Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Pembangunan Kereta Gantung Rinjani Batal, Investor Asal Tiongkok Menghilang

Redaksi Radar Kudus • Sabtu, 5 Juli 2025 | 00:13 WIB
Gunung rinjani
Gunung rinjani

RADAR KUDUS - Rencana pembangunan kereta gantung dari jalur pendakian di Lombok Tengah menuju kawasan Gunung Rinjani resmi dibatalkan.

Hal ini terjadi karena investor asal Tiongkok yang sebelumnya terlibat tiba-tiba menghilang.

“Kabarnya, pihak investor hilang kontak, jadi proyeknya batal,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Lombok Tengah, Lalu Wiranata, pada Jumat (4/7).

Wiranata menjelaskan bahwa peletakan batu pertama proyek kereta gantung tersebut sudah dilakukan sejak tahun 2022.

Proyek ini awalnya ditargetkan selesai pada 2025. Namun, sampai saat ini tidak ada kabar kelanjutan dari pihak investor.

“Penyebab pastinya kami belum tahu, mungkin ada masalah internal di perusahaan mereka,” jelasnya.

Pemerintah daerah telah melaporkan kondisi ini kepada Pemerintah Provinsi NTB, dengan harapan bisa dicarikan investor pengganti agar pembangunan tetap bisa dilanjutkan.

“Kami masih berharap ada investor baru yang bersedia melanjutkan proyek ini,” tambahnya.

Menurut Wiranata, proyek kereta gantung ini sangat penting untuk menunjang pengembangan pariwisata di kawasan Mandalika, serta untuk menarik lebih banyak wisatawan asing dan domestik ke Lombok Tengah.

Selain menjadi daya tarik wisata baru, kereta gantung ini juga diharapkan bisa menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, termasuk pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Dampak ekonominya akan sangat besar. Kami tetap mendukung agar proyek ini bisa terwujud,” ujarnya.

Rencana pembangunan kereta gantung ini berada di Desa Karang Sidemen, Kecamatan Batukliang Utara.

Jalurnya akan melintasi kawasan hutan lindung sepanjang 10 kilometer dengan luas lahan sekitar 500 hektar.

Lokasi akhir pemberhentian kereta berada sekitar dua kilometer di bawah Pos Pelawangan Rinjani.

Proyek ini diperkirakan menelan anggaran sebesar Rp2,2 triliun dan juga akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang wisata lainnya.

Sebelumnya, pada 18 Desember 2022, Gubernur NTB Zulkieflimansyah dan Bupati Lombok Tengah Lalu Fathul Bahri telah meresmikan peletakan batu pertama proyek ini.

Saat itu, Gubernur Zulkieflimansyah menyampaikan bahwa pembangunan kereta gantung akan menjadikan NTB sebagai kawasan pariwisata yang lengkap dan menarik, terutama bagi wisatawan yang tidak sanggup mendaki Rinjani secara langsung.

Ia mengakui bahwa setiap proyek besar pasti menghadapi tantangan, terutama jika kurang sosialisasi kepada masyarakat.

“Dengan kereta gantung ini, keindahan alam Rinjani bisa dinikmati dari atas tanpa harus mendaki. Proyek ini tadinya ditargetkan selesai pada 2025,” kata Zulkieflimansyah (kholissofiyana)

Editor : Mahendra Aditya
#rinjani #investor #Kereta Gantung Rinjani #investor tiongkok