Istilah open house sendiri berasal dari bahasa Inggris yang berarti "membuka rumah". Dalam konteks Lebaran, istilah ini merujuk pada kebiasaan membuka pintu rumah selebar-lebarnya untuk menerima kedatangan tamu—mulai dari keluarga, kerabat, tetangga, hingga sahabat—sebagai wujud menyambung tali silaturahmi di bulan Syawal.
Baca Juga: Bupati Rembang Harno Gelar Open House Perdana Diserbu Rombongan Kepala Desa
Ruang Hangat Pemersatu Bangsa
Tradisi ini umumnya diwarnai dengan obrolan santai, hidangan khas Lebaran, hingga permainan yang menghibur, menjadikan open house sebagai ruang hangat pemersatu lintas generasi dan latar belakang.
Tidak hanya masyarakat umum, kalangan pejabat negara pun turut melestarikan tradisi ini. Presiden, gubernur, hingga wali kota rutin menggelar open house sebagai bentuk kedekatan dengan rakyat.
Open House Gus Iqdam, Undangan Terbuka untuk Jamaah Umum
Tak ketinggalan, pendakwah muda KH. Muhammad Iqdam Kholid atau Gus Iqdam turut menggelar open house dalam suasana Idulfitri 1446 Hijriah. Acara ini terbuka untuk jamaah umum dan akan berlangsung di:
Tanggal: 4–7 Syawal 1446 H / 3–6 April 2025
Waktu: Pukul 19.00–23.00 WIB
Lokasi: Lapangan Utama Sor Sengon, Karanggayam, Srengat, Blitar, Jawa Timur
Dalam undangan terbukanya, Gus Iqdam mengajak masyarakat untuk tidak hanya menghadiri acara ini sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai majelis ilmu yang penuh keberkahan.
Mengutip pesan dari Imam Syafi’i, "Ilmu itu bagaikan binatang buruan, sedangkan pena adalah pengikatnya, maka ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat."
Acara ini diharapkan menjadi momen mempererat ukhuwah sekaligus menimba hikmah dari suasana Syawal yang suci.
Masyarakat diimbau untuk menghadiri, serta turut mengajak keluarga, teman, dan kerabat, dalam rangka merayakan kebersamaan dan memperkuat nilai-nilai spiritual pasca-Ramadan.