RADAR KUDUS - Sejumlah komika Indonesia, seperti Arie Kriting, Yudha Keling, dan Abdel Achrian, turut serta dalam aksi demo di depan Gedung DPR pada Kamis (22/8).
Mereka memprotes revisi UU Pilkada yang dinilai bertentangan dengan putusan Mahkamah Konstitusi.
Para komika ini tidak hanya menyuarakan penolakan, tetapi juga menghadirkan suasana yang lebih ringan melalui kritik jenaka terhadap anggota DPR.
Kehadiran mereka mendapat perhatian besar dari massa aksi, menambah semangat dalam demonstrasi yang berlangsung
Sejumlah komika Indonesia itu turut ambil bagian dalam demonstrasi di depan Gedung DPR pada Kamis (22/8), sebagai bentuk protes terhadap Revisi UU Pilkada yang dianggap melanggar putusan Mahkamah Konstitusi.
Poin-Poin Penting:
Keterlibatan Komika
Komika seperti Arie Kriting, Abdel Achrian, dan lainnya, hadir bersama komunitas Stand Up Indo, dipimpin oleh Adjis Doaibu.
Pesan melalui Media Sosial
Abdur Arsyad dan kawan-kawan mengajak publik untuk beraksi melalui media sosial, menunjukkan solidaritas mereka.
Abdur, mengajak pengikutnya untuk beristirahat dan mengumpulkan energi sebelum turun ke jalan.
Simbolisme Pakaian
Mengenakan pakaian serba hitam, para komika hadir dengan atribut lengkap, siap menghadapi aksi.
Mereka juga membawa tas ransel, siap menghadapi segala kemungkinan dalam aksi demonstrasi ini.
Latar Belakang Aksi
Aksi ini menentang revisi UU Pilkada yang dianggap bertentangan dengan putusan Mahkamah Konstitusi, terutama mengenai syarat pencalonan dan batas usia.
Baca Juga: BREAKING NEWS! Pengesahan RUU Pilkada Ditunda, Sidang DPR RI Tidak Penuhi Kuorum
Sikap Kreatif
Para komika menggunakan kreativitas mereka untuk menyampaikan kritik melalui aksi langsung dan media sosial.
Penundaan Pengesahan
Meski DPR menunda pengesahan revisi, protes tetap berlanjut, menunjukkan keteguhan sikap para peserta aksi.
Aksi ini menunjukkan bahwa kalangan seniman, termasuk komika, memiliki peran penting dalam menyuarakan isu-isu politik yang mempengaruhi kehidupan masyarakat.
Editor : Noor Syafaatul Udhma