RADAR KUDUS - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan keras terkait potensi gempa megathrust di dua zona kritis, yaitu Selat Sunda dan Mentawai-Siberut.
Gempa yang sangat kuat ini diperkirakan dapat mencapai magnitudo 8. 9 dan berpotensi memicu tsunami dengan gelombang setinggi lebih dari 3 meter.
Ini menjadi ancaman serius bagi kota-kota pesisir di Banten, Lampung, Jakarta, Jawa Barat, dan Bengkulu.
Baca Juga: Breaking News! BMKG Peringatkan Kembali tentang Gempa Megathrust yang Ancam Indonesia. Kapan?
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Dr. Daryono, menjelaskan bahwa kedua zona tersebut termasuk dalam seismic gap, wilayah yang belum melepaskan energi tektonik selama ratusan tahun. “Selat Sunda belum mengalami gempa besar sejak 1757, sudah 267 tahun.
Sementara Mentawai-Siberut terakhir pada 1797, atau 227 tahun lalu.
Ini sangat mengkhawatirkan karena siklus perulangan gempa megathrust biasanya 120 hingga 180 tahun,” ujar Daryono dalam wawancara dengan Pro 3 RRI pada Kamis (24/4/2025), seperti dikutip dari rri.co.id.
Daryono menegaskan bahwa gempa megathrust dengan magnitudo tinggi pasti akan memicu terjadinya tsunami.
“Kekuatan hingga M8.9 dapat menyebabkan gelombang tsunami lebih dari 3 meter, yang akan berdampak signifikan pada wilayah pesisir,” tambahnya.
Kepala BMKG, Prof. Dwikorita Karnawati, juga menyoroti urgensi kesiapsiagaan dalam webinar baru-baru ini.
Baca Juga: Duka Gontor 5 Magelang: Tembok Tandon Air Roboh Tewaskan 4 Santri, Ini Fakta dan Identitas Korban!
Ia menyebutkan bahwa dari 13 segmen megathrust di Indonesia, Selat Sunda dan Mentawai-Siberut menjadi perhatian utama karena akumulasi energi yang sangat lama.
Megathrust Aceh-Andaman telah dirilis pada tahun 2004 setelah terjadinya jeda selama 97 tahun, sementara Tohoku-Oki di Jepang terjadi pada tahun 2011 setelah 176 tahun.
Tapi Selat Sunda dan Mentawai-Siberut sudah jauh melewati siklusnya. Kita harus bersiap,” tegas Dwikorita.
Kota-Kota yang Berisiko Tinggi
Berdasarkan pemodelan BMKG, gempa megathrust di Selat Sunda dan Mentawai-Siberut dapat menyebabkan kerziła:
- Banten: Kota seperti Pandeglang, Serang, Anyer, dan Carita.
- Lampung: Bandar Lampung, Kalianda, dan wilayah pesisir.
- DKI Jakarta: Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, terutama risiko tsunami.
- Jawa Barat: Sukabumi, Pelabuhan Ratu, dan Garut.
- Bengkulu: Kota Bengkulu dan wilayah pesisir.
- Sumatera Barat: Padang, Painan, dan Kepulauan Mentawai.
Sedangkan wilayah-wilayah ini berisiko mengalami kerusakan parah akibat guncangan gempa dan tsunami.
Jakarta, meskipun bukan pusat gempa, berpotensi terdampak tsunami dalam waktu 2,5 jam setelah gempa di Selat Sunda.
Urgensi Mitigasi Bencana
BMKG menegaskan bahwa peringatan ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk mendorong upaya mitigasi.
“Kami ingin masyarakat dan pemerintah daerah bersiap dengan langkah antisipatif,” kata Daryono.
Beberapa langkah mitigasi yang direkomendasikan meliputi:
1. Pemasangan rambu dan jalur evakuasi di wilayah pesisir.
2. Penguatan sistem peringatan dini tsunami (InaTEWS).
3. Pembangunan infrastruktur tahan gempa sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).
4. Edukasi masyarakat melalui simulasi evakuasi dan pelatihan kesiapsiagaan bencana.
Baca Juga: AWAS! Megathrust Event Mulai Bereaksi, Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Banten
Dwikorita menambahkan bahwa BMKG terus meningkatkan teknologi pemantauan, seperti seismograf dan tsunami buoy, untuk mendukung InaTEWS.
“Kami juga memetakan zona seismic gap dengan cermat. Aktivitas gempa di Selat Sunda sangat jarang, ini menunjukkan energi sedang terkumpul dan bisa terlepas sewaktu-waktu,” ujarnya.
Indonesia berada di Cincin Api Pasifik, dikelilingi tiga lempeng tektonik utama: Indo-Australia, Pasifik, dan Filipina.
Lempeng-lempeng ini, yang sebagian besar berada di laut, meningkatkan risiko gempa besar dan tsunami.
Berdasarkan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia tahun 2017, terdapat 13 segmen megathrust yang mengancam wilayah Indonesia, masing-masing memiliki potensi magnitudo yang bervariasi:
- Megathrust Selat Sunda: M8.7
- Megathrust Mentawai-Siberut: M8.9
- Megathrust Aceh-Andaman: M9.2
- Megathrust Jawa Barat-Jawa Tengah: M8.7
- Dan lainnya, dengan potensi hingga M9.2.
Seruan untuk Kesiapsiagaan
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah rawan. Pertama, menyiapkan tas darurat berisi P3K, makanan, air, dan dokumen penting.
Kedua, memahami jalur evakuasi dan titik kumpul terdekat. Dan ketiga, memantau informasi resmi melalui www.bmkg.go.id atau aplikasi InaTEWS.
Baca Juga: WASPADA, Jakarta Diprediksi Terkena Dampak Megathrust Selat Sunda: Gempa Besar dan Tsunami
Pemerintah daerah diminta memperkuat koordinasi dengan BPBD untuk simulasi bencana dan memastikan bangunan publik memenuhi standar tahan gempa.
“Mitigasi yang baik dapat menyelamatkan ribuan jiwa. Kita harus belajar dari bencana masa lalu seperti Aceh 2004,” kata Daryono.
Tantangan utama meliputi rendahnya kesadaran masyarakat, bangunan yang belum tahan gempa, dan keterbatasan anggaran untuk infrastruktur mitigasi.
Namun, dengan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat, risiko dampak gempa megathrust dapat diminimalkan.
“Kesiapsiagaan adalah investasi untuk masa depan,” tutup Dwikorita. (Asri Kurniawati)
Editor : Ali Mustofa