RADAR KUDUS – Konflik hukum antara Ridwan Kamil dan selebgram Lisa Mariana kini menjalar ke babak paling dramatis.
Mantan Gubernur Jawa Barat itu resmi menggugat balik Lisa Mariana dengan nilai fantastis—Rp105 miliar—karena merasa kehormatannya sebagai tokoh nasional dihancurkan oleh serangkaian tuduhan tak berdasar.
Kuasa hukum Ridwan Kamil, Muslimin Butar-Butar, mengungkap secara blak-blakan alasan utama gugatan jumbo ini: reputasi kliennya dirusak, kehidupan keluarganya dikacaukan, dan potensi karier serta bisnisnya terkubur oleh fitnah publik yang disebarkan Lisa Mariana.
Kerugian Besar: Dari Nama Baik Hancur hingga Peluang Masa Depan Sirna
Menurut Muslimin, gugatan yang dilayangkan ke Pengadilan Negeri Bandung terdiri atas dua elemen: Rp5 miliar untuk kerugian materiil dan Rp100 miliar sebagai kompensasi imateriil.
"Kerugian materiil meliputi biaya hukum yang tidak sedikit, serta pekerjaan-pekerjaan klien kami yang harus tertunda, batal, bahkan ditinggalkan karena fokus menghadapi tuduhan ini," jelasnya.
Namun yang lebih berat, menurutnya, adalah kerusakan tak kasat mata: tekanan batin, stres berat, hingga kehancuran reputasi yang telah dibangun Ridwan Kamil selama bertahun-tahun sebagai figur publik.
Tuduhan Skandal Tanpa Bukti: “Ini Bukan Drama, Ini Fitnah Keji!”
Lisa Mariana menuduh Ridwan Kamil memiliki anak dari hubungan terlarang, bahkan menyebut mantan wali kota Bandung itu sempat meminta menggugurkan kandungan.
Tuduhan tersebut disampaikan Lisa ke publik melalui berbagai media sosial dan kanal podcast.
Namun tim hukum RK menyatakan bahwa narasi itu sepenuhnya tidak berdasar, tidak memiliki dasar hukum, dan tidak pernah dibuktikan melalui tes DNA—yang seharusnya jadi bukti utama bila memang tuduhan itu benar.
“Menuduh seseorang menghamili lalu minta aborsi, tanpa bukti, lalu memastikan anak itu anak biologis tanpa tes DNA—ini bukan hanya bohong, ini fitnah yang kejam!” tegas Muslimin.
Reputasi Hancur, Hubungan Keluarga Retak
Tak hanya nama baik yang rusak, kehidupan pribadi Ridwan Kamil juga ikut goyah. Hubungan harmonis dengan keluarga inti dan besar dikabarkan terganggu akibat tuduhan publik tersebut.
"Klien kami kehilangan kenyamanan hidup, kesempatan untuk berkarier, serta potensi bisnis di masa depan. Dan yang paling menyakitkan, relasi hangat dengan keluarga ikut tercoreng oleh narasi yang tak bertanggung jawab," ujarnya.
Tuntutan Tegas: Bukan Sekadar Uang, Tapi Keadilan
Gugatan Rp105 miliar ini, menurut tim hukum RK, bukan semata-mata soal materi. Ini tentang pembuktian bahwa ruang digital bukan tempat bebas untuk menyebarkan tuduhan seenaknya.
"Ketika seseorang menyebarkan cerita fitnah demi sensasi atau popularitas, harus ada pertanggungjawaban hukum.
Kami ingin kasus ini menjadi preseden bahwa pencemaran nama baik di era digital harus dihentikan," kata Muslimin.
Langkah Hukum Ganda: Perdata dan Pidana Jalan Bersamaan
Selain gugatan perdata, Ridwan Kamil juga telah melaporkan Lisa Mariana ke Bareskrim Polri atas dugaan pencemaran nama baik.
Kasus ini telah naik ke tahap penyidikan, menunjukkan bahwa proses hukum berjalan serius di dua jalur sekaligus.
Akankah Drama Ini Usai di Pengadilan?
Publik Indonesia kini menjadi saksi bagaimana seorang tokoh publik yang selama ini dikenal bersih, justru harus berjibaku menghadapi badai fitnah. Di sisi lain, Lisa Mariana belum menunjukkan bukti kuat yang bisa menguatkan narasinya.
Dengan gugatan balik yang nilainya menyentuh angka triliunan rupiah, kasus ini jelas bukan sekadar adu argumen. Ini adalah pertarungan citra, reputasi, dan kehormatan—yang akan menentukan siapa yang berbicara benar dan siapa yang hanya memanfaatkan panggung.