RADAR KUDUS - Zakat fitrah, atau zakat al-fitr, merupakan zakat yang diwajibkan bagi setiap jiwa, baik pria maupun wanita yang beragama Islam, dan dilaksanakan pada bulan Ramadhan, tepatnya pada hari Idul Fitri.
Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar ra., Rasulullah SAW menerangkan bahwa “Zakat fitrah diwajibkan satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum atas umat Muslim, baik hamba sahaya maupun merdeka, laki-laki maupun perempuan, kecil maupun besar. Beliau memerintahkan agar zakat ini dilaksanakan sebelum orang-orang keluar untuk shalat. ” (HR Bukhari Muslim)
Zakat fitrah bukan hanya berfungsi sebagai pembersihan diri setelah melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan, tetapi juga sebagai wujud kepedulian terhadap sesama, terutama bagi mereka yang kurang mampu.
Dengan menunaikan zakat fitrah, kita dapat berbagi kebahagiaan dan merasakan kemenangan di hari raya, sehingga semua lapisan masyarakat, termasuk mereka yang berada dalam kesulitan, dapat merayakan dengan lebih bermakna.
Wajib bagi setiap jiwa yang beragama Islam untuk membayar zakat fitrah, dengan syarat masih hidup pada saat bulan Ramadhan dan memiliki kelebihan rezeki atau kebutuhan pokok yang memadai untuk Malam dan Hari Raya Idul Fitri.
Besaran zakat fitrah ditentukan sebanyak 2,5 kg beras atau makanan pokok sejenis per jiwa.
Para ulama, termasuk Shaikh Yusuf Qardawi, memperbolehkan penyaluran zakat fitrah dalam bentuk uang yang setara dengan nilai 1 sha’ gandum, kurma, atau beras.
Nilai zakat fitrah dalam bentuk uang dapat disesuaikan dengan harga beras yang berlaku di pasaran.
Zakat fitrah bukan hanya sekadar kewajiban, melainkan juga merupakan bentuk penyucian diri menjelang Hari Raya Idulfitri.
Agar ibadah ini sah dan diterima, sangat penting untuk mengucapkan niat zakat fitrah dengan benar sesuai dengan tuntunan yang ada.
Lalu, bagaimana lafaz niat zakat fitrah yang tepat? Mari kita simak penjelasannya berikut ini!
Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri
ﻧَﻮَﻳْﺖُ أَﻥْ أُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻧَﻔْسيْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri, fardu karena Allah Ta’ala.”
Niat Zakat Fitrah untuk Istri
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﺯَﻭْﺟَﺘِﻲْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku, fardu karena Allah Ta’ala.”
Niat Zakat Fitrah untuk Anak Laki-laki
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻭَﻟَﺪِﻱْ ... ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku …. (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta’ala.”
Niat Zakat Fitrah untuk Anak Perempuan
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﺑِﻨْﺘِﻲْ ... ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku…. (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta’ala.”
Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَنِّيْ ﻭَﻋَﻦْ ﺟَﻤِﻴْﻊِ ﻣَﺎ ﻳَﻠْﺰَﻣُنِيْ ﻧَﻔَﻘَﺎﺗُﻬُﻢْ ﺷَﺮْﻋًﺎ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku, fardu karena Allah Ta’ala.”
Niat Zakat Fitrah untuk Orang yang Diwakilkan
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ (..…) ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk …. (sebutkan nama spesifik), fardu karena Allah Ta’ala.”
Seorang penerima zakat fitrah disunnahkan untuk mendoakan pemberi zakat dengan doa-doa yang baik. Doa tersebut boleh dilafalkan dalam bahasa apa pun. Berikut ini adalah contoh doa yang bisa diucapkan:
ﺁﺟَﺮَﻙ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﻋْﻄَﻴْﺖَ، ﻭَﺑَﺎﺭَﻙَ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﺑْﻘَﻴْﺖَ ﻭَﺟَﻌَﻠَﻪُ ﻟَﻚَ ﻃَﻬُﻮْﺭًﺍ
Artinya: “Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang engkau berikan, dan semoga Allah memberikan berkah atas harta yang kau simpan dan menjadikannya sebagai pembersih bagimu.”
Baca Juga: LENGKAP! Niat, Waktu dan Tata Cara Zakat Fitrah Untuk Diri Sendiri, Keluarga dan Mewakili Orang Lain
Perlu diingat bahwa terdapat perbedaan antara niat dan lafal yang biasanya dibaca oleh pembayar zakat. Niat itu terletak di dalam hati, namun meskipun niat merupakan urusan hati, melafalkannya (talafudz) sangat dianjurkan. Hal ini dikarenakan talafudz dapat membantu seseorang untuk menegaskan niat yang telah ada. Dengan melafalkan niat, seseorang dapat memantapkan iktikadnya, karena niat tersebut diekspresikan dalam bentuk yang konkret melalui bacaan atau lafal.
Dengan memahami niat zakat fitrah yang benar, semoga kita dapat menunaikannya dengan baik dan meraih berkah di hari kemenangan. (Asri Kurniawati)
Editor : Noor Syafaatul Udhma