RADAR KUDUS - Di saat situasi politik Jakarta memanas usai tragedi seorang pengemudi ojek online bernama Affan Kurniawan tewas dilindas kendaraan taktis Brimob, warganet justru menghadapi persoalan lain: sulit mengunggah ulang konten di Instagram.
Keluhan ini ramai muncul di media sosial X. Sejumlah akun melaporkan tidak bisa melakukan repost foto maupun video ke story Instagram mereka.
Seorang pengguna bernama Biru @drrreamysgurl mengaku hanya bisa menggunakan X tanpa kendala, sementara Instagram sama sekali tidak merespons ketika mencoba repost. “X aman, tapi Instagram tidak bisa repost ke story,” tulisnya, Jumat (29/8/2025). Ia bahkan membagikan unggahan dengan latar Instagram bertuliskan “delete” sebagai bentuk protes.
Pengguna lain dengan akun Bukan WNI @aimyrfn juga menyuarakan hal serupa. Ia menuliskan bahwa Instagram tidak bisa mengunggah story, baik untuk foto maupun video. Akun ini kemudian membagikan latar putih dengan tulisan “Instagram tidak menanggapi.”
Dugaan Gangguan Internet di Tengah Demo
Organisasi Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet) ikut menyoroti fenomena ini. SAFEnet menduga ada gangguan akses internet yang berdampak pada layanan Instagram maupun X.
Melalui akun Instagram resminya, SAFEnet mengingatkan masyarakat untuk segera mengarsipkan data, mengunduh konten yang berisiko hilang, dan menyiapkan aplikasi alternatif jika pembatasan makin diperketat.
Direktur Eksekutif SAFEnet, Nenden Sekar Arum, mengatakan gangguan seperti ini bisa dipicu beberapa hal, mulai dari permintaan pembatasan akses internet oleh pemerintah, hingga padatnya lalu lintas data di lokasi demonstrasi.
“Pemerintah atau aparat bisa memerintahkan operator memblokir domain tertentu, bahkan memutus jalur komunikasi aplikasi pesan instan,” ujarnya. Namun, Nenden menegaskan analisis ini belum final dan masih perlu ditelusuri lebih jauh sampai ke server.
Pemerintah dan Meta Bungkam
Hingga berita ini ditulis, pihak Wamenkomdigi Angga Raka Prabowo belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi ke Andy Stone, juru bicara Meta, juga tak kunjung mendapat jawaban. Kondisi ini membuat warganet semakin curiga bahwa gangguan di Instagram bukan sekadar error teknis biasa.
Tragedi Ojol Jadi Pemicu Gelombang Aksi
Kekacauan dunia maya ini terjadi beriringan dengan demonstrasi besar-besaran di Jakarta. Aksi massa dipicu oleh insiden tewasnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online, yang dilindas kendaraan taktis milik Brimob saat aparat membubarkan demonstran di kawasan Rusun Bendungan Hilir II, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025).
Tragedi tersebut menyulut amarah ribuan pengemudi ojol yang turun ke jalan, menuntut keadilan. Massa sempat terlibat bentrokan dengan aparat, dan sejumlah titik di Jakarta menjadi lumpuh.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akhirnya menyampaikan permintaan maaf terbuka. “Kami akan menindaklanjuti peristiwa yang terjadi. Saya menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban dan komunitas ojek online,” katanya di RSCM, Jumat dini hari.
Akses Digital Jadi Pertaruhan
Peristiwa ini menunjukkan betapa akses digital kini tak bisa dilepaskan dari dinamika sosial-politik. Di saat warga ingin menyuarakan aspirasi melalui media sosial, platform justru mengalami gangguan.
Apakah benar ada upaya pembatasan akses oleh pemerintah atau murni gangguan teknis? Pertanyaan itu masih menggantung. Namun yang jelas, warganet semakin gelisah karena suara mereka di ruang digital terasa dibatasi.
Editor : Mahendra Aditya