RADAR KUDUS - Sebuah video yang memperlihatkan dugaan aksi penganiayaan antara pengemudi ojek online (ojol) dan sopir bus Transjakarta viral di media sosial.
Peristiwa itu disebut terjadi di kawasan lampu merah Tomang, Jalan S. Parman, Jakarta Barat, dan terekam kamera warga.
Video tersebut pertama kali diunggah melalui akun Instagram @lbj_jakarta, dengan narasi “Driver Ojol nekat lakukan kekerasan pada sopir bus Transjakarta”.
Dalam rekaman berdurasi singkat itu, tampak seorang pengemudi ojol mengenakan atribut lengkap memukuli kepala sopir Transjakarta yang mengenakan baju batik.
Situasi sempat memanas meski warga sekitar mencoba melerai.
Namun, setelah berpisah, sopir Transjakarta kembali menghampiri dan menendang motor milik pengemudi ojol, yang kemudian mencoba kembali menyerang, tetapi aksinya berhasil dicegah oleh warga lainnya.
"Udah dong woi, lu jangan kayak gitu. Ntar diramein sekalian lu," terdengar suara salah satu warga dalam video tersebut.
Sopir Transjakarta yang menjadi korban sempat berteriak, mengklaim bahwa pengemudi ojollah yang memulai keributan.
“Dia yang salah! Dia yang salah, dia yang ngotot,” ucapnya dalam video.
Menanggapi peristiwa tersebut, Kepala Departemen Humas dan CSR TransJakarta, Ayu Wardhani, membenarkan kejadian itu.
Ia menjelaskan bahwa insiden sebenarnya terjadi pada Jumat, 4 Juli 2025, bukan Minggu seperti yang disebutkan dalam unggahan media sosial.
Menurut Ayu, pengemudi ojol diduga emosi karena merasa diklakson oleh sopir Transjakarta. Kemudian, terjadi keributan yang berujung pada pemukulan.
“Driver ojol melakukan pemukulan karena merasa diklakson oleh pramudi (sopir Transjakarta),” kata Ayu, Selasa (8/7).
Ia menambahkan bahwa sopir Transjakarta sempat mencoba mengambil kunci motor milik pelaku untuk mencegah pelarian, namun aksi itu dicegah oleh pengemudi lain yang melintas di lokasi kejadian.
Sopir Transjakarta yang menjadi korban telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Palmerah untuk ditindaklanjuti secara hukum. Keterangan itu dibenarkan oleh Kapolsek Palmerah, Kompol Eko Adi Setiawan.
“Betul, korban sudah membuat laporan di Polsek Palmerah,” ujar Eko.(kholissofiyana)
Editor : Ali Mustofa