GAZA — Kelompok perjuangan Palestina Hamas mengonfirmasi telah mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang di Jalur Gaza dan memastikan penarikan pasukan Israel dari wilayah tersebut.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengumumkan bahwa Israel dan Hamas telah menandatangani tahap awal perjanjian damai Gaza yang diinisiasi Washington.
“Hamas menyetujui kesepakatan yang mencakup penghentian perang, penarikan pasukan Israel, penyaluran bantuan kemanusiaan, dan pertukaran tahanan,” demikian pernyataan resmi Hamas, Rabu (8/10).
Baca Juga: Hukum Sebab Akibat dalam Islam: Menyelami Ikhtiar, Takdir, dan Hikmah Ilahi
Hamas juga mendesak Trump dan negara-negara penjamin untuk memastikan Israel mematuhi isi kesepakatan.
“Kami tidak akan mengabaikan pengorbanan rakyat kami dan tetap memperjuangkan kebebasan serta hak menentukan nasib sendiri,” tulis Hamas.
Negosiasi damai kini berlangsung di Sharm el-Sheikh, Mesir.
Dengan keterlibatan Amerika Serikat, Qatar, Mesir, dan Turki sebagai mediator.
Trump menyebut ada “peluang nyata” tercapainya perdamaian, meski jadwal dan mekanisme penarikan pasukan Israel belum jelas.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan perang Gaza merupakan “perjuangan untuk eksistensi Israel” dan menargetkan tiga hal utama.
Baca Juga: Tragedi Pesta Miras di Gubuk Perkebunan, Dua Pemuda Bondowoso Magelang Meregang Nyawa
Yaitu membebaskan sandera, menghancurkan Hamas, dan memastikan Gaza tak lagi menjadi ancaman.
Namun, di tengah diplomasi intens, serangan udara Israel masih terjadi.
Menurut kantor berita Wafa, sedikitnya 10 warga Palestina tewas dalam serangan di Gaza City pada Selasa malam.
Total korban jiwa kini disebut telah melampaui 66.600 orang sejak konflik dimulai.
Editor : Ali Mustofa