Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Pihak Unisba Tegas Bantah Aparat Masuk Area Kampus saat Kericuhan di Tamansari Bandung

Ali Mustofa • Selasa, 2 September 2025 | 19:04 WIB
Rektor Unisba Harits Nu’man saat memberikan keterangan di Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (2/9).
Rektor Unisba Harits Nu’man saat memberikan keterangan di Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (2/9).

RADAR KUDUS – Pihak Universitas Islam Bandung (Unisba) menegaskan bahwa tidak ada aparat kepolisian yang memasuki lingkungan kampus saat kericuhan pecah di sekitar Jalan Tamansari, Kota Bandung, pada Senin (1/9) malam sekitar pukul 23.30 WIB.

Rektor Unisba, Harits Nu’man, menyampaikan klarifikasi bahwa kabar beredar di media sosial yang menyebut tim patroli gabungan TNI-Polri masuk ke area kampus tidak sesuai fakta.

“Dari hasil pemantauan CCTV maupun laporan langsung, kami tidak menemukan aparat, baik berseragam maupun berpakaian sipil, yang masuk ke dalam kampus. Yang ada hanyalah massa demonstran yang terseret masuk ke area Unisba akibat penyisiran aparat di luar kampus,” ujar Harits di Bandung, Selasa (2/9).

Baca Juga: Bukan Soal Jabatan, Ini Delapan Tanda Pemimpin yang Belum Pantas Disebut Pemimpin

Ia juga menjelaskan bahwa selama aksi unjuk rasa beberapa hari terakhir, kampus memang sempat digunakan sebagai posko medis.

Namun, pada Senin malam posko tersebut sudah tidak beroperasi lagi.

“Penanganan korban berakhir sekitar pukul 20.30 WIB. Beberapa mahasiswa yang masih mengalami sesak napas dan lemas sudah ditangani serta dijemput keluarganya. Setelah itu, posko resmi ditutup pukul 21.00 WIB,” tambahnya.

Di sisi lain, Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menyebut kericuhan di Tamansari dipicu oleh aksi kelompok berpakaian hitam yang diduga anarko.

Menurutnya, kelompok tersebut menghadang patroli gabungan TNI-Polri dengan membuat barikade jalan hingga melakukan aksi anarkis.

“Kelompok itu memprovokasi dengan melempar bom molotov ke arah petugas dan kendaraan, termasuk mobil taktis Brimob," terang Hendra.

"Kondisi itulah yang akhirnya memicu petugas menembakkan gas air mata, tetapi hanya diarahkan ke jalan raya, bukan ke dalam kampus,” lanjutnya.

Baca Juga: Fomo? Ngopi Belum Bayar, malah Ikut Rusuh di DPRD Jepara

Ia pun meluruskan isu yang beredar di media sosial.

“Informasi yang menyebut aparat masuk ke area kampus, membawa senjata peluru karet, serta menembakkan gas air mata ke dalam area kampus tidak benar," katanya.

"Posisi petugas saat itu sekitar 200 meter dari Unisba,” tegasnya.

Editor : Ali Mustofa
#kampus #Unisba #cctv #aksi unjuk rasa #kepolisian #tim patroli