RADAR KUDUS – Sebuah truk tangki bermuatan gas LPG sebanyak 15 ton terguling di atas Jembatan Mliriprowo, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (5/6) dini hari.
Insiden ini nyaris memicu kepanikan warga karena posisi truk yang melintang dan membawa bahan mudah terbakar.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 04.30 WIB saat suasana jalan masih gelap gulita. Truk tangki dengan nomor polisi AG 8087 UF, milik perusahaan PT Dian Rama Gas, dikemudikan oleh Agus Rahmad, yang diketahui tengah melakukan perjalanan pengiriman gas dari Gresik menuju Kediri, melewati rute Surabaya-Mojokerto.
Kronologi Kecelakaan: Jalan Gelap dan Sopir Mengantuk Jadi Biang Keladi
Menurut penuturan Agus, saat melintasi Jembatan Mliriprowo, kondisi jalan yang minim penerangan membuatnya kesulitan menjaga pandangan.
Ditambah lagi, sebuah kendaraan dari arah berlawanan menyalakan lampu jauh (ngedim), menyebabkan sorotan cahaya menyilaukan pandangannya.
"Saya sempat silau karena kendaraan dari arah depan ngedim. Saya juga mengantuk karena kelelahan di perjalanan. Akhirnya saya kehilangan kendali dan truk menabrak median jalan,” terang Agus.
Tak hanya menabrak pembatas jalan, truk raksasa berbobot hampir 50 ton itu kemudian melaju naik ke median dan akhirnya terguling setelah menghantam pagar pengaman jembatan.
Beruntung Tak Ada Korban Jiwa
Meski truk terguling dalam posisi mengerikan, sopir Agus dan keneknya dilaporkan selamat tanpa mengalami luka serius.
Namun, insiden ini sempat memicu kekhawatiran pengguna jalan dan warga sekitar, mengingat muatan truk berupa 15 ton LPG yang sangat rawan meledak jika terjadi percikan api.
"Alhamdulillah saya dan kenek tidak apa-apa. Tapi kami kaget dan takut, apalagi truknya bawa gas," lanjut Agus.
Akses Jalan Lumpuh, Damkar dan Polisi Turun Tangan
Pasca-kejadian, posisi truk yang melintang di badan jalan menyebabkan arus lalu lintas Mojokerto-Surabaya terhambat parah. Tak sedikit pengendara yang terpaksa memutar balik karena akses tertutup total.
Tim pemadam kebakaran dari Pos Damkar setempat langsung diterjunkan guna mengantisipasi potensi kebocoran atau ledakan.
Sementara aparat kepolisian dari Satlantas Polresta Sidoarjo sigap melakukan pengaturan lalu lintas dan proses evakuasi.
Menurut Kanit Gakkum Satlantas Polresta Sidoarjo, kecelakaan tunggal ini kini dalam penyelidikan.
Ia menegaskan bahwa faktor utama diduga kuat karena sopir mengantuk dan kondisi jalan yang tidak memiliki pencahayaan memadai.
"Evakuasi truk masih berlangsung. Kami mengimbau pengendara lain untuk bersabar dan mencari jalur alternatif," ungkapnya.
Masalah Penerangan Jalan Kembali Jadi Sorotan
Kecelakaan ini menambah panjang daftar insiden di ruas jalan yang minim penerangan, terutama di perbatasan Sidoarjo-Mojokerto.
Warga dan pengguna jalan menuntut perhatian serius dari pemerintah daerah untuk segera memasang lampu penerangan di titik-titik rawan.
Banyak yang menyebut Jembatan Mliriprowo sebagai “jalur tengkorak” karena sudah sering memakan korban kecelakaan.
Kejadian ini membuktikan bahwa kelalaian pada hal sederhana seperti penerangan jalan bisa berdampak besar, bahkan nyaris memicu bencana besar.
Kecelakaan tunggal yang melibatkan truk tangki bermuatan gas ini adalah peringatan keras akan pentingnya infrastruktur jalan yang aman dan kesiapan fisik sopir saat berkendara.
Satu kesalahan kecil di waktu yang salah bisa berujung pada tragedi besar.
Untungnya, kali ini tidak ada korban jiwa. Tapi apakah kita harus menunggu sampai nyawa melayang baru mau bertindak?