RADAR KUDUS - Misyal Achmad, Kuasa Hukum Keluarga Almarhumah (Almh) Dokter Aulia Risma bercerita bagaimana keluarga dokter Aulia Risma (kliennya) mendapat teror setelah pemberitaan dugaan bullying di PPDS itu muncul.
Ia mengakui, adik dari almarhumah yang berprofesi dokter juga sering mendapat teror.
Baca Juga: Duh! Dana Pensiun Tidak Bisa Dicairkan selama 10 Tahun, Ini Alasannya
Misyal juga bercerita bagaimana kepala prodi Universitas tidak merespon keluhan yang disampaikan orangtua dokter Aulia Risma sebelum anaknya meninggal dunia.
Ini disampaikan Misyal Achmad saat hadir menjadi narasumber dalam acara Hotroom Hotman Paris yang diunggah di kanal Youtube pada Rabu (4/9/2024).
Baca Juga: Sempat Muntah Darah, Ayah Dokter Aulia Risma PPDS Wafat di RSCM Jakarta
Awalnya Misyal bercerita bagaimana dokter Aulia Risma sejak masuk menjadi PPDS dan sudah mendapat beban belajar yang tidak wajar.
“Tahun 2022 masuk jadi anggota PPDS (almarhumah) sudah dapat jam belajar yang tidak normal. Dari jam 3 pagi atau ke kampus sampai pukul 1 atau setengah 2 dini hari itu setiap hari,” kata Misyal.
Lalu ia juga menyebut ada voice-note yang direkam, bukti yang menjelaskan bagaimana almarhumah menjalani PPDSnya hingga akhirnya dokter Aulia jatuh di suatu jalan hingga masuk ke selokan dan itu mengenai saraf tulang belakangnya. Dokter Aulia pun harus menjalani operasi.
Ia juga mengakui, kliennya sempat melapor ke Kepala Prodi Anestesi atas nama bapak Taufik namun tidak mendapat tanggapan yang baik.
Baca Juga: Ternyata! Ini Jaringan Bisnis dan Kekayaan Kuncoro Wibowo, Pemilik Lisensi Ace Hardware Indonesia
Setelah pemberitaan Aulia meninggal karena bunuh diri, Misyal mengaku Ayah almarhumah menjadi depresi.
“Dan yang perlu diklarifikasi beliau bukan meninggal karena bunuh diri. Pemberitaan bunuh diri ini menyebabkan orangtua almarhumah betul-betul depresi. Seminggu setelah almarhumah meninggal, bapaknya ini karena sering dengar di media anaknya bunuh diri, bapaknya jadi sakit. Seminggu kemudian bapaknya meninggal. Jadi 2 minggu setelah dokter Aulia meninggal, bapaknya meniggal,” kata Misya.
Baca Juga: 4 Cara Mudah Cek Keaslian e-Meterai yang Praktis untuk Pelamar CPNS 2024
Ia mengaku, keluarga yang hendak membuat laporan ke kepolisian sampai takut hingga belum berani melapor. Sebab adanya intimidasi.
Pihaknya pun terus melakukan pendekatan kepada keluarga korban.
“Malam ini keluarga buat laporan. Jadi keluarga belum berani lapor karena masih terintimidasi. (Terintimidasi) oleh siapa? Ini yang sedang kita gali. Adeknya almarhumah Aulia ini adalah dokter di Sukabumi dan dia sering mendapat teror juga. Ini yang sedang kami lakukan pendekatan, karena mereka takut sekali, karena mereka juga tidak mau melaporkan ke polisi,” kata Misyal.
Baca Juga: Beri Pidato di Istana Negara, Paus Fransiskus Kutip Pepatah Latin Opus Iustitiae Pax, Apa Artinya?
Keluarga korban pun meminta jaminan keselamatan kepada Kementrian Kesehatan sehingga mereka pikir aman untuk melapor.
“Sebelum saya berangkat ke polisi untuk melaporkan mereka minta jaminan dari Menteri Kesehatan untuk mereka mendapat jaminan keselamatan. Jaminan ini akan diproses tuntas. Mereka menulis surat kan (terkait jaminan), hari ini juga surat mereka dibalas oleh Menteri Kesehatan,” jelas Misyal.
Baca Juga: Simak! 14 Larangan saat Misa Agung bersama Paus Fransiskus di GBK Jakarta
Editor : Noor Syafaatul Udhma