RADAR KUDUS – Kasus Agus Salim, korban penyiraman air keras hingga uang donasi Rp 1,5 miliar yang diduga disalahgunakan terus diperbincangkan netizen.
Terbaru, Agus Salim melaporkan Pratiwi Noviyanthi yang telah membantunya mengumpulkan donasi untuk biaya pengobatan Agus.
Kendati demikian, Novi sudah menyimpan bukti-bukti.
Miliki Bukti-Bukti Menghadapi Proses Hukum
Kuasa hukum Novi, Garry Julian mengaku belum mendapat informasi terkait laporkan Agus. Kendati demikian pihaknya telah memiliki bukti-bukti untuk menghadapi proses hukum. Salah satunya bukti mutasi rekening.
“Dalam kasus ini, terdapat bukti permohonan awal, kronologi, dan keterangan penerima manfaat saat tim datang ke lokasi. Ada permohonan kesembuhan Mas A,” kata Garry.
Garry mengatakan, kliennya akan kooperatif menghadapi upaya hukum. Sebab meski tidak ada perjanjian atau persyaratan tertulis dalam penyaluran donasi, Novi sejak awal sudah menyampaikan donasi Rp 1,5 miliar untuk pengobatan Agus.
Hal itu, kata Garry. Terekam dalam video YouTube milik Novi. “Hanya lisan saja. Awalnya berjalan baik, mutasi rekening dikirimkan tanpa diminta, laporan penggunaan pun demikian,” kata Garry.
Ada Mutasi Rekening Rp 98 Juta ke Anak Wawa-nya Agus
Perselisihan antara Agus dan Novi bermula saat ditemukan sejumlah mutasi ke beberapa rekening keluarga Agus.
Mutasi Rp 98 juta ke rekening atas nama Miftahul Jannah alias Fia (anak Wawa, bibi dari Agus).
Kemudian ada mutasi sebanyak Rp 50 juta ke kakaknya Agus dan Rp 250 juta ke rekening istrinya.
Belakangan Agus mengaku uang tersbeut digunakan untuk membayar utang Wawa.
Agus mengaku tidak mengetahui bila uang donasi itu tidak boleh digunakan untuk hal tersebut. “Pikirnya Agus, sudah milik Agus. Enggak ada yang kasih tahu uang itu anggak boleh untuk apa,” kata Agus.
Novi menjawab bahwa sejak awal uang donasi itu untuk pengobatan Agus. Peruntukannya untuk kesembuhan. Sebab keluarga Agus mengatakan bahwa pelayanan BPJS tidak maksimal.
Tak disangka, ternyata uangnya tidak digunakan untuk berobat malah dibagikan ke keluarga Agus. “Dan keluarga Mas Agus masih menggunakan BPJS,” kata Novi.
Novi mengaku hanya ingin transparansi dari keluarga Agus dan menggunakan uang itu untuk pengobatan dan kehidupan Mas Agus ke depan. Bukan untuk membayar utang keluarga dan dibagikan ke keluarga.
Editor : Noor Syafaatul Udhma