RADAR KUDUS - Tragedi meninggalnya Affan Kurniawan (21), seorang driver ojek online yang jadi korban saat demonstrasi di depan Gedung DPR RI, mengguncang publik.
Gelombang simpati berdatangan dari berbagai kalangan, termasuk dari pasangan selebritas Prilly Latuconsina dan Omara Esteghlal.
Lewat sebuah unggahan video di Instagram, keduanya tampil sederhana namun penuh makna: mengenakan kaos hitam.
Busana itu bukan sekadar pilihan gaya, melainkan simbol protes dan duka atas hilangnya nyawa seorang rakyat kecil di tengah situasi yang semestinya dijaga aparat.
Baca Juga: Fakta Mengejutkan! Segini Daftar Gaji & Tunjangan Polisi 2025, Dari Tamtama hingga Jenderal
Pesan Haru dari Prilly & Omara
Dalam video tersebut, Omara menyampaikan bahwa keduanya merasa terpanggil untuk bersuara karena tragedi ini bukan hal biasa.
“Kami hari ini pakai baju hitam karena kita semua sedang berduka, sedang bersedih atas apa yang menimpa negeri ini,” ucapnya.
Prilly, dengan suara bergetar, menambahkan ucapan belasungkawa kepada keluarga Affan. Ia menegaskan, kematian seorang pekerja yang hanya sedang mengantar pesanan pelanggan adalah tamparan keras bagi nurani bangsa.
“Kami turut berduka cita untuk Affan Kurniawan. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Peristiwa ini harus menjadi cermin bagi kita semua,” ungkap Prilly.
Baca Juga: DPR Ngaku Gaji Cuma Rp100 Juta, Publik Tanya: Sudah Sesuai Kerja?
Affan, Pahlawan di Jalanan
Omara melihat sosok Affan bukan sekadar korban, melainkan pahlawan. Ia menggarisbawahi bahwa Affan gugur bukan karena berbuat salah, melainkan saat menjalankan kewajibannya sebagai pengemudi ojol.
“Beliau adalah pahlawan Indonesia yang gugur ketika menjalankan tugasnya,” tegas Omara.
Pernyataan itu seolah mewakili suara banyak orang yang menilai bahwa nyawa rakyat kecil seharusnya tidak terbuang sia-sia hanya karena situasi ricuh yang bisa dihindari.
Simbol Perlawanan Kaos Hitam
Aksi Prilly dan Omara dengan mengenakan kaos hitam menandai babak baru solidaritas publik.
Simbol ini menjadi pesan jelas bahwa tragedi kemanusiaan tidak boleh dipandang sebelah mata.
Bukan hanya soal kehilangan satu nyawa, tapi juga soal bagaimana negara memperlakukan warganya di tengah situasi genting.
Bagi publik, suara artis yang memiliki pengaruh besar di media sosial bisa menjadi penyambung lidah rakyat.
Mereka mengingatkan bahwa keadilan bukan milik kelompok tertentu, melainkan hak semua warga tanpa terkecuali.
Baca Juga: Siapa Sebenarnya yang Menentukan Gaji DPR? Jawabannya Mengejutkan!
Refleksi untuk Negeri
Tragedi Affan Kurniawan kini menjadi refleksi pahit bagi bangsa. Dari jalanan yang berlumuran darah seorang pekerja muda, muncul pertanyaan besar: sampai kapan nyawa rakyat kecil harus menjadi korban benturan kekuasaan?
Prilly dan Omara memilih cara sederhana namun lantang: kaos hitam sebagai simbol perlawanan dan suara keadilan.
Pesan mereka menggema—bahwa duka rakyat adalah duka bersama, dan keadilan tidak boleh berhenti hanya sebagai wacana.
Editor : Mahendra Aditya