KUDUS - Belasan guru dari SD 1 Mijen, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, mendapatkan pelatihan khusus dari Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Muria Kudus (UMK), Senin (28/7).
Kegiatan bertajuk “Pemberdayaan Guru SD 1 Mijen dalam Pendampingan Penyusunan Bahan Ajar dan Asesmen Digital Terintegrasi melalui BrainyLand Berbasis Kearifan Lokal” ini menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan pembelajaran digital berbasis budaya lokal.
Pelatihan yang diikuti oleh 14 guru ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang didukung oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM).
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Fitriyah Amaliyah selaku ketua tim, dengan anggota Rani Setiawaty dan Pratomo Setiaji.
Dalam pelatihan, guru diperkenalkan dengan platform BrainyLand (Bringing Numeracy and Literacy for Young Learners through Local Wisdom Tanah Wali).
Sebuah media pembelajaran interaktif yang dapat digunakan untuk membuat bahan ajar digital dan asesmen yang menyisipkan unsur kearifan lokal.
Para peserta langsung didampingi menyusun materi ajar, kuis, dan latihan soal dengan konten budaya yang dekat dengan kehidupan siswa.
“BrainyLand ini bukan hanya sekadar media digital biasa, tetapi juga bisa menjadi ruang untuk menghadirkan nuansa lokal dalam pembelajaran. Guru bisa membuat kuis interaktif, memasukkan gambar, suara, dan video yang bersumber dari budaya daerah,” terang Fitriyah.
Platform BrainyLand juga dikembangkan sebagai wadah untuk mengintegrasikan bahan ajar dan asesmen digital dalam satu kesatuan pembelajaran yang utuh, sehingga memudahkan guru dalam merancang dan mengevaluasi proses belajar siswa.
Selain itu, BrainyLand mendukung penguatan literasi numerasi melalui soal-soal kontekstual yang melatih kemampuan berpikir logis, analitis, dan kreatif sesuai dengan jenjang pendidikan dasar.
Melalui pelatihan ini, guru juga diajak membuat soal-soal evaluatif digital yang langsung bisa diakses dan dinilai otomatis oleh sistem.
Skema ini dinilai memudahkan guru sekaligus meningkatkan daya tarik siswa terhadap materi pelajaran.
Sementara itu, Kepala SD 1 Mijen, Sutiyono, menyambut baik kegiatan ini dan merasa pelatihan sangat bermanfaat bagi guru-guru di sekolahnya.
Ia menilai, pelatihan tersebut dapat menjadi bekal untuk guru dalam menghadapi perkembangan teknologi pendidikan.
“Alhamdulillah kami senang sekali. Para guru jadi tahu cara membuat media ajar yang lebih menarik dan dekat dengan budaya anak-anak.
Harapannya, anak-anak makin semangat belajarnya,” tuturnya.
Ia menambahkan, pelatihan diikuti oleh semua guru dari kelas 1 sampai 6 serta beberapa guru honorer.
Ia berharap guru-guru dapat mengimplementasikan hasil pelatihan di kelas dan meningkatkan kualitas pembelajaran secara nyata.
“Semoga dengan adanya pelatihan ini, proses belajar mengajar menjadi lebih efektif, dan anak-anak bisa belajar dengan cara yang lebih menyenangkan,” pungkasnya. (lia)
Editor : Zainal Abidin RK