Jakarta – Pasar modal Indonesia kembali mencatat sejarah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu (17/9) resmi menembus level psikologis 8.000 dan ditutup di 8.025,17 atau melonjak 0,85 persen.
Capaian ini menandai All Time High (ATH) terbaru, sekaligus menjadi momen bersejarah bagi investor di tengah sorotan politik nasional.
Penguatan IHSG terjadi berbarengan dengan peristiwa besar di Istana Negara: reshuffle kabinet oleh Presiden Prabowo Subianto. Momentum politik ini seolah menjadi bahan bakar tambahan bagi optimisme pasar.
Euforia Pasar: Transaksi Menembus Rp18,27 Triliun
Berdasarkan data RTI Business, perdagangan saham hari ini sangat ramai.
-
318 saham terkoreksi
-
360 saham menguat
-
124 saham stagnan
Sebanyak 44,38 miliar saham berpindah tangan dengan 2,15 juta kali transaksi. Total nilai transaksi tembus Rp18,27 triliun, mencerminkan antusiasme investor terhadap prospek ekonomi ke depan.
Semua Indeks Menguat
Tak hanya IHSG, indeks lain juga mengalami reli:
-
IDX30 naik 0,10% ke 423,79
-
LQ45 menguat 0,23% ke 815,22
-
Sri-Kehati menanjak 0,48% ke 375,33
-
JII naik 0,47% ke 542,37
Kenaikan serempak ini menjadi sinyal bahwa arus dana mengalir merata ke berbagai saham unggulan.
Sektor Industri dan Teknologi Jadi Motor Penggerak
Seluruh sektor di Bursa Efek Indonesia kompak menghijau. Dua sektor yang paling mencolok adalah industri dan teknologi, yang masing-masing melonjak 2,83% dan 2,47%.
Sektor lain ikut menopang reli:
-
Kesehatan (+1,05%)
-
Barang non-siklikal (+1,01%)
-
Properti (+0,92%)
-
Keuangan (+0,83%)
-
Energi (+0,72%)
-
Infrastruktur (+0,65%)
-
Transportasi (+0,35%)
-
Bahan baku (+0,24%)
-
Barang siklikal (+0,14%)
Top Gainers dan Top Losers
Saham yang paling bersinar di hari ini adalah:
-
PT FKS Food Sejahtera Tbk (AISA)
-
PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK)
-
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS)
Sebaliknya, saham yang mencatatkan pelemahan terbesar:
-
PT Menthobi Karyatama Raya Tbk (MKTR)
-
PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN)
-
PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM)
Adapun saham yang paling aktif diperdagangkan adalah MLPL, BUMI, dan LPKR.
Faktor Pendorong: Politik dan Sentimen Global
Kenaikan IHSG kali ini tidak hanya ditopang oleh faktor domestik seperti reshuffle kabinet, tetapi juga oleh ekspektasi global.
Pasar tengah menanti keputusan The Fed yang diperkirakan akan memangkas suku bunga, sebuah katalis positif bagi aliran dana asing ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Baca Juga: Reshuffle Kabinet! Erick Thohir Tinggalkan BUMN, Kini Resmi Menpora di Kabinet Prabowo
Makna Strategis untuk Ekonomi
Level 8.025 bukan hanya angka, tetapi menjadi simbol kepercayaan investor terhadap arah kebijakan ekonomi pemerintahan Prabowo.
Penguatan serempak di seluruh sektor menunjukkan keyakinan bahwa stabilitas politik pasca-reshuffle akan memperkuat prospek pertumbuhan ekonomi.
Bagi investor ritel, rekor ini bisa menjadi sinyal untuk tetap optimis namun tetap waspada mengingat volatilitas pasar biasanya meningkat setelah mencetak ATH.
Kesimpulan
IHSG mencetak sejarah dengan menembus level 8.000 di saat pasar domestik dipenuhi euforia politik dan sinyal positif dari global.
Semua sektor kompak menguat, dipimpin industri dan teknologi. Investor kini menanti kelanjutan momentum ini: apakah IHSG mampu mempertahankan posisinya atau justru rawan profit taking dalam beberapa hari ke depan.
Editor : Mahendra Aditya