Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Profil Pascol Ketua Naga Hitam Turun Gunung di Demo DPR, Netizen: Top Global Miya Recall Recall Di Base Musuh

Mahendra Aditya Restiawan • Rabu, 27 Agustus 2025 | 18:43 WIB
Pascol ikut demo DPR
Pascol ikut demo DPR

RADAR KUDUS - Demonstrasi besar yang berlangsung di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, pada Senin, 25 Agustus 2025, tidak hanya dipenuhi teriakan protes massa, tetapi juga melahirkan satu nama yang tiba-tiba jadi pusat perhatian: Pascol.

Sosok dengan penampilan nyentrik itu mendadak viral karena hadir di tengah kerumunan dengan gaya yang jauh berbeda dari demonstran lain.

Meski bukan tokoh politik, aktivis, ataupun figur pergerakan, kemunculan Pascol dalam aksi tersebut seolah mencuri sorotan publik. Lantas, siapa sebenarnya Pascol?


Pascol: Dari Kuli Bangunan hingga Streamer Populer

Pascol yang memiliki nama asli Panjaitan Dana, lahir di Medan pada tahun 1995. Publik dunia maya lebih mengenalnya sebagai seorang streamer sekaligus YouTuber yang populer berkat konten Mobile Legends.

Di platform digital, ia bahkan dikenal dengan nama akun @topglobalmiya__.

Kisah hidup Pascol tidak lepas dari perjuangan. Sebelum menjadi konten kreator, ia sempat bekerja sebagai kuli bangunan. Perjalanan hidupnya yang penuh lika-liku membuat kisahnya dianggap inspiratif, terutama bagi kalangan muda.

Selain dikenal lewat game, Pascol juga kerap membagikan aktivitas sehari-hari bersama keluarganya.

Ia menikah dengan Roesih Manda Pardede, atau akrab disapa Eci, yang sebelumnya pernah bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Kehidupan rumah tangganya pun sering ia tampilkan di media sosial, sehingga makin banyak orang yang mengikuti perjalanannya.

Penampilan Nyentrik di Tengah Aksi

Di antara ribuan demonstran, Pascol tampil berbeda. Ia bertelanjang dada hanya mengenakan celana pendek, membuatnya langsung mencuri perhatian kamera dan warganet.

Potretnya pun menyebar luas di media sosial, menjadikannya trending hanya beberapa jam setelah aksi dimulai.

Publik awalnya penasaran, apa alasan Pascol hadir dalam demonstrasi itu. Meski tak diketahui memiliki latar belakang aktivisme, kehadirannya dianggap simbol suara rakyat biasa yang ikut menyampaikan aspirasi. Penampilannya yang sederhana dan terkesan apa adanya, justru menjadi pembeda dibanding tokoh-tokoh lain yang hadir dalam unjuk rasa.

Demo DPR: Dari Tuntutan Hingga Kericuhan

Unjuk rasa pada 25 Agustus 2025 itu diikuti ribuan massa dari berbagai kalangan: ojek online, pedagang, pelajar, influencer, hingga ibu rumah tangga.

Mereka mulai berdatangan sejak pukul 09.30 WIB, dan jumlahnya semakin padat menjelang siang.

Berbeda dengan aksi biasanya, kali ini tidak ada mobil komando maupun organisasi resmi yang memimpin. Demonstran berkumpul secara spontan untuk menyuarakan ketidakpuasan terhadap DPR. Tuntutan mereka mencakup:

  1. Pembubaran DPR

  2. Penurunan pemerintahan Prabowo-Gibran

  3. Pengadilan terhadap Fadli Zon

  4. Transparansi sekaligus pembatalan tunjangan dan kenaikan gaji anggota DPR

Isu soal tunjangan besar wakil rakyat menjadi pemicu utama kekecewaan massa. Banyak yang menilai DPR gagal menunjukkan etika dan tanggung jawab sebagai representasi rakyat.

Suasana Memanas dan Kericuhan

Sekitar pukul 13.00 WIB, situasi memanas ketika sejumlah pelajar mencoba menembus barikade polisi di sekitar persimpangan Kementerian Kehutanan menuju Slipi. Aparat merespons dengan menembakkan water cannon dan gas air mata.

Meski demikian, massa tetap melakukan perlawanan. Gagal menembus barikade, mereka lalu bergerak ke jalur tol kota dan rel kereta api dekat Stasiun Palmerah.

Akibatnya, jalan tol Letjend S. Parman ditutup, dan perjalanan KRL Tanah Abang–Rangkasbitung terhambat. Bahkan, Stasiun Palmerah dan Tanah Abang sempat ditutup sementara oleh KAI Commuter.

Menjelang sore, bentrokan semakin meluas hingga kawasan Slipi, Pejompongan, dan sekitar TVRI. Massa melempari aparat dengan batu, kayu, hingga botol, sementara polisi membalas dengan gas air mata. Titik-titik api juga muncul dari ban yang dibakar.

Puncak kericuhan terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. Pos Polisi Petamburan yang berada di bawah flyover dibakar massa, menandai eskalasi protes yang makin sulit dikendalikan.

Ironi: Demo di Tengah Pemberian Tanda Jasa

Kericuhan yang berlangsung di Senayan berbarengan dengan momen seremonial di Istana.

Pada hari yang sama, Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan tanda jasa Bintang Republik Indonesia Utama kepada sejumlah pimpinan DPR/MPR, termasuk Puan Maharani, Sufmi Dasco Ahmad, dan Ahmad Muzani.

Momen itu menuai kritik keras karena terjadi di tengah meningkatnya gelombang ketidakpuasan publik terhadap DPR.

Bagi banyak orang, pemberian penghargaan justru dianggap ironi, mengingat protes keras masyarakat dipicu oleh masalah tunjangan dan etika wakil rakyat.

Pascol, Simbol Rakyat Biasa

Di tengah panasnya demonstrasi, sosok Pascol tetap menjadi sorotan unik. Kehadirannya dianggap mewakili rakyat biasa yang tidak punya latar belakang politik namun ikut turun menyuarakan keresahan.

Penampilannya yang nyentrik menjadikannya ikon dadakan di tengah situasi yang penuh ketegangan.

Meskipun banyak yang menganggapnya hanya "bumbu viral", sosok Pascol memperlihatkan bagaimana wajah aksi kali ini berbeda. Demo 25 Agustus 2025 tidak hanya diwarnai tuntutan politik, tetapi juga menghadirkan simbol-simbol rakyat kecil yang berani bersuara.

Kisah Pascol yang pernah menjadi kuli bangunan lalu bertransformasi sebagai YouTuber sukses, kini ditambah satu babak baru: sosok yang viral karena tampil beda di tengah demonstrasi.

Editor : Mahendra Aditya
#PROFIL PASCOL #Pascol ikut demo #demo dpr #Pascol Kintil #bang Pascol ikut demo