RADAR KUDUS – Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali membuka jalur seleksi mandiri untuk tahun akademik 2025 melalui program Ujian Masuk Universitas Gadjah Mada (UM UGM).
Tahun ini, UGM menghadirkan beberapa perubahan signifikan dalam mekanisme ujian, terutama pada jalur UM UGM berbasis Computer-Based Test (CBT).
Bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi di salah satu PTN terbaik ini, simak informasi lengkapnya berikut ini!
Perubahan Mekanisme Ujian UM UGM 2025
Menurut Prof. Gandes Retno Rahayu, Direktur Pendidikan dan Pengajaran UGM, ujian UM UGM 2025 mengalami penyederhanaan format.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang membagi ujian menjadi kategori Saintek, Soshum, dan Campuran, tahun ini ujian lebih terfokus pada tiga komponen utama:
-
Tes Kemampuan Dasar:
-
Meliputi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika Dasar.
-
-
Tes Potensi Akademik:
-
Mengukur kemampuan berpikir kritis dan logis calon mahasiswa.
-
-
Tes Kemampuan Akademik:
-
Terdiri dari dua mata pelajaran pendukung program studi (prodi) yang dipilih.
-
“Misalnya, jika memilih prodi MIPA Fisika, tes akan mencakup Matematika IPA dan Fisika. Sedangkan untuk prodi Sosiologi, tes akan meliputi Sejarah dan Sosiologi,” jelas Gandes dalam keterangan tertulis Humas UGM, Selasa (18/3/2025).
Jalur Seleksi Mandiri UGM 2025
UGM menawarkan beberapa jalur seleksi mandiri, antara lain:
-
Penelusuran Bibit Unggul Tidak Mampu (PBUTM):
-
Dirancang untuk calon mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.
-
Syarat: Memiliki Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) dan pendapatan gabungan orang tua maksimal Rp4 juta per bulan.
-
-
Penelusuran Bibit Unggul Berprestasi (PBUB):
-
Ditujukan bagi calon mahasiswa dengan prestasi akademik atau non-akademik.
-
Syarat: Masuk 25 besar peringkat kelas (dibuktikan dengan rapor) atau memiliki sertifikat kejuaraan di bidang IPTEK, olahraga, atau seni minimal juara 1 atau 2 tingkat provinsi.
-
-
Afirmasi Tridharma UGM:
-
Memberikan kesempatan bagi calon mahasiswa dari daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).
-
-
UM UGM CBT:
-
Jalur seleksi berbasis ujian komputer yang memungkinkan peserta memilih dua program studi.
-
Kuota Penerimaan Mahasiswa Baru UGM 2025
UGM menyediakan total 9.236 kursi untuk mahasiswa baru tahun akademik 2025. Kuota ini dibagi menjadi tiga jalur utama:
-
30% untuk SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi).
-
30% untuk SNBT (Seleksi Nasional Berdasarkan Tes).
-
40% untuk Ujian Masuk UGM (UM UGM).
“Kami berkomitmen memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi calon mahasiswa berprestasi dari berbagai latar belakang,” ujar Gandes.
Persyaratan Umum UM UGM 2025
Berikut adalah persyaratan umum yang harus dipenuhi oleh calon peserta UM UGM 2025:
-
Memiliki prestasi akademik atau non-akademik yang dibuktikan dengan rapor atau sertifikat kejuaraan.
-
Memenuhi syarat khusus sesuai jalur seleksi yang dipilih (PBUTM, PBUB, atau Afirmasi Tridharma).
-
Mengikuti tes sesuai dengan program studi yang dipilih, termasuk Tes Kemampuan Dasar, Tes Potensi Akademik, dan Tes Kemampuan Akademik.
Tips Sukses Menghadapi UM UGM 2025
-
Persiapkan Materi dengan Matang:
-
Pelajari materi Tes Kemampuan Dasar (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika Dasar) dan Tes Potensi Akademik.
-
Fokus pada dua mata pelajaran pendukung prodi yang dipilih.
-
-
Ikuti Simulasi Ujian:
-
Manfaatkan try out atau simulasi ujian untuk membiasakan diri dengan format CBT.
-
-
Perbanyak Latihan Soal:
-
Gunakan soal-soal latihan dari sumber terpercaya untuk meningkatkan kemampuan dan kecepatan mengerjakan soal.
-
-
Jaga Kesehatan dan Kondisi Mental:
-
Istirahat yang cukup dan hindari stres berlebihan menjelang ujian.
-
Kesimpulan: Raih Mimpi Kuliah di UGM!
Jalur seleksi mandiri UGM 2025 adalah kesempatan emas bagi calon mahasiswa untuk meraih mimpi kuliah di salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia.
Dengan persiapan yang matang dan memahami syarat serta mekanisme ujian, peluang untuk lolos seleksi semakin besar.
“Jangan ragu untuk mencoba jalur seleksi mandiri UGM.
Kami berkomitmen memberikan kesempatan yang adil bagi semua calon mahasiswa berprestasi,” pesan Sigit Priyanta, Sekretaris Pendidikan dan Pengajaran UGM. (*)
Editor : Mahendra Aditya