RADAR KUDUS - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Perak Surabaya menyampaikan bahwa cuaca di perairan Selat Bali saat Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya tenggelam pada Rabu (2/7) malam berada dalam kondisi normal dan tidak menunjukkan gangguan cuaca ekstrem.
Berdasarkan hasil pemantauan radar dan citra satelit, kondisi langit saat itu cerah berawan dengan tinggi gelombang antara 0,4 hingga 1 meter.
Kecepatan angin berkisar antara 2,5 sampai 13,8 knot, serta arus laut dalam keadaan relatif tenang.
Keterangan ini disampaikan langsung oleh Kepala BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya, Syaiful Hadi.
Ia menegaskan bahwa secara meteorologis, tidak ada indikasi gangguan cuaca yang bisa memicu kecelakaan laut pada malam kejadian. Menurutnya, kecil kemungkinan peristiwa tenggelamnya kapal disebabkan oleh faktor alam.
Dugaan sementara justru mengarah ke kemungkinan faktor teknis, seperti kerusakan mesin, muatan yang tidak seimbang, atau kesalahan dalam pengoperasian kapal.
Selain menjelaskan kondisi saat kejadian, BMKG juga mengungkap bahwa cuaca pada Kamis pagi hingga siang hari tetap kondusif untuk proses pencarian dan evakuasi korban.
Tinggi gelombang masih berada di bawah 1 meter, dan kecepatan angin tidak lebih dari 10 knot.
Hal ini menjadi dukungan penting bagi tim SAR gabungan yang sejak kejadian terus melakukan pencarian terhadap puluhan penumpang yang belum ditemukan.
Sampai Kamis siang (3/7), tim SAR yang terdiri dari Basarnas, TNI AL, Polairud, BPBD, nelayan lokal, serta relawan, telah berhasil menyelamatkan 29 orang dari total 65 orang yang berada di atas kapal.
Sementara itu, enam orang dinyatakan meninggal dunia dan sisanya masih dalam proses pencarian.
Upaya pencarian diperkuat dengan pengerahan 14 tim gabungan lengkap dengan kapal patroli, helikopter, dan pasukan katak TNI AL untuk menyisir area perairan secara lebih intensif.
KMP Tunu Pratama Jaya diketahui tenggelam di Selat Bali saat dalam perjalanan dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Gilimanuk, Bali.
Kapal tersebut membawa 65 orang yang terdiri dari penumpang dan anak buah kapal serta mengangkut 22 kendaraan.
Tragedi ini menjadi perhatian nasional dan menuai berbagai pertanyaan terkait faktor penyebab yang kini masih terus didalami oleh pihak berwenang. (Nilna Hibran)
Editor : Mahendra Aditya