RADAR KUDUS - Banjir merendam lima kecamatan di Kota Medan, Sumatera Utara, sejak Minggu 12 Oktober 2025 dini hari. Ratusan warga terpaksa mengungsi setelah air dari sungai meluap akibat hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut.
Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumatera Utara melaporkan, lima kecamatan yang terdampak banjir masing-masing adalah Kecamatan Medan Selayang, Medan Maimun, Medan Johor, Medan Polonia, dan Medan Labuhan.
Dari kelima wilayah itu, Kecamatan Medan Maimun tercatat paling parah terdampak. Banjir di kawasan tersebut melanda lima kelurahan, yakni Kelurahan Sei Mati, Suka Raja, Hamdan, dan Kampung Baru. Totalnya, ratusan rumah terendam dengan ratusan kepala keluarga (KK) terdampak.
Sementara di Kecamatan Medan Johor, banjir melanda tiga kelurahan: Kuala Bekala, Pangkalan Mansyhur, dan Gedung Johor. Sedikitnya 145 rumah dan lebih dari 1.000 jiwa dilaporkan terdampak.
Di Kecamatan Medan Polonia, genangan melanda dua kelurahan yakni Sari Rejo dan Polonia dengan total 54 KK terdampak. Adapun Kecamatan Medan Labuhan turut mengalami banjir di dua kelurahan — Pekan Labuhan dan Martubung — dengan sekitar 405 jiwa dilaporkan mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Sedangkan di Kecamatan Medan Selayang, banjir terpantau di Kelurahan Beringin yang menyebabkan 70 rumah terendam.
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, mengatakan pihaknya masih terus melakukan pendataan jumlah korban terdampak dan kerugian akibat bencana tersebut.
"Kondisi terkini masih dalam proses penanganan dan pendataan oleh pemerintah setempat,” ujarnya.
Hingga Minggu malam, tim BPBD bersama pemerintah daerah dan relawan terus melakukan evakuasi serta menyalurkan bantuan logistik ke lokasi terdampak.
BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat intensitas hujan di wilayah Medan dan sekitarnya masih tinggi dalam beberapa hari terakhir.
Editor : Mahendra Aditya