Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Bikin Merinding, 1 Suro Kali ini Bertepatan dengan Malam Jumat Kliwon

Muhammad Agung Prayoga • Sabtu, 7 Juni 2025 | 14:36 WIB
LESTARIKAN BUDAYA: Dalang saat mementaskan wayang krucil di acara sedekah bumi di Desa Plantungan Kecamatan Blora Kota.
LESTARIKAN BUDAYA: Dalang saat mementaskan wayang krucil di acara sedekah bumi di Desa Plantungan Kecamatan Blora Kota.

RADAR KUDUS - Malam Satu Suro atau satu Muharram, yang pada tahun 2025 ini bertepatan dengan tanggal 27 Juni malam Jumat Kliwon, adalah peristiwa yang sangat istimewa dalam kalender Jawa.

Kombinasi dari tiga elemen yang dianggap keramat ini - malam Satu Suro, Jumat, dan Kliwon - menciptakan malam yang diyakini membawa energi spiritual yang luar biasa oleh banyak orang di Jawa dan sekitarnya.

Kali ini, kita akan menjelajahi berbagai aspek dari malam istimewa ini, dengan menelisik rahasia dan misteri, kebiasaan dan budaya, serta manfaat dan keburukannya.

Kita juga akan merujuk pada berbagai sumber literasi tradisional dan modern yang mendukung pemahaman ini.

Satu Suro, Jumat, Kliwon

Ketiga elemen yang bersatu pada malam ini — Satu Suro, Jumat, dan Kliwon — masing-masing memiliki makna yang mendalam.

Malam Satu Suro menandai awal tahun baru dalam kalender Jawa, dikenal dengan bulan Suro, yang merupakan bulan penuh pantangan dan refleksi spiritual.

Malam Jumat dikenal dalam tradisi Islam sebagai malam yang penuh berkah dan doa, sedangkan hari Kliwon dalam pasaran Jawa sering dianggap sebagai waktu di mana batas antara dunia nyata dan gaib menjadi lebih tipis.

Misteri yang melingkupi malam ini seringkali terkait dengan kepercayaan bahwa pintu-pintu alam gaib lebih mudah diakses.

Banyak orang yang percaya bahwa ini adalah malam yang tepat untuk berkomunikasi dengan leluhur atau mencari petunjuk spiritual.

Literatur Jawa kuno seperti "Serat Centhini" dan "Serat Wedhatama" sering merujuk pada pentingnya malam-malam tertentu untuk ritual dan meditasi.

Tradisi

Tradisi yang terkait dengan malam Satu Suro sangat beragam dan memiliki akar yang dalam di budaya Jawa.

Salah satu tradisi yang paling terkenal adalah "Tapa Bisu" atau "Tapa Pepe", di mana peserta berjalan mengelilingi keraton dalam diam, melambangkan introspeksi dan pengendalian diri.

Di Surakarta dan Yogyakarta, sering diadakan kirab pusaka, di mana benda-benda keramat diarak untuk menjaga hubungan dengan masa lalu dan leluhur.

Selain itu, banyak masyarakat melakukan "kungkum" atau berendam di sungai pada malam ini, sebuah ritual pembersihan diri yang dipercaya dapat menjernihkan pikiran dan menghapus energi negatif.

Ritual ini sering disebut dalam manuskrip seperti "Serat Kalatidha", yang menekankan pentingnya keseimbangan antara dunia material dan spiritual.

Rahasia

Malam ini memberikan kesempatan yang langka untuk melakukan introspeksi mendalam.

Dengan berpartisipasi dalam ritual dan tradisi, individu dapat memanfaatkan energi malam ini untuk memfokuskan pikiran dan meningkatkan spiritualitas mereka.

Kegiatan seperti meditasi dan doa bersama dianggap lebih efektif dan membawa ketenangan batin yang lebih besar.

Namun, ada juga sisi gelap dari malam yang penuh energi ini.

Beberapa orang mungkin terlalu terfokus pada aspek mistis dan supranatural, sehingga melupakan tujuan spiritual yang lebih penting.

Baca Juga: Tanggap Darurat! Sumur Minyak Menyembur di Kedinding Blora, Material Lumpur dan Minyak Mengalir ke Sungai

Ini dapat menyebabkan praktik-praktik yang menyimpang dari ajaran agama atau keyakinan asli, seperti penggunaan ilmu hitam atau ritual yang tidak sesuai.

Buku seperti "Primbon Jawa" sering memperingatkan terhadap bahaya penyalahgunaan kekuatan spiritual.

Secara keseluruhan, malam Satu Suro yang bertepatan dengan malam Jumat Kliwon adalah waktu yang kaya akan tradisi, spiritualitas, dan potensi pribadi.

Dengan menghormati tradisi dan mencari makna yang lebih dalam dari praktik spiritual, individu dapat memanfaatkan malam ini untuk memperkuat hubungan mereka dengan dunia spiritual dan meningkatkan kesejahteraan pribadi.

Editor : Ali Mustofa
#malam jumat kliwon #jawa #tahun baru #satu suro