RADAR KUDUS – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali mencuri perhatian publik dengan gebrakan barunya yang tak biasa.
Kali ini, bukan soal budaya atau politik, melainkan langkah konkret untuk menekan angka kejahatan dengan pendekatan yang nyeleneh namun visioner: Gapura Anti-Maling!
Gagasan unik ini bukan sekadar hiasan atau bentuk kecintaan terhadap tradisi leluhur. Di tangan Dedi Mulyadi, gapura bukan hanya simbol adat, tetapi berubah fungsi menjadi benteng digital penjaga keamanan warga.
Baca Juga: Kinerja 100 Hari, Dedi Mulyadi Cetak Sejarah! Jadi Gubernur Paling Dipercaya se-Pulau Jawa!
Gapura Bukan Sekadar Ornamen, Tapi Perisai Digital untuk Rakyat
Rencananya, setiap pintu masuk antar-kabupaten dan kecamatan di Jabar akan dilengkapi dengan gapura modern yang terintegrasi dengan teknologi canggih, termasuk CCTV 24 jam dan pagar digital otomatis. Ini adalah upaya serius Pemprov Jabar dalam menghadang aksi kriminal sejak dari pintu gerbang wilayah.
“Nanti di batas kabupaten akan berdiri gapura. Tapi bukan gapura biasa. Di kanan-kirinya akan terpasang pagar digital, bahkan bisa bergerak ke samping atau ke bawah sesuai kondisi.
Dan semuanya dikendalikan dalam satu sistem terpusat,” ungkap Dedi saat pelantikan pejabat eselon tinggi di lingkungan Pemprov Jabar, Kamis (29/5/2025).
Langkah ini disebut sebagai strategi tahap kedua dalam proyek pembangunan gapura. Tahap pertama adalah penegasan simbol budaya, sementara tahap berikutnya mengedepankan aspek keamanan masyarakat.
CCTV Terkoneksi Pusat: Monitoring Kejahatan Jadi Lebih Cepat dan Tepat
Lebih dari sekadar kamera pengintai biasa, CCTV pada gapura digital ini akan terhubung langsung dengan pusat kendali Pemprov Jabar. Dengan sistem terintegrasi ini, setiap aktivitas mencurigakan bisa dipantau secara real-time, dan aparat keamanan bisa bergerak cepat.
Hal ini tentu menjadi kabar baik bagi masyarakat Jabar yang selama ini resah dengan meningkatnya aksi pencurian dan tindak kriminal lintas daerah. Terutama di wilayah perbatasan yang kerap jadi titik rawan.
Dengan sistem ini, Jawa Barat bisa menjadi provinsi pertama di Indonesia yang menerapkan sistem keamanan berbasis gerbang digital di level administratif terkecil.
Langkah Nyata Dedi Mulyadi: Teknologi Bertemu Tradisi
Dedi Mulyadi memang dikenal sebagai pemimpin yang senang memadukan nilai-nilai budaya Sunda dengan kemajuan teknologi modern.
Ia tak sekadar membangun demi infrastruktur, tetapi juga ingin setiap kebijakan memiliki nilai kultural dan manfaat jangka panjang.
Dalam program "Gapura Anti-Maling", Dedi tak hanya berpikir soal pengamanan, tetapi juga ingin menghadirkan rasa bangga dan identitas lokal di setiap pintu masuk wilayah. Gapura menjadi simbol kearifan lokal, namun berfungsi nyata menjaga keselamatan warga.
Bukan Gertak Sambal: Target Kriminal Bakal Gagal Lewat Jabar
Dedi menegaskan bahwa ke depan, semua perbatasan di Jabar akan jadi titik skrining yang ketat.
Tidak hanya orang, tetapi kendaraan dan barang yang masuk akan terekam. Ini memberi efek jera pada pelaku kejahatan yang selama ini menjadikan Jawa Barat sebagai tempat persembunyian atau pelarian.
“Pengamanan tidak bisa lagi konvensional. Kita harus kombinasikan teknologi dengan sistem birokrasi yang kuat,” tegas Dedi.
Baca Juga: Luar Biasa! Dedi Mulyadi Jadi Gubernur Paling Memuaskan se-Pulau Jawa, Kalahkan Khofifah & Pramono!
Penegakan Hukum dan Pencegahan Jalan Bersamaan
Langkah ini juga didukung dengan kerja sama antara pemprov dan aparat penegak hukum. Bahkan sebelumnya, Dedi Mulyadi juga meminta polisi bertindak tegas terhadap oknum bobotoh yang merusak fasilitas stadion GBLA, menunjukkan bahwa dirinya serius dalam memberantas semua bentuk pelanggaran hukum—baik kecil maupun besar.
Jawa Barat Menuju Provinsi Terdigitalisasi
Lewat program "Gapura Anti-Maling", Jawa Barat tak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga menyusun sistem keamanan daerah berbasis teknologi yang mengedepankan efisiensi dan ketepatan.
Dedi Mulyadi membuktikan bahwa komitmen terhadap keamanan warga bisa diwujudkan tanpa meninggalkan identitas budaya. Gapura digital ini bukan sekadar portal masuk, tapi simbol perubahan besar—di mana teknologi menjadi garda terdepan dalam menjaga masyarakat dari ancaman kriminal.
Terus ikuti perkembangan kebijakan revolusioner di Jawa Barat. Dari tradisi ke teknologi, dari gagasan ke aksi nyata.
Editor : Mahendra Aditya