RADAR KUDUS - Kabar gembira bagi calon jemaah haji Indonesia! Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2025 resmi turun menjadi Rp89,41 juta per jemaah, lebih rendah Rp4 juta dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp93,41 juta.
Penurunan ini disepakati Kementerian Agama (Kemenag) dan Komisi VIII DPR dalam rapat kerja di Jakarta pada 6 Januari 2025. Tetapi, bukan hanya itu saja, Presiden Prabowo Subianto mempunyai rencana besar agar biaya haji semakin terjangkau!
Dari keseluruhan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang mencapai Rp89,41 juta, jemaah hanya diwajibkan membayar Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) sebesar Rp55,43 juta, yang merupakan 62% dari total biaya tersebut. Sisanya, Rp33,98 juta, ditanggung dari Nilai Manfaat yang dikelola Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).
Biaya ini lebih terjangkau dibandingkan tahun 2024, di mana jemaah harus membayar Rp56,04 juta dengan Nilai Manfaat sebesar Rp37,36 juta. “Alhamdulillah, pemerintah dan DPR punya semangat sama untuk bikin haji lebih terjangkau,” ujar Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Hilman Latief, seperti dikutip dari situs resmi Kemenag.
Baca Juga: Presiden Prabowo Minta Biaya Haji Turun Lagi, Menag Nasaruddin: Kita Akan Evaluasi Semua Komponennya
Penurunan ini terjadi berkat tiga hal utama:
- Efisiensi di Arab Saudi: Negosiasi ketat dengan penyedia layanan di Arab Saudi, seperti akomodasi, konsumsi, dan layanan di Arafah-Muzdalifah-Mina, berhasil menghemat Rp600 miliar.
- Anggaran Realistis: Pemerintah mengevaluasi ulang anggaran 2024 untuk membuat biaya 2025 lebih masuk akal.
- Peralatan Sudah Lengkap: Kebutuhan alat seperti mesin pembaca dokumen travel dan bio visa sudah dibeli tahun lalu, jadi tidak perlu membeli lagi tahun ini.
Presiden Prabowo belum merasa puas dengan penurunan sebesar Rp4 juta ini. Dalam acara peresmian Terminal Khusus Haji-Umrah 2F di Bandara Soekarno-Hatta pada 4 Mei 2025, ia mengumumkan rencana ambisius: membangun perkampungan khusus jemaah Indonesia di dekat Masjidil Haram.
“Kita akan ke Arab Saudi, ketemu pemimpin mereka, cari cara biar biaya haji lebih murah lagi. Perkampungan ini bisa kurangi biaya hidup di sana,” kata Prabowo, seperti dilansir detik.com.
Prabowo juga menyinggung biaya haji Malaysia yang lebih rendah, mendorong pemerintah cari cara agar Indonesia bisa menyaingi. Menko Polhukam Budi Gunawan menambahkan, Arab Saudi bakal bantu dengan menyediakan area khusus untuk jemaah Indonesia, yang bisa memangkas biaya hidup selama di Tanah Suci.
Indonesia mendapatkan kuota 221.000 jemaah untuk 2025, terdiri dari 203.320 jemaah reguler dan 17.680 jemaah haji khusus. Hingga 25 Maret 2025, sebanyak 183.284 jemaah reguler telah melunasi biaya, termasuk di dalamnya jemaah lansia dan pendamping yang mendapatkan prioritas. Keberangkatan dimulai 2 Mei 2025 dari berbagai embarkasi.
Baca Juga: Kapan Libur dan Cuti Bersama Idul Adha 2025? Ini Perkiraan Menurut Pemerintah
Namun jemaah dihimbau untuk tetap waspada. Arab Saudi menerapkan aturan super ketat. Mulai 29 April 2025, hanya pemegang visa haji resmi yang boleh masuk Makkah.
Jemaah yang tidak memiliki visa haji akan dipulangkan, dan hotel dilarang menerima tamu tanpa izin resmi. Kementerian Agama juga mengingatkan agar jemaah tidak terpikat oleh tawaran haji murah dengan visa non-haji, karena risikonya sangat besar, termasuk denda yang dapat mencapai SAR 100.000 (sekitar Rp426 juta).
Kemenkes memperkuat layanan kesehatan dengan mengerahkan 1.044 tenaga kesehatan, termasuk dokter, perawat, dan apoteker, plus 211.751 dosis vaksin meningitis dan 203.410 dosis vaksin polio untuk jemaah.
Pemeriksaan kesehatan dilakukan lebih dini untuk hindari pembatalan mendadak. “Tren kematian jemaah mulai turun di 2024, dan kami optimis 2025 lebih baik,” kata Menkes Budi Gunadi Sadikin.
Soal keamanan, Menag Nasaruddin Umar mengatakan bahwa Indonesia siap patuhi aturan Arab Saudi, terutama saat puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. “Kami kerja sama erat dengan Saudi untuk jamin kenyamanan dan keamanan jemaah,” ujarnya saat menandatangani MoU di Jeddah, 12 Januari 2025.
Baca Juga: Prediksi Tanggal Idul Adha 2025 Versi Pemerintah dan Muhammadiyah
Dengan biaya yang lebih murah, layanan kesehatan terjamin, dan rencana perkampungan Indonesia, haji 2025 menjanjikan pengalaman ibadah yang lebih nyaman.
Namun, jemaah harus tetap hati-hati dengan tawaran tak resmi dan pastikan semua dokumen lengkap. “Persiapan Indonesia diakui paling lengkap oleh Arab Saudi,” kata Menag Nasaruddin, bangga.
Buat kamu yang mau melaksanakan ibadah haji, segera cek nomor porsi di situs Kemenag atau aplikasi SISKOHAT, dan pastikan lunasi biaya sebelum batas waktu. Haji 2025, saatnya wujudkan impian ke Tanah Suci dengan tenang dan penuh berkah! (Asri Kurniawati)
Editor : Mahendra Aditya