BOGOR – Dalam sebuah pernyataan yang penuh semangat dan sarat makna, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan tekadnya untuk mengangkat kembali Kota Bogor sebagai poros utama kebudayaan Sunda.
Di hadapan sivitas akademika Universitas Pakuan (Unpak), Dedi tak hanya bicara visi masa depan, tetapi juga menggugah kesadaran kolektif tentang pentingnya merawat akar budaya.
“Bogor bukan sekadar kota hujan, tapi simbol kejayaan masa lalu yang perlu kita hidupkan kembali,” ujarnya lantang disambut riuh tepuk tangan.
Dalam acara yang berlangsung hangat tersebut, Dedi mengutarakan harapannya agar Bogor kembali menjadi pusat harmoni, kemajuan, dan warisan budaya Sunda yang otentik.
Menghidupkan Kembali Pakuan Pajajaran
Dedi tak main-main. Baginya, Bogor adalah warisan spiritual dan historis dari Kerajaan Sunda yang semestinya kembali mendapat tempat di hati masyarakat.
“Saya ingin Bogor menjadi episentrum kebangkitan peradaban Sunda. Bukan hanya simbolik, tapi benar-benar terasa dalam seluruh aspek kehidupan,” tegasnya.
Dengan menyinggung nama Pakuan – ibukota Kerajaan Sunda pada masa lalu – Dedi menegaskan pentingnya filosofi leluhur dalam membentuk tata kelola pemerintahan yang harmonis.
“Kita butuh pemimpin harmoni, bukan pemimpin yang sekadar populer.
Yang bisa menyatukan sumber daya alam dan manusia untuk menciptakan kebahagiaan bersama,” katanya.
Sindiran Halus ke Pemimpin Populis
Tak berhenti pada wacana budaya, Dedi juga menyisipkan kritik tajam terhadap gaya kepemimpinan populis yang hanya mengedepankan pencitraan.
Ia mencontohkan bagaimana pemimpin semacam itu cenderung abai terhadap pelanggaran lingkungan atau pelestarian tata ruang kota.
“Pemimpin populis itu tidak akan keberatan kalau ada rumah dibangun di bantaran sungai. Tidak akan marah ketika pohon dijadikan tempat menempelkan iklan warung,” sindirnya.
Menurutnya, Indonesia butuh pemimpin yang mampu menyelaraskan semua elemen—alam, manusia, budaya—ke dalam satu irama yang bermakna.
Kota Hujan dengan Harapan Baru
Dengan gaya khasnya yang jenaka namun bermakna, Dedi bahkan sempat melempar gurauan pribadi yang membuat hadirin tertawa.
“Cuma satu masalah saya, sampai sekarang belum dapat jodoh dari Bogor,” celetuknya, disambut gelak tawa peserta.
Guyonan itu bukan tanpa makna. Ia seolah menyiratkan kedekatan emosionalnya dengan Bogor yang bukan sekadar lokasi, tapi identitas.
Dalam acara tersebut, turut hadir tokoh-tokoh penting dari Unpak, termasuk rektor dan para pengurus yayasan.
Bahkan tim komunikasi kepresidenan juga hadir, menjadi saksi dari gagasan besar yang sedang dirangkai oleh sang gubernur.
Kepemimpinan Berbasis Budaya
Salah satu poin paling mencolok dari pidato Dedi adalah gagasan tentang kepemimpinan yang tidak terjebak dalam sekadar pencapaian politik, tetapi bertumpu pada nilai budaya dan keberlanjutan.
“Kita harus menyiapkan sistem kepemimpinan yang bukan hanya untuk hari ini, tapi untuk masa depan,” ucapnya, seolah memberi pesan kepada generasi muda agar tak terjebak pada arus pragmatisme politik semata.
Refleksi untuk Jawa Barat dan Indonesia
Pernyataan Dedi Mulyadi bukan sekadar retorika seremonial. Visi mengembalikan Bogor sebagai pusat peradaban Sunda adalah bagian dari proyek besar membangun identitas daerah yang kuat dan berakar.
Di tengah era modernisasi yang kerap memudarkan nilai-nilai lokal, gagasan ini bisa menjadi fondasi baru untuk membangun Jawa Barat yang lebih berkarakter.
Dengan memadukan kesadaran budaya, tata kelola yang berbasis harmoni, dan kritik konstruktif terhadap pola kepemimpinan yang dangkal, Dedi menawarkan sesuatu yang lebih dari sekadar program kerja: ia menawarkan cara pandang.
Langkah Dedi Mulyadi mengusung kembali Bogor sebagai pusat kebangkitan budaya Sunda bukan hanya soal sejarah, tapi juga masa depan.
Ketika banyak daerah berlomba-lomba membangun dari sisi fisik, Dedi mengingatkan bahwa peradaban besar dimulai dari akar: budaya, nilai, dan harmoni.
Dan jika visi ini benar-benar diwujudkan, Kota Hujan bisa saja kembali menjadi pusat kemilau peradaban Sunda seperti dulu—bukan hanya dalam ingatan sejarah, tapi nyata dalam denyut kehidupan masyarakatnya hari ini.
Tagar Populer:
# #BogorKotaPeradaban #Peradaban Sunda #KotaHujan #BudayaSunda #GubernurJawaBarat #BogohKaBogor #HarmoniJawaBarat