Jakarta – Presiden Prabowo Subianto kembali membuat gebrakan besar melalui reshuffle Kabinet Jilid II, langkah politik yang diyakini sebagai sinyal kuat bahwa ia ingin menegaskan kendali penuh atas jalannya pemerintahan.
Pengamat politik Arya Fernandes dari CSIS menilai perombakan ini adalah cara Prabowo menegaskan dirinya sebagai figur utama pengambil keputusan di eksekutif.
“Ini adalah pesan simbolik bahwa Presiden memiliki wewenang penuh mengevaluasi kinerja para pembantunya kapan saja,” ujarnya, Rabu (17/9/2025).
Baca Juga: 3 Kali Reshuffle Kabinet! Prabowo Bongkar Pasang Menteri, Ini Daftar Lengkap Penggantinya
Menata Ulang Peta Kekuatan Politik
Menurut Arya, reshuffle kali ini bukan sekadar mengganti menteri, tetapi juga bagian dari strategi menata ulang peta kekuatan politik di dalam kabinet.
Prabowo disebut sangat memahami kompleksitas sistem multipartai dan berbagai kepentingan yang saling tarik-menarik.
Di tengah koalisi yang berisi banyak partai, reposisi kursi menteri menjadi cara untuk menjaga keseimbangan.
Arya menyebut, pengisian jabatan menteri pada orang-orang yang dekat dengan lingkaran politik Prabowo adalah cara untuk memastikan agenda presiden berjalan tanpa hambatan.
“Presiden tentu ingin mengisi pos-pos strategis dengan sosok yang punya hubungan personal dan politik dengannya. Itu akan membuat koordinasi lebih solid,” tegas Arya.
Baca Juga: Reshuffle Kabinet! Erick Thohir Tinggalkan BUMN, Kini Resmi Menpora di Kabinet Prabowo
Gerindra Perkuat Posisi
Langkah ini juga dibaca sebagai cara Prabowo memperkuat posisi Partai Gerindra di kabinet. Sebagai partai penguasa, Gerindra mendapatkan porsi lebih strategis.
“Reposisi ini bukan hanya soal perombakan, tapi juga bagian dari konsolidasi kekuasaan,” kata Arya.
Selain kepentingan internal, reshuffle juga menyesuaikan dinamika politik partai lain. Ada partai yang mengusulkan nama baru, ada pula yang kehilangan kursi karena perubahan peta kekuatan politik.
Merespons Situasi Politik dan Ekonomi
Tak hanya politik, faktor ekonomi menjadi pertimbangan penting. Arya menegaskan menteri-menteri yang mengelola bidang ekonomi akan menjadi penentu suksesnya pemerintahan Prabowo ke depan.
Stabilitas harga, investasi, hingga daya beli masyarakat akan berdampak langsung pada tingkat kepuasan publik.
“Faktor ekonomi akan sangat menentukan stabilitas pemerintahan. Jika menteri bidang ekonomi gagal menjaga keseimbangan, kepercayaan publik bisa menurun,” ujarnya.
Reshuffle Jilid I: Sinyal Awal Prabowo
Perombakan pertama terjadi pada Februari 2025. Saat itu, Sri Mulyani digantikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa di kursi Menteri Keuangan, Budi Arie Setiadi digantikan oleh Ferry Juliantono sebagai Menteri Koperasi, dan Abdul Kadir Karding diganti oleh Mukhtarudin di kursi Menteri Perlindungan Pekerja Migran.
Prabowo juga mengumumkan kenaikan status Badan Haji dan Umrah menjadi kementerian penuh. Posisi menteri diisi oleh Irfan Yusuf dengan Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai wakilnya.
Reshuffle Jilid II: Peta Baru di Istana
Setelah hampir sepekan spekulasi, pada 17 September 2025, Prabowo akhirnya mengisi kursi kosong dan melantik wajah-wajah baru. Beberapa nama lama digeser, beberapa lainnya masuk untuk memperkuat kabinet.
Daftar lengkap pejabat yang dilantik:
-
Menko Polkam: Djamari Chaniago (gantikan Budi Gunawan)
-
Menpora: Erick Thohir (eks Menteri BUMN, kini fokus olahraga nasional)
-
Kepala Staf Presiden (KSP): Muhammad Qodari
-
Penasihat Khusus Presiden Bidang Kamtibmas: Komjen (purn) Ahmad Dofiri
-
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah: Angga Raka Prabowo
-
Wamenaker: Afriansyah Noor (kembali menjabat)
-
Wamenhut: Rohmat Marzuki
-
Wamenkop: Farida Faricha (politikus PKB)
-
Wakil Kepala BGN: Naniek S Dayang & Sonny Sanjaya
-
Kepala LKPP: Sarah Sadiqa
Kursi Menko Polkam dan Menpora yang kosong sejak awal September kini terisi penuh, memperkuat koordinasi di sektor politik, hukum, keamanan, dan olahraga.
Simbol Konsolidasi Kekuatan
Pelantikan Erick Thohir sebagai Menpora menjadi sorotan. Erick dikenal sukses memimpin PSSI dan punya rekam jejak di dunia olahraga internasional.
Publik menaruh harapan agar ia membawa prestasi olahraga Indonesia ke level lebih tinggi.
Sementara penunjukan Djamari Chaniago sebagai Menko Polkam dinilai penting untuk menjaga stabilitas keamanan nasional di tengah situasi geopolitik global yang dinamis.
Pesan yang Ingin Disampaikan Prabowo
Reshuffle ini menjadi pesan tegas bahwa Prabowo tidak segan mengganti pejabat yang dinilai tak sesuai dengan target. Ia ingin memastikan mesin pemerintahannya berjalan maksimal dan solid.
Bagi publik, reshuffle ini diharapkan membawa perbaikan nyata. Penunjukan nama-nama baru di posisi strategis harus diikuti kinerja yang lebih cepat, responsif, dan mampu menjawab kebutuhan rakyat.
Kabinet Semakin Kompak
Dengan selesainya reshuffle jilid II, komposisi kabinet kini lebih lengkap dan solid. Pemerintahan Prabowo-Gibran tampak siap tancap gas dalam menjalankan program prioritas: ketahanan pangan, transformasi ekonomi digital, hingga modernisasi pertahanan.
Publik kini menanti bukti nyata dari perombakan besar ini. Jika berhasil, reshuffle akan menjadi tonggak penting dalam memastikan pemerintahan tetap stabil dan fokus menuntaskan janji kampanye.
Editor : Mahendra Aditya