RADAR KUDUS - Presiden Prabowo Subianto secara resmi memaparkan Pidato Pengantar Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 dalam sidang di Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Jumat (15/8/2025).
Dokumen ini menjadi APBN pertama yang disusun sepenuhnya oleh pemerintahan Prabowo sejak dilantik pada Oktober 2024.
Pemerintah menetapkan tujuh asumsi makro utama sebagai dasar perencanaan anggaran negara tahun depan, yang dinilai cukup ambisius namun mencerminkan optimisme terhadap prospek ekonomi Indonesia.
Pertumbuhan Ekonomi Dipatok 5,4%
Dalam rancangan tersebut, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,4% pada 2026.
Angka ini jauh di atas rata-rata pertumbuhan Indonesia selama sepuluh tahun terakhir yang berada di kisaran 4,2%, bahkan menjadi yang tertinggi sejak target 5,5% pernah ditetapkan.
Optimisme ini didukung capaian positif pada kuartal II-2025, di mana pertumbuhan mencapai 5,12% (year-on-year), naik dari 4,87% pada kuartal sebelumnya. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ini sebagai pencapaian tertinggi dalam dua tahun terakhir.
Meski demikian, target tersebut tidak lepas dari risiko. Perlambatan ekonomi di negara mitra dagang utama dan ketidakpastian pasar keuangan global bisa menjadi penghambat.
Rupiah Rp16.500 dan Suku Bunga SBN 6,9%
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diproyeksikan berada pada Rp16.500/US$ pada 2026, sedikit melemah dibandingkan rata-rata posisi rupiah 2025 yang berada di Rp16.384/US$.
Sementara itu, suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun diperkirakan mencapai 6,9%, mempertimbangkan kondisi pasar obligasi, inflasi, dan arah kebijakan moneter global, khususnya dari Federal Reserve Amerika Serikat.
Baca Juga: Efisiensi APBN 2026: Prabowo Targetkan Defisit Turun, APBN Tanpa Defisit di 2028
Harga Minyak US$70 dan Target Lifting Migas
Pemerintah menetapkan harga minyak mentah Indonesia (ICP) pada level US$70 per barel. Perhitungan ini mempertimbangkan fluktuasi harga global akibat faktor geopolitik, kebijakan OPEC+, dan perubahan permintaan dunia.
Untuk produksi, target lifting minyak dipatok 610 ribu barel per hari, sedangkan lifting gas bumi mencapai 0,984 juta barel setara minyak per hari. Pencapaian ini diharapkan mendukung ketahanan energi nasional dan menjadi sumber penerimaan negara yang stabil.
Proses Pembahasan RAPBN di DPR
RAPBN 2026 akan dibahas DPR selama 30 hari kerja, melibatkan berbagai komisi serta Badan Anggaran.
Proses ini akan menelaah secara detail asumsi makro, alokasi anggaran, dan prioritas belanja negara.
Setelah pembahasan selesai dan dilakukan penyempurnaan, RAPBN akan disahkan dalam Sidang Paripurna DPR untuk kemudian menjadi pedoman resmi pengelolaan keuangan negara selama 2026.
Tujuh Asumsi Makro RAPBN 2026
-
Pertumbuhan ekonomi: 5,4%
-
Nilai tukar rupiah: Rp16.500/US$
-
Suku bunga SBN 10 tahun: 6,9%
-
Harga minyak mentah (ICP): US$70/barel
-
Lifting minyak: 610 ribu barel/hari
-
Lifting gas: 0,984 juta barel setara minyak/hari
-
Indikator pendukung stabilitas inflasi dan daya beli masyarakat
Tantangan dan Strategi Pemerintah
Meski proyeksi ini menunjukkan optimisme, pemerintah menyadari ada tantangan besar yang harus dihadapi. Beberapa di antaranya:
-
Ketidakpastian ekonomi global
-
Fluktuasi harga komoditas
-
Potensi tekanan inflasi dalam negeri
Untuk mengantisipasi, pemerintah berkomitmen menjaga kebijakan fiskal yang sehat, memperkuat investasi, dan mendorong konsumsi domestik sebagai motor pertumbuhan.
Reformasi struktural di sektor industri, energi, dan ketenagakerjaan juga akan menjadi prioritas agar daya saing nasional meningkat.
Koperasi Desa untuk Ketahanan Pangan
Selain aspek makro ekonomi, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya koperasi desa sebagai strategi memperkuat ketahanan pangan.
Model ini diyakini dapat meningkatkan produktivitas pertanian, memotong rantai distribusi, dan menjaga stabilitas harga pangan.
Pendekatan ini diharapkan memberi manfaat langsung bagi petani dan masyarakat desa, sekaligus menjadi penopang stabilitas ekonomi nasional dari level akar rumput.
Optimisme di Tengah Tantangan
RAPBN 2026 dirancang dengan semangat optimisme. Pemerintah percaya bahwa dengan koordinasi lintas sektor, dukungan legislatif, dan partisipasi masyarakat, target ambisius tersebut dapat dicapai.
Kunci keberhasilan terletak pada implementasi yang konsisten, efisiensi penggunaan anggaran, serta kemampuan beradaptasi menghadapi perubahan global.
Bagi pemerintah, RAPBN 2026 bukan hanya soal angka, tetapi juga peta jalan menuju perekonomian yang lebih tangguh, mandiri, dan inklusif.
Editor : Mahendra Aditya