RADAR KUDUS - Pleiades, yang katanya berasal dari "plein" (berlayar), telah lama digunakan sebagai panduan dalam pelayaran, baik di Eropa maupun Nusantara, khususnya di Mentawai.
Terbit dan tenggelamnya gugusan bintang ini menjadi penanda penting bagi pelaut dalam menentukan waktu berlayar.
Pleiades dalam Konteks Pertanian Jawa
Selain pelayaran, Pleiades juga memegang peranan penting dalam sistem pertanian Jawa.
Gugusan bintang ini digunakan sebagai penanda pergantian musim dalam kalender pertanian Pranata Mangsa, sebuah sistem tradisional yang digunakan oleh para petani Jawa untuk menentukan waktu tanam dan panen.
Mangsa Kapitu dan Posisi Pleiades di Langit
Dalam kalender Pranata Mangsa, ketika Pleiades mencapai 50° di atas atmosfer, itu menandakan dimulainya posisi Mangsa Kapitu, musim ketujuh dalam siklus pertanian.
Pada masa ini, para petani mulai memindahkan bibit padi dari lahan pembibitan ke lahan utama, menandai awal musim tanam.
Pranata Mangsa: Sistem Kalender Pertanian Jawa
Pranata Mangsa adalah sistem kalender pertanian tradisional Jawa yang menggunakan rasi bintang sebagai panduan utama, khususnya Orion.
Setiap musim dalam Pranata Mangsa diidentifikasi dengan rasi atau gugusan bintang tertentu, yang membantu petani menentukan waktu yang tepat untuk kegiatan pertanian.
Pleiades sebagai Penanda Musim dalam Pertanian
Meskipun panduan Orion menjadi utama dalam Pranata Mangsa, Pleiades berfungsi sebagai penanda penting dalam beberapa musim.
Kehadirannya di langit memberi petunjuk waktu yang presisi bagi para petani, membantu mereka dalam mengatur siklus tanam dan panen sesuai dengan kondisi alam.
Kearifan Lokal dalam Mengamati Langit
Penggunaan Pleiades dalam pertanian Jawa mencerminkan kearifan lokal dan pengetahuan astronomi tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Kemampuan masyarakat Jawa dalam mengamati bintang dan memahami siklus alam menunjukkan harmonisasi antara manusia dan alam, yang terus dipelihara dalam praktik pertanian hingga saat ini.(Mah)
Editor : Noor Syafaatul Udhma