RADAR KUDUS - Putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia sebentar lagi digelar.
Enam negara bakal memperebutkan tiket menuju panggung sepak bola terbesar sejagat. Indonesia yang tergabung di Grup B harus menghadapi dua lawan berat: Irak dan Arab Saudi.
Pertandingan Timnas Indonesia akan berlangsung di King Saud University Stadium, Riyadh.
Laga pertama melawan Arab Saudi jatuh pada 8 Oktober 2025, sementara duel dengan Irak dimainkan pada 11 Oktober 2025. Dua partai itu bisa jadi penentu hidup-mati perjalanan skuad Garuda di kualifikasi kali ini.
Realita Ranking FIFA: Indonesia di Dasar Grup
Jika berbicara peringkat FIFA, posisi Indonesia jauh tertinggal dibanding lawannya. Berdasarkan update per 18 September 2025, Timnas Indonesia berada di ranking 119 dunia dengan 1.157,98 poin.
Sebelumnya Garuda sempat bercokol di posisi 118, tetapi dua laga FIFA Matchday September tidak mampu mengatrol posisi.
Sebaliknya, Irak dan Arab Saudi berada jauh di atas. Irak menduduki peringkat 58 dengan 1.422,18 poin, sementara Arab Saudi tepat di belakangnya di posisi 59 dengan 1.420,65 poin.
Gap ini menegaskan bahwa di atas kertas, Indonesia adalah tim paling lemah di Grup B.
Sejarah Singkat: Irak dan Arab Saudi Lebih Berpengalaman
Selain ranking, pengalaman kedua lawan Indonesia di kancah internasional juga jauh lebih kaya.
-
Irak: pernah tampil sekali di Piala Dunia 1986. Meski gagal lolos dari fase grup, pengalaman itu tetap menjadi catatan sejarah berharga.
-
Arab Saudi: enam kali mencicipi atmosfer Piala Dunia. Pada edisi 1994, mereka mencetak sejarah dengan lolos ke babak 16 besar.
-
Indonesia: satu-satunya catatan tampil di Piala Dunia terjadi pada 1938 di Prancis, saat masih bernama Hindia Belanda. Setelah itu, perjalanan panjang penuh lika-liku tak pernah membawa Garuda kembali ke turnamen akbar tersebut.
Fakta ini mempertegas betapa beratnya tantangan skuad asuhan Patrick Kluivert.
Laga Uji Coba: Sinyal Kekuatan Garuda
Meski di ranking FIFA Indonesia tertinggal, hasil uji coba terbaru memberi sedikit optimisme.
-
Indonesia menggilas Chinese Taipei 6-0 di SUGBK.
-
Namun, Garuda hanya mampu bermain imbang 0-0 dengan Lebanon.
Dua laga itu membuat Indonesia hanya mengoleksi tambahan 3,39 poin FIFA. Meski tidak signifikan, hasil tersebut menunjukkan potensi Indonesia untuk setidaknya memberi kejutan jika mampu tampil konsisten dan efektif.
Faktor Skuad: Kombinasi Naturalisasi dan Talenta Lokal
Timnas Indonesia kali ini datang dengan skuad yang dihuni kombinasi pemain naturalisasi dan talenta muda lokal. Nama-nama seperti Jay Idzes, Calvin Verdonk, Kevin Diks, hingga Justin Hubner diharapkan bisa memperkuat lini pertahanan.
Sementara itu, lini depan mengandalkan pemain seperti Ole Romeny, Ramadhan Sananta, dan Egy Maulana Vikri yang bisa menjadi pembeda. Kehadiran pemain berpengalaman di Eropa diyakini akan meningkatkan level permainan Indonesia.
Namun, absennya beberapa pilar seperti Marselino Ferdinan menjadi sorotan. Media Arab Saudi bahkan menilai kehilangan Marselino bisa melemahkan kreativitas Garuda.
Kekuatan Lawan: Dua Raksasa Asia Siap Menggempur
-
Arab Saudi memiliki skuad dengan kualitas internasional. Sebagian besar pemain mereka tampil di Liga Saudi yang kini diisi bintang top dunia. Kecepatan dan teknik individu mereka menjadi ancaman serius.
-
Irak terkenal dengan permainan keras dan stamina tinggi. Dengan peringkat yang stabil di 60 besar FIFA, mereka punya kepercayaan diri menghadapi tim mana pun.
Indonesia dituntut tampil disiplin, solid di pertahanan, serta klinis dalam memanfaatkan peluang serangan balik. Strategi inilah yang bisa menjadi senjata untuk menahan gempuran dua tim kuat tersebut.
Target Realistis: Harapan di Tengah Jurang Peringkat
Secara matematis, peluang Indonesia untuk menjadi juara grup memang sangat tipis. Namun, skuad Garuda tetap punya target tinggi: setidaknya mencuri poin dari Arab Saudi atau Irak.
Jika gagal jadi juara grup, posisi runner-up masih menyisakan peluang lewat jalur playoff antarbenua.
Inilah yang bisa menjadi fokus realistis bagi Indonesia, sembari tetap mengusung semangat "mimpi besar ke Piala Dunia."
Tekanan Publik: Harga Diri Bangsa di Atas Segalanya
Bagi publik Indonesia, laga ini bukan sekadar pertandingan sepak bola. Ini adalah ajang mempertaruhkan harga diri bangsa.
Dukungan masyarakat sangat besar, baik di stadion maupun lewat layar kaca. Ribuan suporter diaspora di Arab Saudi diperkirakan akan hadir langsung di stadion Riyadh untuk memberi dukungan penuh.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir bersama jajaran federasi sudah menekankan pentingnya momen ini. Target lolos ke Piala Dunia adalah mimpi panjang yang harus dikejar dengan kerja keras, disiplin, dan pengorbanan tanpa kompromi.
Siapa Bilang Mustahil?
Timnas Indonesia memang berada di dasar ranking FIFA Grup B, tetapi sepak bola selalu penuh kejutan. Ranking hanyalah angka, sementara determinasi, strategi, dan semangat juang bisa mengubah peta persaingan.
Garuda mungkin datang sebagai underdog, namun justru status itulah yang bisa menjadi motivasi lebih. Jika mampu mencuri poin, bukan mustahil Indonesia akan mencatat sejarah baru dan mendekatkan langkah menuju panggung Piala Dunia 2026.
Editor : Mahendra Aditya