Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Catat Baik-Baik, 8 Panduan Misa Agung di GBK saat Kunjungan Paus Fransiskus

Nibros Hassani • Senin, 2 September 2024 | 17:08 WIB
Gelang tiket untuk acara puncak misa di GBK Jakarta. Foto: mirifica.net
Gelang tiket untuk acara puncak misa di GBK Jakarta. Foto: mirifica.net

RADAR KUDUS – Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik sedunia dan Kepala Negara Vatikan Paus Fransiskus dijadwalkan berkunjung ke Indonesia pada tanggal 3 hingga 6 September 2024.

Dalam kunjungan penting ini, Paus dijadwalkan memimpin Misa Agung yang berlangsung pada Kamis, 5 September 2024.

Misa kudus di GBK akan dihadiri oleh umat Katolik dari seluruh penjuru Indonesia.

Baca Juga: Kabar Baik! Kemensos Keluarkan Bansos. Ini Cara Ceknya

Tak hanya bagi umat Katolik, kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia juga memiliki arti yang sangat penting bagi seluruh umat beragama.

Pesan-pesan itu seperti mengedepankan dan memperkuat pesan-pesan toleransi, persatuan, kesatuan, dan perdamaian dunia.

Baca Juga: Media Asing Ternama Inggris The Economist sebut Raja Jawa Memantik 'Darurat Demokrasi'

Melansir dari media resmi Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) mirifica.net, berikut panduan selama mengikuti misa di stadion GBK Jakarta:

8 Hal yang Diperhatikan selama Misa di GBK (Pukul 15.30 – 18.30 WIB)


1. Pukul 15.30 WIB, umat diharapkan sudah menempati kursi yang telah ditentukan dan wajib tetap di tempat selama Misa berlangsung.

2. Selama Misa, mohon agar alat komunikasi diatur dalam mode senyap.

Baca Juga: Viral 'Geng TKI' di Osaka Jepang, KBRI Minta Jaga Nama Baik Indonesia

Baca Juga: Ramai Isu Pembatasan Pertalite, Benarkah akan Dibatasi Per 1 September? Ini Penjelasannya

3. Tidak diperkenankan keluar masuk barisan kursi selama Misa berlangsung, kecuali dalam keadaan darurat, karena dapat mengganggu umat lainnya.

4. Setiap area Komuni akan dilayani oleh satu petugas Komuni (Romo, Suster, Bruder, atau Frater) dan satu misdinar yang dilengkapi dengan payung dan lilin menyala sebagai tanda bahwa Komuni sedang berlangsung.

Baca Juga: Jadi Ancaman Serius! Pemprov Jateng Keluarkan Surat Edaran Ancaman Megathrust, Waspadai 4 Daerah Ini, Mana Saja?

5. Umat wajib mengikuti arahan petugas selama pembagian Komuni, mengingat waktu pembagian Komuni sekitar 10 menit, termasuk bagi mereka yang tidak menerima Komuni.

6. Tidak diperkenankan meninggalkan tas di kursi, karena kursi yang tidak terlipat dapat mengganggu alur Komuni yang berlangsung. Umat diminta berdiri bersama dalam satu barisan dan mengikuti alur sesuai arahan petugas.

Baca Juga: Mulyono dan Geng Disebut oleh Ketua PDIP Jabar Ono Surono, Merujuk pada Siapa?

7. Umat dimohon memperhatikan dan mempelajari skema alur Komuni, karena setiap area memiliki skema alur yang berbeda (SU GBK: A/B/C/D, Madya GBK: C/D/E/F).

8. Umat yang merasa sakit atau kurang sehat selama Misa berlangsung diharapkan segera menginformasikan kepada petugas agar dapat diberikan pertolongan.

Berikut link download Buku Misa dari guidebook yang disediakan KWI:
https://drive.google.com/drive/folders/163YM6EnQHrwGJ43DrRFHISPiVjmp0XfH

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#konferensi waligereja indonesia #Paus Fransiskus #misa agung GBK jakarta #panduan misa agung #jakarta #Misa Agung bersama Paus Fransiskus