Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Daftar Lengkap RAPBN 2026 Dipaparkan: Ekonomi 2026 Dipatok Tumbuh 5,4%, Apa Saja Jurus Pemerintah?

Mahendra Aditya Restiawan • Sabtu, 16 Agustus 2025 | 00:13 WIB
Bapak Presiden Prabowo Meresmikan Layanan Bank Emas. Layanan Bank Emas ini merupakan yang pertama di Indonesia
Bapak Presiden Prabowo Meresmikan Layanan Bank Emas. Layanan Bank Emas ini merupakan yang pertama di Indonesia

RADAR KUDUS - Presiden Prabowo Subianto secara resmi memaparkan Pidato Pengantar Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 dalam sidang di Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Jumat (15/8/2025).

Dokumen ini menjadi APBN pertama yang disusun sepenuhnya oleh pemerintahan Prabowo sejak dilantik pada Oktober 2024.

Pemerintah menetapkan tujuh asumsi makro utama sebagai dasar perencanaan anggaran negara tahun depan, yang dinilai cukup ambisius namun mencerminkan optimisme terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Baca Juga: Prabowo Gelontorkan Rp 164,4 Triliun demi Ketahanan Pangan: Target Swasembada Beras dan Jagung di 2026

Pertumbuhan Ekonomi Dipatok 5,4%

Dalam rancangan tersebut, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,4% pada 2026.

Angka ini jauh di atas rata-rata pertumbuhan Indonesia selama sepuluh tahun terakhir yang berada di kisaran 4,2%, bahkan menjadi yang tertinggi sejak target 5,5% pernah ditetapkan.

Optimisme ini didukung capaian positif pada kuartal II-2025, di mana pertumbuhan mencapai 5,12% (year-on-year), naik dari 4,87% pada kuartal sebelumnya. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ini sebagai pencapaian tertinggi dalam dua tahun terakhir.

Meski demikian, target tersebut tidak lepas dari risiko. Perlambatan ekonomi di negara mitra dagang utama dan ketidakpastian pasar keuangan global bisa menjadi penghambat.

Rupiah Rp16.500 dan Suku Bunga SBN 6,9%

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diproyeksikan berada pada Rp16.500/US$ pada 2026, sedikit melemah dibandingkan rata-rata posisi rupiah 2025 yang berada di Rp16.384/US$.

Sementara itu, suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun diperkirakan mencapai 6,9%, mempertimbangkan kondisi pasar obligasi, inflasi, dan arah kebijakan moneter global, khususnya dari Federal Reserve Amerika Serikat.

Baca Juga: Efisiensi APBN 2026: Prabowo Targetkan Defisit Turun, APBN Tanpa Defisit di 2028

Harga Minyak US$70 dan Target Lifting Migas

Pemerintah menetapkan harga minyak mentah Indonesia (ICP) pada level US$70 per barel. Perhitungan ini mempertimbangkan fluktuasi harga global akibat faktor geopolitik, kebijakan OPEC+, dan perubahan permintaan dunia.

Untuk produksi, target lifting minyak dipatok 610 ribu barel per hari, sedangkan lifting gas bumi mencapai 0,984 juta barel setara minyak per hari. Pencapaian ini diharapkan mendukung ketahanan energi nasional dan menjadi sumber penerimaan negara yang stabil.

Proses Pembahasan RAPBN di DPR

RAPBN 2026 akan dibahas DPR selama 30 hari kerja, melibatkan berbagai komisi serta Badan Anggaran.

Proses ini akan menelaah secara detail asumsi makro, alokasi anggaran, dan prioritas belanja negara.

Setelah pembahasan selesai dan dilakukan penyempurnaan, RAPBN akan disahkan dalam Sidang Paripurna DPR untuk kemudian menjadi pedoman resmi pengelolaan keuangan negara selama 2026.

Tujuh Asumsi Makro RAPBN 2026

  1. Pertumbuhan ekonomi: 5,4%

  2. Nilai tukar rupiah: Rp16.500/US$

  3. Suku bunga SBN 10 tahun: 6,9%

  4. Harga minyak mentah (ICP): US$70/barel

  5. Lifting minyak: 610 ribu barel/hari

  6. Lifting gas: 0,984 juta barel setara minyak/hari

  7. Indikator pendukung stabilitas inflasi dan daya beli masyarakat

Baca Juga: 7 Asumsi Makro Utama RAPBN 2026 Diumumkan : Target 5,4%, Rupiah Rp16.500, dan Harga Minyak US$70, Kenaikan Gaji PNS?

Tantangan dan Strategi Pemerintah

Meski proyeksi ini menunjukkan optimisme, pemerintah menyadari ada tantangan besar yang harus dihadapi. Beberapa di antaranya:

Untuk mengantisipasi, pemerintah berkomitmen menjaga kebijakan fiskal yang sehat, memperkuat investasi, dan mendorong konsumsi domestik sebagai motor pertumbuhan.

Reformasi struktural di sektor industri, energi, dan ketenagakerjaan juga akan menjadi prioritas agar daya saing nasional meningkat.

Koperasi Desa untuk Ketahanan Pangan

Selain aspek makro ekonomi, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya koperasi desa sebagai strategi memperkuat ketahanan pangan.

Model ini diyakini dapat meningkatkan produktivitas pertanian, memotong rantai distribusi, dan menjaga stabilitas harga pangan.

Pendekatan ini diharapkan memberi manfaat langsung bagi petani dan masyarakat desa, sekaligus menjadi penopang stabilitas ekonomi nasional dari level akar rumput.

Optimisme di Tengah Tantangan

RAPBN 2026 dirancang dengan semangat optimisme. Pemerintah percaya bahwa dengan koordinasi lintas sektor, dukungan legislatif, dan partisipasi masyarakat, target ambisius tersebut dapat dicapai.

Kunci keberhasilan terletak pada implementasi yang konsisten, efisiensi penggunaan anggaran, serta kemampuan beradaptasi menghadapi perubahan global.

Bagi pemerintah, RAPBN 2026 bukan hanya soal angka, tetapi juga peta jalan menuju perekonomian yang lebih tangguh, mandiri, dan inklusif.

Editor : Mahendra Aditya
#Asumsi makro APBN #kenaikan gaji pns 2026 #pertumbuhan ekonomi 2026 #RAPBN 2026 DPR RI #pertumbuhan ekonomi #Nota keuangan APBN 2026 #asumsi makro 2026 #RAPBN 2026 #Ketahanan Pangan 2026 #asumsi makro