Timur (NTT) – 516 jemaah

Maluku – 587 jemaah

Sistem Baru: Masa Tunggu Disamaratakan

Selain pembagian kuota, pemerintah juga memperkenalkan kebijakan baru dengan menyamakan masa tunggu haji menjadi 26 tahun di seluruh provinsi.
Kebijakan ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, menggantikan sistem lama yang masa tunggunya sangat bervariasi antara 20 hingga 47 tahun.

“Dengan penyamarataan masa tunggu, nilai manfaat setoran haji juga akan lebih adil. Semua jemaah menunggu dalam jangka waktu yang sama,” terang Dahnil.

Rincian Kuota Lengkap

Berikut rincian kuota haji reguler 2026 untuk 34 provinsi di Indonesia:

Jawa Timur – 42.409

Jawa Tengah – 34.122

Jawa Barat – 29.643

Sulawesi Selatan – 9.670

Banten – 9.124

DKI Jakarta – 7.819

Sumatera Utara – 5.913

Lampung – 5.827

NTB – 5.798

Aceh – 5.426

Sumatera Selatan – 5.354

Kalimantan Selatan – 5.187

Riau – 4.682

Sumatera Barat – 3.928

DIY – 3.748

Jambi – 3.576

Kalimantan Timur – 3.189

Sulawesi Tenggara – 2.063

Kalimantan Barat – 1.858

Sulawesi Tengah – 1.753

Bali – 1.698

Kalimantan Tengah – 1.559

Sulawesi Barat – 1.450

Bengkulu – 1.357

Kepulauan Riau – 1.085

Bangka Belitung – 1.077

Papua – 933

Maluku Utara – 785

Gorontalo – 608

Maluku – 587

Kalimantan Utara – 489

Papua Barat – 447

NTT – 516

Sulawesi Utara – 402

Kemenhaj menegaskan, sistem baru ini diharapkan bisa membuat penyelenggaraan ibadah haji lebih transparan, berkeadilan, dan memberikan kepastian bagi seluruh calon jemaah di Tanah Air.

Editor : Ali Mustofa
#kuotahaji #kementerian haji dan umrah #dahnil anzar simanjuntak #kuota haji 2026 #Wakil Menteri Haji dan Umrah #Komisi VIII DPR RI