RADAR KUDUS - Nama merupakan bagian penting dari identitas seseorang, sering kali mencerminkan harapan dan doa dari orang tua kepada anaknya.
Salah satu nama yang menarik perhatian publik belakangan ini adalah nama asli Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang ternyata adalah Mulyono.
Pengakuan ini sempat menjadi perbincangan hangat di kalangan warganet yang penasaran dengan asal-usul dan makna di balik nama tersebut.
Arti Nama Mulyono dalam Bahasa Jawa
Nama Mulyono berasal dari bahasa Jawa, yang memiliki arti "mulia."
Kata ini diambil dari kata dasar "mulyo," yang melambangkan harapan agar pemilik nama tersebut tumbuh menjadi sosok yang dihormati dan berharga di mata masyarakat.
Orang tua Presiden Jokowi, Widjiatno Notomihardjo dan Sudjiatmi, memberikan nama Mulyono kepada putra sulung mereka dengan harapan besar akan masa depannya.
Perjalanan Nama dari Mulyono ke Joko Widodo
Meskipun nama Mulyono diberikan saat kelahiran, perjalanan hidup Jokowi sejak kecil tidaklah mulus.
Dalam sebuah wawancara yang dilakukan pada 17 September 2023, Presiden Jokowi mengisahkan bahwa saat kecil ia sering sakit-sakitan.
Keadaan ini membuat orang tuanya mempertimbangkan ulang nama Mulyono, yang dianggap terlalu "berat" bagi sang anak.
Di kalangan masyarakat Jawa, ada kepercayaan bahwa nama yang dianggap "berat" bisa membawa pengaruh kurang baik bagi pemiliknya.
Oleh karena itu, Widjiatno dan Sudjiatmi memutuskan untuk mengganti nama Mulyono menjadi Joko Widodo.
Nama Joko Widodo sendiri memiliki makna yang lebih ringan dan optimis, yaitu "anak lelaki yang selamat dan sejahtera."
Baca Juga: Viral! Asal Usul Nama Presiden Jokowi Jadi Mulyono, Ini Penjelasannya
Jokowi menceritakan, "Ya, waktu kecil lahir diberi nama Mulyono dan sering sakit-sakitan. Ini cerita dari almarhumah ibu saya. Nama itu kemudian diganti menjadi Joko Widodo. Di Jawa, memang ada kepercayaan bahwa nama yang terlalu berat bisa menyebabkan hal-hal kurang baik, sehingga nama tersebut diganti dengan yang lebih ringan," ungkap Jokowi dalam video tersebut.
Perubahan nama dari Mulyono ke Joko Widodo bukan satu-satunya aspek menarik dari masa kecil Presiden Jokowi.
Kedekatannya dengan dunia perkayuan sejak kecil juga menjadi bagian penting dari kehidupannya.
Jokowi, yang merupakan anak dari seorang tukang kayu, kemudian melanjutkan studi di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, dan mengambil jurusan teknologi kayu.
Selama kuliah, Jokowi mendalami pengetahuan tentang kayu, mulai dari pemanfaatan hingga teknologi pengolahannya.
Pada tahun 1985, ia lulus dari UGM dengan skripsi berjudul “Studi tentang Pola Konsumsi Kayu Lapis pada Pemakaian Akhir di Kodya Surakarta.”
Skripsi ini menjadi salah satu bukti betapa eratnya keterkaitan Jokowi dengan dunia perkayuan yang telah menjadi bagian penting dari hidupnya sejak kecil.
Kini, Jokowi dikenal sebagai sosok pemimpin yang sederhana dan dekat dengan masyarakat.
Selain itu, kehidupan pribadinya juga sering menjadi perhatian publik. Presiden Jokowi menikah dengan Iriana pada 24 Desember 1986, dan dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai tiga orang anak: Gibran Rakabuming Raka, Kahiyang Ayu, dan Kaesang Pangarep.
Dua dari tiga anak Jokowi telah menikah dan memberikan cucu yang kini menjadi kebanggaan keluarga besar Presiden.
Cucu-cucu tersebut adalah Jan Ethes Srinarendra, Sedah Mirah Nasution, dan La Lembah Manah. Kehadiran para cucu ini semakin melengkapi kebahagiaan Jokowi dan keluarganya.
Perjalanan hidup Jokowi, dari masa kecil yang penuh tantangan hingga menjadi pemimpin negara, menunjukkan betapa pentingnya nama dan arti di baliknya.
Nama Mulyono yang semula diberikan sebagai harapan besar, kemudian diubah menjadi Joko Widodo, yang akhirnya dikenal luas di seluruh dunia. (ury)
Editor : Noor Syafaatul Udhma