RADAR KUDUS - KH. Muhammad Idror Maimoen atau biasa disapa Gus Idror mewakili ahli waris dari almarhum KH. Maimoen Zubair atau Mbah Moen menerima tanda jasa dan tanda kehormatan bintang mahaputra utama dari Presiden Prabowo Subianto, Senin (25/5/2025) di Istana Negara.
Tanda jasa dan kehormatan tersebut diberikan kepada Mbah Moen yang telah berjasa kepada negara di bidang pendidikan dan keagamaan melalui pengasuhan Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang.
"Kami ucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah memberikan anugerah tanda jasa dan kehormatan kepada almarhum Abah kami, yaitu KH. Maimoen Zubair yang telah berjasa dalam bidang pendidikan dan keagamaan," jelasnya.
Dikatakan Gus Idror, Mbah Moen merupakan sosok ayah yang sangat mengutamakan pendidikan dan keagamaan.
Ia juga mendapatkan pesan dari ayahnda untuk menjunjung tinggi ilmu, menjaga, dan meneruskan pondok pesantren agar dirawat dengan baik.
“Sangat menjunjung tinggi dengan sekali dengan ilmu, supaya pendidikan pesantren dijaga dan dirawat dengan sebaik-baiknya. Kalau saya membantu di Al-Anwar induk, membantu di kajian kitab-kitab berbahasa arab. Banyak sekali kenangan dan banyak ilmu yang diberikan kepada saya. Di antaranya selalu mengajarkan banyak murid dan putra beliau yang ahli ilmu dan ahli Al-Qur’an,” kata Gus Idror.
Seperti diketahui Gus Idror merupakan putra bungsu dari ulama kharismatik KH Maimoen Zubair yang dinilai memiliki wajah yang mirip dengan ayahnya.
Sejak kecil Gus Idror dididik oleh ayahandanya sendiri di Pesantren Al-Anwar bersama dengan santri-santri yang lain sampai dengan usia remaja.
Setelah dinyatakan lulus, Gus Idror pergi ke Makkah untuk memperdalam keilmuannya. Ia diasuh langsung oleh Sayyid Ahmad Bin Muhammad Bin Alawy Al Maliki. Salah satu ulama tersohor di kota Makkah.
Setelah pulang, Gus Idror membantu ayahnya mendidik para santri di Ponpes Al-Anwar satu. Ia merupakan membantu ayahnya untuk melakukan kajian kitab-kitab berbahasa Arab, fiqih, dan juga hadits.
Dalam kesempatan itu, Presiden RI Prabowo memberikan tanda jasa dan tanda kehormatan kepada 141 tokoh di Istana Negara, Jakarta. Seremoni itu merupakan bagian dari rangkaian acara HUT ke-80 Proklamasi Kemerdekaan RI.
"Saya hanya ingin menyampaikan atas nama negara dan bangsa sekali lagi terima kasih atas jasa-jasa pengabdian saudara-saudara sekalian dan mereka-mereka yang orang tuanya tidak hadir, ahli waris juga atas nama negara dan bangsa terima kasih kami, Republik Indonesia, atas pengabdian saudara-saudara sekalian. Semoga jasa-jasa saudara-saudara terus menjadi warisan bagi generasi penerus," kata Prabowo dalam pernyataannya.
Editor : Mahendra Aditya