Radar Kudus - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia pada Jumat (13/9/2024) dan Sabtu (14/9/2024).
Wilayah-wilayah ini berpotensi mengalami hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang, yang dapat menimbulkan dampak seperti banjir dan tanah longsor.
Berikut adalah poin-poin penting yang perlu diperhatikan terkait peringatan dini ini.
Gangguan Atmosfer: Penyebab Hujan Lebat
Menurut BMKG, gangguan atmosfer yang disebabkan oleh fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) menjadi salah satu faktor utama terjadinya hujan lebat di beberapa wilayah Indonesia.
Meski musim hujan diprediksi baru tiba secara bertahap mulai akhir September hingga awal Oktober 2024, kondisi atmosfer ini memicu curah hujan yang signifikan di wilayah tertentu.
- Madden Julian Oscillation (MJO) adalah fenomena atmosfer yang berkontribusi pada pembentukan awan hujan. Saat MJO aktif, curah hujan cenderung meningkat di wilayah yang terpengaruh.
Fenomena ini diprediksi aktif di benua maritim Indonesia, terutama di wilayah Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, dan Papua.
Pengaruh Global Terhadap Curah Hujan
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa indikator global seperti Indian Ocean Dipole (IOD), Southern Oscillation Index (SOI), dan Nino 3.4 tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap curah hujan di Indonesia pada saat ini.
Sebaliknya, faktor lokal seperti MJO dan gelombang atmosfer seperti Rossby dan Kelvin lebih mempengaruhi kondisi cuaca di Indonesia selama periode 13-14 September 2024.
Wilayah yang Berpotensi Mengalami Cuaca Ekstrem pada 13 September 2024
BMKG telah mengidentifikasi sejumlah wilayah yang diprediksi akan mengalami hujan lebat pada Jumat, 13 September 2024.
Berikut adalah wilayah-wilayah yang harus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak cuaca ekstrem tersebut:
- Aceh
- Bengkulu
- Jambi
- Kepulauan Riau
- Lampung
- Papua
- Sumatera Selatan
- Sumatera Utara
Wilayah-wilayah ini berpotensi mengalami hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang, sehingga masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan memantau perkembangan cuaca secara berkala.
Wilayah yang Terdampak pada 14 September 2024
Selain cuaca ekstrem pada Jumat, BMKG juga memprediksi hujan lebat akan berlanjut di beberapa wilayah pada Sabtu, 14 September 2024.
Wilayah-wilayah yang perlu waspada pada hari tersebut antara lain:
- Aceh
- Papua
- Sumatera Selatan
Hujan lebat yang diprediksi di wilayah ini juga dapat disertai petir dan angin kencang, dengan potensi menimbulkan dampak seperti banjir dan tanah longsor.
Aktivitas Gelombang Atmosfer
Selain MJO, BMKG juga mencatat aktivitas gelombang atmosfer lainnya yang dapat mempengaruhi cuaca di wilayah Indonesia selama periode ini.
Gelombang ekuator Rossby diperkirakan aktif di Sumatera Utara bagian tengah dan selatan, Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, dan Papua bagian utara.
Sementara itu, gelombang atmosfer Kelvin diprediksi aktif di Sumatera bagian utara, Kalimantan bagian utara, Sulawesi bagian utara, Maluku Utara, dan Papua bagian utara.
Imbauan untuk Masyarakat
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk selalu waspada dan mengikuti perkembangan informasi cuaca terbaru melalui situs resmi BMKG atau media sosial BMKG.
Penting bagi masyarakat untuk mengambil langkah-langkah pencegahan, seperti memastikan saluran air tidak tersumbat untuk mencegah banjir dan mempersiapkan perlengkapan darurat.
Selain itu, BMKG menyarankan agar masyarakat menghindari aktivitas di luar ruangan saat kondisi cuaca memburuk dan segera mencari perlindungan jika terjadi hujan lebat disertai petir.
Dengan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, diharapkan dampak buruk dari cuaca ekstrem ini dapat diminimalisir.
Editor : Abdul Rokhim