Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Harga Pertalite Tetap, Tapi Pertamax hingga V-Power Terkerek Naik di SPBU Jakarta, Catat Tarif Terbaru!

Mahendra Aditya Restiawan • Selasa, 7 Oktober 2025 | 00:28 WIB
Harga BBM Naik! Cek Rincian Harganya di Jawa Tengah Mulai 1 Desember 2022
Harga BBM Naik! Cek Rincian Harganya di Jawa Tengah Mulai 1 Desember 2022

RADAR KUDUS - Memasuki Oktober 2025, kabar kurang menggembirakan kembali menyambut masyarakat ibu kota.

Harga bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) mengalami penyesuaian. Bukan hanya milik Pertamina, SPBU swasta seperti Shell, BP, dan Vivo pun serentak menyesuaikan tarifnya.

 

Kenaikan ini terjadi setelah sepanjang September harga minyak dunia terus bergerak naik.

Meski tidak semua jenis BBM terdampak, perubahan harga ini tetap memberi efek besar bagi konsumen, terutama pengguna kendaraan pribadi yang mobilitasnya tinggi.

Baca Juga: Update Harga BBM Non-Subsidi Oktober 2025: Dexlite dan Pertamina Dex Naik Lagi, BBM Swasta Ikut Terkerek: Siap-Siap Dompet Makin Tipis!

Daftar Harga BBM Pertamina Oktober 2025

Berdasarkan pengumuman resmi, Pertamina telah menetapkan tarif terbaru untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya. Beberapa jenis BBM mengalami kenaikan tipis, sementara jenis lain masih stabil. Berikut rinciannya:

Kenaikan paling terasa ada pada jenis diesel non-subsidi seperti Dexlite dan Pertamina Dex. Bahan bakar kategori ini memang sensitif terhadap fluktuasi harga minyak global karena kandungan sulfur rendahnya.

Shell Ikut Sesuaikan Harga

Shell, yang sejak lama menjadi alternatif bagi sebagian warga kota, juga melakukan penyesuaian harga.

Meskipun kenaikan terlihat moderat, tarif BBM Shell kini berada di level yang bersaing ketat dengan Pertamina.

Shell dikenal menawarkan kualitas bahan bakar dengan teknologi aditif khusus, namun konsumen tetap harus merogoh kocek lebih dalam jika dibandingkan bulan sebelumnya.

Harga BBM di SPBU BP

Tak ketinggalan, SPBU BP juga mengikuti tren yang sama. Dengan citra sebagai BBM ramah lingkungan, harga di jaringan SPBU ini kini setara dengan Shell.

Tren penyesuaian harga ini menunjukkan bahwa seluruh pemain di pasar BBM kompak menyesuaikan tarif sesuai dinamika global.

Vivo dan Revvo Ikut Naik

SPBU Vivo yang populer berkat harga kompetitif dan variasi produk Revvo juga tak luput dari penyesuaian tarif.

Vivo yang kerap menjadi pilihan anak muda dengan kendaraan roda dua kini juga menawarkan harga yang tak jauh berbeda dengan Shell dan BP.

Mengapa Harga BBM Naik Bersamaan?

Penyesuaian harga di bulan Oktober ini tidak lepas dari kebijakan pemerintah melalui regulasi Kementerian ESDM.

BBM non-subsidi memang harus disesuaikan mengikuti harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah.

Sejak pertengahan September 2025, harga minyak mentah dunia terus menanjak akibat ketegangan geopolitik dan keterbatasan suplai. Dampaknya, seluruh perusahaan penyedia BBM di Indonesia serentak menyesuaikan harga agar tidak merugi.

Apa Dampaknya bagi Masyarakat?

Bagi sebagian besar masyarakat, kenaikan harga BBM non-subsidi tentu menambah beban pengeluaran harian.

Meski Pertalite dan Solar subsidi masih bertahan di harga lama, pengguna Pertamax, Dexlite, dan jenis premium lainnya harus menyesuaikan anggaran.

Kenaikan harga ini juga berpotensi memicu naiknya ongkos transportasi online, logistik, hingga harga barang kebutuhan pokok.

Efek domino inilah yang membuat isu kenaikan BBM selalu jadi perhatian publik.

Tips Menghemat Bahan Bakar di Tengah Kenaikan Harga

Menghadapi situasi ini, ada beberapa strategi yang bisa dilakukan masyarakat:

  1. Pilih BBM Sesuai Kebutuhan Mesin
    Tidak semua kendaraan wajib menggunakan BBM dengan oktan tinggi. Pilih jenis yang sesuai rekomendasi pabrikan agar efisien.

  2. Jaga Performa Kendaraan
    Servis rutin, cek tekanan ban, dan gunakan oli berkualitas bisa membantu mengurangi konsumsi BBM berlebihan.

  3. Manfaatkan Transportasi Publik
    Di kota besar seperti Jakarta, transportasi umum semakin terintegrasi dan bisa menjadi solusi hemat sekaligus ramah lingkungan.

  4. Atur Pola Berkendara
    Mengemudi dengan kecepatan stabil, menghindari akselerasi mendadak, dan mematikan mesin saat berhenti lama terbukti mengurangi konsumsi bahan bakar.

Kenaikan harga BBM pada Oktober 2025 di Jakarta menjadi sinyal bahwa masyarakat harus lebih cermat dalam mengatur pengeluaran.

Pertamina, Shell, BP, dan Vivo sama-sama menaikkan harga, khususnya untuk produk non-subsidi.

Meski subsidi masih menjadi penopang bagi Pertalite dan Solar, pengguna bahan bakar kelas menengah ke atas tetap harus menanggung biaya lebih.

Hal ini menunjukkan pentingnya strategi efisiensi, baik di tingkat rumah tangga maupun transportasi umum.

Editor : Mahendra Aditya
#pertamina dexlite #bbm BP #pertamax #Harga BBM Oktober 2025 #pertamina dex naik #Pertamax dan Dex Series #Pertamina Dex #Pertamax asli #shell #shell alami kenaikan #pertalite #harga bbm #vivo naikkan harga