Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Catatan Kontroversi Wasit Laga Sepak Bola PON Putra Aceh vs Sulteng, Tak Beri Penalti hingga Keluarkan Kartu Merah

Zakarias Fariury • Minggu, 15 September 2024 | 19:47 WIB
SOSOK: Eko Agus Sugiharto, wasit yang jadi korban bogem pemain Sulteng di PON XXI Aceh-Sumut. (Tangkapan Layar)
SOSOK: Eko Agus Sugiharto, wasit yang jadi korban bogem pemain Sulteng di PON XXI Aceh-Sumut. (Tangkapan Layar)

ACEH – Laga semifinal sepak bola putra PON 2024 yang mempertemukan tuan rumah Aceh dengan Sulawesi Tengah di Stadion Dimurthala, Banda Aceh, Sabtu (14/9), berakhir ricuh setelah Sulawesi Tengah memutuskan mundur dari pertandingan.

Pertandingan yang berlangsung panas itu sempat dihentikan beberapa kali akibat keputusan wasit yang dianggap kontroversial.

Pertandingan berjalan imbang dengan skor 1-1 sebelum Sulawesi Tengah menolak melanjutkan laga.

Insiden ini dipicu oleh beberapa keputusan wasit Eko Agus Sugiharto yang dianggap berat sebelah oleh tim Sulawesi Tengah.

Kontroversi dimulai pada menit ke-75, ketika pemain Sulawesi Tengah, Wahyu Pori, diganjar kartu merah setelah mengangkat kaki terlalu tinggi hingga mengenai kepala pemain Aceh, Hercules.

Sebelumnya, di akhir babak pertama, pemain Aceh, Irza Rahmad, juga melakukan pelanggaran serupa dengan mengangkat kaki mengenai kepala pemain Sulawesi Tengah, Sabir, di kotak penalti, namun wasit tidak meniup peluitnya.

Keputusan kontroversial lainnya terjadi di menit ke-84 ketika pemain Sulawesi Tengah, Mohammad Akbar, menerima kartu merah setelah dianggap melakukan tekel keras terhadap pemain Aceh.

Protes keras dari pihak Sulawesi Tengah membuat pertandingan sempat terhenti selama beberapa menit.

Namun puncak ketegangan terjadi pada menit ke-97 ketika wasit memberikan penalti untuk Aceh, setelah Muhammad Nur Mahyuddin dinilai dijatuhkan di kotak penalti.

Tayangan ulang menunjukkan bahwa pemain Aceh tampak menjatuhkan diri tanpa kontak, memicu amarah pemain Sulawesi Tengah.

Muhammad Rizki dari Sulawesi Tengah kemudian melayangkan pukulan ke wajah wasit, menyebabkan wasit terjatuh dan harus mendapat perawatan sebelum dibawa keluar lapangan dengan ambulans.

Setelah insiden tersebut, pertandingan dilanjutkan dengan dipimpin oleh wasit cadangan, Fadli Nurdiana.

Tendangan penalti Aceh sempat ditepis oleh kiper Sulawesi Tengah, Rexy.

Namun, beberapa menit kemudian, Aceh kembali mendapatkan hadiah penalti akibat pelanggaran handball oleh pemain Sulawesi Tengah.

Akmal Juanda sukses mengeksekusi penalti tersebut, mengakhiri laga dengan skor 1-1.

Pertandingan seharusnya dilanjutkan ke babak tambahan, namun tim Sulawesi Tengah memilih untuk mundur dari pertandingan.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, telah memastikan pihaknya akan melakukan investigasi menyeluruh terkait insiden tersebut.

"Tidak ada toleransi bagi pihak yang melanggar prinsip fair play. Sanksi akan dijatuhkan sebagai pernyataan tegas bahwa sepak bola Indonesia tidak mentolerir praktik-praktik di luar fair play," tegas Erick, sebagaimana dikutip dari laman resmi PSSI.

Pertandingan yang seharusnya menjadi ajang sportivitas justru berakhir dengan kekacauan, menodai semangat PON 2024.

Profil Wasit Eko Agus Sugiharto 

Bagi Eko Agus Sugiharto, insiden ini jelas mencoreng kariernya sebagai wasit profesional.

Sebagai sosok berlisensi A Nasional yang berasal dari Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan, Eko dikenal sebagai wasit yang berpengalaman di berbagai kompetisi sepak bola nasional, termasuk Liga 3 Indonesia

Kariernya sebagai wasit selama ini berjalan tanpa masalah besar, bahkan ia dikenal mampu memimpin pertandingan dengan baik.

Namun, insiden di PON XXI ini menjadi salah satu ujian terberat dalam perjalanan kariernya.

Di luar perannya sebagai wasit, Eko juga berprofesi sebagai guru olahraga di SMPN 2 Belitang Jaya, Kabupaten OKU Timur.

Sebagai pendidik, ia mendapatkan dukungan penuh dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Pemerintah Kabupaten OKU Timur untuk bertugas di PON XXI.

Sebelum insiden ini, Eko telah memimpin beberapa pertandingan di ajang PON tanpa kontroversi, termasuk laga Papua Barat melawan Jawa Tengah yang berlangsung dengan hasil imbang 1-1 pada 3 September 2024.

Namun, insiden di laga Aceh melawan Sulawesi Tengah ini meninggalkan noda besar dalam perjalanan kariernya.

Keputusan-keputusannya di pertandingan tersebut menjadi perdebatan di kalangan penggemar sepak bola, terutama terkait penalti yang diberikan pada menit-menit akhir.

Banyak pihak yang mempertanyakan keputusan tersebut, yang dianggap menjadi pemicu terjadinya tindakan kekerasan oleh pemain Sulawesi Tengah.

Editor : Abdul Rokhim
#Kontroversi wasit PON #sepak bola putra pon #Eko Agus Sugiharto #pssi #pon 2024 #Kronologi pemukulan wasit PON #Pemukulan wasit PON #Aceh vs Sulteng